sukabumiheadline.com – Memasuki Januari 2026, peredaran hoaks mendominasi ruang digital di seluruh wilayah Jawa Barat. Diketahui, pada 2025, dunia digital di Sukabumi tertinggi dalam isu hoaks se-Jawa Barat.
Dikutip sukabumiheadline.com dari data Jabar Saber Hoaks (JSH), Kamis (15/1/2026), hingga pertengahan Januari terdapat 17 konten terverifikasi hoaks dari 16 pemantauan dan tiga aduan masyarakat.
Seluruh konten tersebut dinyatakan tidak benar, sementara dua kasus lainnya masih dalam proses penanganan. Artinya jumlah hoaks di Jabar masih banyak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Penata Layanan Operasional, Pengelola Data dan Diseminasi JSH, Sandi Ibrahim Abdullah, salah satu maraknya hoaks figur berkaitan erat dengan modus penipuan.
“Isunya beragam, mulai dari bagi-bagi hadiah yang mengatasnamakan gubernur, pejabat, sampai public figure. Nama-nama yang dipercaya masyarakat sangat mudah ditunggangi dan dijadikan komoditas penipuan, bahkan untuk mencuri data,” ujarnya.
Meningkat signifikan
Sementara itu, pada 2025, aduan masyarakat tercatat menurun dibandingkan dengan 2024. Namun, pemantauan hoaks secara aktif oleh tim JSH sendiri mengalami peningkatan.
Hal itu juga dapat terlihat dari data tahunan JSH 2025, yang mencatat sebanyak 1.584 kasus. Sedangkan, pada 2024 sebanyak 762 kasus. Dengan demikian, melonjak hingga 107,9 persen dalam setahun.
Facebook dominan
Masih menurut data yang sama,, Facebook masih menjadi kanal utama penyebaran hoaks, diikuti WhatsApp. Sementara TikTok dan YouTube mencatat peningkatan signifikan.
Adapun dari sisi isu, dominasi kriminalitas dan politik pada 2024, dan bergeser ke isu figur sebagai kategori terbanyak pada 2025.
Sukabumi tertinggi
Secara wilayah, temuan hoaks terbanyak pada 2024 berada di Kota Bandung, namun pada 2025 bergeser ke Kabupaten Sukabumi.
Karakter aduan masyarakat juga berubah dari isu bantuan sosial dan layanan publik pada 2024, seperti klaim bantuan tambahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) El Nino Rp400 ribu, dan isu penodongan penumpang Whoosh menjadi hoaks sensasional dan bermuatan penipuan pada 2025.
Selain itu, klaim “Air Laut di Indonesia Membeku sebagai Tanda Hari Kiamat”, saldo e-toll gratis, hingga isu kebencanaan.
Tim JSH menangani hoaks dengan memantau isu secara manual di media sosial serta membuka layanan aduan masyarakat. Setiap laporan yang masuk diverifikasi untuk memastikan kebenarannya, lalu hasil klarifikasi disampaikan kembali kepada publik disertai imbauan agar hoaks tidak disebarluaskan.
Sandi Ibrahim mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta segera melaporkan konten mencurigakan melalui kanal resmi Jabar Saber Hoaks.









