Menguak alasan tes DNA dilarang di Israel, Benjamin Netanyahu keturunan Polandia

- Redaksi

Rabu, 4 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PM Israel, Benjamin Netanyahu - Ilustrasi sukabumiheadline.com

PM Israel, Benjamin Netanyahu - Ilustrasi sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.comDeoxyribonucleic Acid (DNA) atau asam deoksiribonukleat adalah molekul asam nukleat berantai ganda (heliks ganda) yang menyimpan instruksi genetik lengkap untuk perkembangan, fungsi, pertumbuhan, dan reproduksi seluruh organisme hidup.

Dilansir Halodoc, DNA disebut sebagai “arsip utama” kehidupan, karena DNA membawa informasi herediter yang diwariskan dari generasi ke generasi dan sebagian besar terletak di inti sel.

Poin-poin penting mengenai DNA, dikutip sukabumiheadline.com, Rabu (4/3/226), dari Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, memiliki struktur berbentuk double helix (tangga berpilin) yang terdiri dari gula deoksiribosa, gugus fosfat, dan basa nitrogen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

DNA terdiri dari empat basa nitrogen: Adenin (A), Timin (T), Guanin (G), dan Sitosin (C) yang memiliki fungsi utama untuk menyimpan informasi genetik, mengarahkan sintesis protein, dan pewarisan sifat. Sebagian besar DNA terletak di dalam nukleus (inti sel), dengan sebagian kecil di mitokondria.

Susunan DNA setiap manusia tergolong unik, kecuali pada kembar identik. Karenanya, DNA disebut bertindak sebagai cetak biru (blueprint) yang menentukan karakteristik fisik dan biologis makhluk hidup.

Dilarang di Israel 

Tes DNA tidak sepenuhnya ilegal di Israel, namun diatur sangat ketat oleh Genetic Information Act tahun 2000, yang mewajibkan perintah pengadilan untuk sebagian besar tes silsilah.

Alasan utamanya adalah pertimbangan hukum agama Yahudi (halakhah) yang menganggap anak dari hubungan di luar nikah sebagai “mamzer” (bajingan) dan tidak bisa menikah secara sah.

Kabar bahwa larangan ini ada untuk menutupi fakta bahwa sebagian besar warga Israel bukan keturunan Yahudi asli dinilai pihak Israel sebagai keliru, meskipun ada perdebatan mengenai identitas genetik.

Namun, sejumlah kalangan menilai larangan tersebut karena kekhawatiran warga Israel bakal terkuak informasi terkait asal-usul mereka.

Seperti diketahui, mayoritas penduduk Israel tidak berasal dari wilayah pendudukan Palestina. Sebagian besar dari mereka berasal dari Eropa. Sehingga, “ke-Yahudi-an” mereka diragukan banyak kalangan.

Sedangkan, tes DNA dapat membongkar status anak yang lahir di luar pernikahan, yang menurut hukum Yahudi Ortodoks memiliki stigma sosial dan pembatasan pernikahan yang berat.
Perlindungan Data & Etika: Peraturan ini bertujuan melindungi privasi genetik dan mencegah penyalahgunaan informasi medis.

Tes DNA tidak dianggap sebagai bukti utama untuk membuktikan ke-Yahudi-an (Judaism) menurut Undang-Undang Kepulangan, yang lebih mengutamakan dokumentasi tradisional.

Secara keseluruhan, pembatasan tersebut lebih berfokus pada masalah status pernikahan dan privasi, bukan larangan total karena ketakutan genetik semata.

Benjamin Netanyahu bukan asli Palestina

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu - Ist
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu – Ist

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (juga dieja Binyamin Netanyahu), diketahui bukanlah berasal dari kawasan Timur Tengah.

Dilansir Wikipedia, pria yang dijuluki “Bibi”, itu memiliki nama Ibrani: בֶּנְיָמִין נְתַנְיָהוּ, berarti “diberikan oleh Tuhan” (dalam bahasa Ibrani). Ia lahir pada 21 Oktober 1949 di Tel Aviv, Israel, dan merupakan pemimpin dari partai Likud.

Namun, Netanyahu yang merupakan politisi sayap kanan terkemuka dan perdana menteri dengan masa jabatan terlama di Israel tersebut diketahui berasal dari keluarga Yahudi Ashkenazi, ayahnya, Benzion Netanyahu.

Lahir dari pasangan sejarawan Zionis terkemuka, Benzion dan Tzila Netanyahu, yang mengubah nama keluarga dari Mileikowsky saat berimigrasi dari Polandia ke Palestina. Ayahnya adalah seorang sarjana Yahudi terkemuka, yang mempengaruhi pandangan politik kanan Netanyahu sejak dini.

Meskipun lahir di Tel Aviv, ia menghabiskan sebagian masa remajanya di Philadelphia, AS, mengikuti ayahnya yang mengajar di sana. Netanyahu menempuh pendidikan di Massachusetts Institute of Technology (MIT) dan meraih gelar bisnis.

Ia kemudian kembali ke Israel untuk bergabung dengan Angkatan Pertahanan Israel (IDF) pada 1967, bertugas sebagai kapten di unit komando elit dan bertempur dalam Perang Yom Kippur 1973.

Setelah kematian kakaknya, diberitakan BBC, Yonatan Netanyahu, dalam serangan antiteror di Entebbe (1976), Netanyahu mendirikan institut studi antiterorisme sebelum masuk ke politik pada akhir 1980-an.

Netanyahu dikenal sebagai perdana menteri pertama yang lahir setelah negara Israel berdiri pada 1948.

Berita Terkait

Donald Trump desak gencatan senjata, Iran tolak mentah-mentah
Innalillahi, dua prajurit TNI menyusul gugur diserang Israel
Anggota TNI gugur diserang pasukan Israel di Lebanon
No Kings! 8 juta warga AS demo kebijakan Donald Trump
Survei: Nilai politik luar negeri dan ekonomi Donald Trump anjlok di mata publik AS
Dihujat, Benjamin Netanyahu: Yesus Kristus tak lebih unggul atas Genghis Khan
Iran tembak Jet F-35 Lightning II, pesawat tempur siluman AS jatuh
AS melunak untuk redam harga minyak, sanksi terhadap Iran dilonggarkan

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 19:06 WIB

Donald Trump desak gencatan senjata, Iran tolak mentah-mentah

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:04 WIB

Innalillahi, dua prajurit TNI menyusul gugur diserang Israel

Senin, 30 Maret 2026 - 15:14 WIB

Anggota TNI gugur diserang pasukan Israel di Lebanon

Minggu, 29 Maret 2026 - 15:18 WIB

No Kings! 8 juta warga AS demo kebijakan Donald Trump

Kamis, 26 Maret 2026 - 05:12 WIB

Survei: Nilai politik luar negeri dan ekonomi Donald Trump anjlok di mata publik AS

Berita Terbaru

Ilustrasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump - sukabumiheadline.com

Internasional

Donald Trump desak gencatan senjata, Iran tolak mentah-mentah

Sabtu, 4 Apr 2026 - 19:06 WIB