5 fakta Bojonggenteng: Kecamatan terkecil sentra industri palet kayu Sukabumi

- Redaksi

Rabu, 18 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Kecamatan Bojonggenteng adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, hasil pemekaran dari Kecamatan Parungkuda berdasarkan Perda No. 01 Tahun 2001.

Dengan luas wilayah kurang lebih 2.227,665 Ha, berbatasan langsung dengan Kecamatan Parakansalak/Cidahu dan Kalapanunggal. Wilayah ini dikenal sebagai kawasan industri penghasil palet kayu.

Berikut adalah Kecamatan Bojonggenteng dalam angka 2025, dikutip sukabumiheadline.com dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sukabumi, Rabu (18/2/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Baca Juga: Kecamatan MDPL tertinggi di Sukabumi, bukan Parakansalak, Kabandungan, Kadudampit

1. Bojonggenteng kecamatan terkecil di Sukabumi

Kecamatan Bojonggenteng merupakan kecamatan yang terbilang baru, hasil dari pemekaran Kecamatan Parungkuda berdasarkan Perda No. 01 Tahun 2001 tentang Pembentukan 15 Kecamatan di Kabupaten Sukabumi.

Posisi wilayah Bojonggenteng terletak pada ketinggian antara 300–600 m di atas permukaan laut dengan topografi datar sampai berbukit (55%), datar sampai bergelombang (45%), curah hujan kisaran 1.392 mm/tahun, suhu udara kisaran 20-30 °C. Baca selengkapnya: Dingin! Terendah bukan Palabuhanratu Sukabumi, cek berapa mdpl kecamatanmu?

Dari segi tata letak wilayah Kecamatan Bojonggenteng berbatasan dengan:

  • Sebelah Utara: Kecamatan Parakansalak dan Cidahu
  • Sebelah Selatan: Kecamatan Cikidang dan Cibadak
  • Sebelah Timur: Kecamatan Parungkuda
  • Sebelah Barat: Kecamatan Kalapanunggal

Luas wilayah Bojonggenteng merupakan salah satu kecamatan terkecil kedua (dari 47 kecamatan) setelah Kebonpedes. Kecamatan ini tercatat hanya seluas 2.179,71 ha atau 20,37 km2, setara 0.64% dari luas Kabupaten Sukabumi. Baca selengkapnya: Ini 5 kecamatan terluas dan tersempit di Kabupaten Sukabumi, berikut jumlah penduduk

2. Pemerintahan

Kecamatan Bojonggenteng merupakan pemekaran dari Kecamatan Parungkuda sesuai dengan Perda No. 01 Tahun 2001 tentang Pembentukan 15 (limabelas) Kecamatan di Kabupaten Sukabumi, dalam pasal 15 disebutkan Kecamatan Bojonggenteng meliputi:

  1. Desa Bojonggenteng
  2. Desa Cibodas
  3. Desa Berekah
  4. Desa Cipanengah
  5. Desa Bojonggaling

3. Demografi 

Ilustrasi pelajar SD, SMP, dan SMA - sukabumiheadline.com
Ilustrasi pelajar SD, SMP, dan SMA – sukabumiheadline.com

Dari hasil registrasi yang biasa dilaksanakan secara rutin sebulan sekali, jumlah penduduk sampai akhir tahun 2016 sebanyak 38.256 jiwa, sehingga kepadatan per hektarnya mencapai 18 jiwa. Namun, data 2024 menunjukkan penambahan jumlah penduduk menjadi 42.008 jiwa, atau bertambah 3.752 jiwa dalam kurun 8 tahun.

Lembaga pendidikan yang ada di Kecamatan Bojonggenteng ialah hingga tingkat SLTA, dengan rincian TK/RA 9 buah, SD 12 buah, MI 8 buah, SLTP 8 buah, MTs 5 buah, SLTA 9 buah, MA 1 buah, dan SMK 1 buah.

Baca Juga :  Bukan Bojonggenteng, Wanita Sukabumi Paling Banyak di 5 Kecamatan Ini

Sarana kesehatan dan tenaga medis yang ada di Kecamatan Bojonggenteng terdiri dari 1 buah Puskesmas, 2 buah puskesmas pembantu, 3 buah Poskesdes, 3 buah Polindes, 2 buah praktik dokter, 5 buah praktik bidan, dan 39 buah posyandu.

Jumlah pondok pesantren di Kecamatan Bojonggenteng tercatat sebanyak 23 buah, sementara untuk sarana peribadatan terdapat 72 Masjid Jami dan 173 Mushola/Langgar/Surau, dengan jumlah pemeluk agama islam sekitar 99,98% dari jumlah penduduk dan cenderung tidak berubah setiap tahunnya.

Baca Juga: Hanya 0-155 MDPL: Kecamatan dengan daratan terendah di Sukabumi, bukan Palabuhanratu

4. Ekonomi

Ilustrasi petani sedang melakukan pemupukan Urea - sukabumiheadline.com
Ilustrasi petani sedang melakukan pemupukan Urea – sukabumiheadline.com

Secara umum wilayah Kecamatan Bojonggenteng berupa tanah kering yang merupakan tanah ladang dan pertanian lainnya yang diusahakan yaitu sekitar (52,05%) dan tanah non pertanian (16,55%).

Sementara luas lahan sawah di Kecamatan ini mencapai (31,39%). Kondisi wilayah desa yang ada di Bojonggenteng sebagian besar terletak di daerah dataran dan lereng/punggung bukit, dengan kemiringan lereng antara 3 – 25 %, dengan suhu udara berkisar 20-30˚C.

Ilustrasi peternakan ayam - sukabumiheadline.com
Ilustrasi peternakan ayam – sukabumiheadline.com

Dengan demikian, potensi utama di Kecamatan Bojonggenteng adalah pada sektor pertanian seperti padi sawah/palawija, hortikultura dan perikanan air tawar. Potensi peternakan di Kecamatan Bojonggenteng adalah domba, sapi, kelinci dan kambing.

Sedangkan ternak unggas yang paling potensi adalah ayam ras yang dikelola oleh perusahaan ternak dan masyarakat populasi yang tercatat mencapai 240.000 ekor ayam muda, sementara ayam buras tercatat hanya 1.305 ekor yang kebanyakan dipelihara oleh warga masyarakat.

Potensi perikanan yang paling besar di wilayah Bojonggenteng yaitu perikanan darat (ikan kolam) dengan jenis ikan yang dibudidayakan seperti adalah ikan lele, ikan mas, ikan nila/mujair dll.

Ilustrasi peternak ikan sedang memeriksa ikan di kolam - sukabumiheadline.com
Ilustrasi peternak ikan sedang memeriksa ikan di kolam – sukabumiheadline.com

Dilihat dari jumlah Perusahaan industri di Kecamatan Bojonggenteng, industri yang paling berpotensi adalah Industri kecil pengolahan kayu log dan pembuatan palet kayu serta industri rumah tangga yang memproduksi makanan ringan berbahan dasar dari hasil pertanian seperti singkong, pisang, ketelah rambat dll, sementara perusahaan besar belum ada di Kecamatan ini.

Khusus industri pariwisata di Kecamatan Bojonggenteng sudah ada 4 buah tempat wisata air (kolam renang). Potensi sumber air yang ada di wilayah Kecamatan Bojonggenteng yaitu dari mata air.

Baca Juga :  Daftar raja minimarket di Indonesia, nomor 5 asal Sukabumi

Bojonggenteng juga dikenal sebagai kecamatan industri penghasil palet kayu yang sering dikirim ke beberapa daerah, seperti Jakarta, Bekasi dan daerah industri lainnya.

Iwan Ridwanullah, seorang pengusaha palet kayu di Kampung Pabangbon, Desa Cibodas, mengatakan, dirinya sudah berbisnis kayu sejak masih muda. Hingga kini, ia sudah memiliki tiga unit penggergajian kayu, di mana salah satunya berlokasi di Kecamatan Kalapanunggal.

“Semuanya ada tiga. Satu di Kalapanunggal. Alhamdulillah sejauh ini lancar. Pesanan palet kayu sekarang lagi rutin melayani pabrik plastik dan kue di Subang,” jelas Iwan kepada sukabumiheadline.com, Selasa (17/2/2026).

Terkait kendala dalam berusaha palet kayu, Iwan menyebut faktor modal usaha. Diakuinya, bisnisnya terkadang mengalami kendala karena pembayaran dari buyer tidak cash.

“Kalau order sih sejauh ini gak ada masalah. Kendalanya paling permodalan aja. Idealnya harus punya modal satu miliar Rupiah. Yang 500 (juta Rupiah) diputar, sisanya buat cadangan, karena jaga-jaga juga suka ada orderan dadakan,” katanya.

“Kalau kendala bahan baku mah, alhamdulillah gak ada. Kalau saya punya jaringan sampai ke wilayah Cianjur. Malah sering nebang sendiri. Bayar, dan langsung tebang sendiri,” pungkas pria 30 tahun itu.

5. Perhubungan

Laju pertumbuhan ekonomi dan pembangunan didaerah akan semakin meningkat apabila lalu lintas perhubungan darat tidak mengalami hambatan, terutama dalam membawa hasil produksi dan bahan baku. Perhubungan darat merupakan salah satu sektor yang cukup besar peranannya dalam pembangunan karena kontribusinya untuk menembus lokasi suatu daerah.

Panjang jalan yang ada di wilayah Kecamatan Bojonggenteng pada tahun 2016 sepanjang 84,6 Km, sebagian besar telah di aspal/beton. Berdasarkan kelas jalan, klasifikasi jalan yang berada di wilayah Kecamatan Bojonggenteng termasuk jalan kelas III.

Pada 2016 sarana komunikasi di wilayah Kecamatan Bojonggenteng dirasakan cukup maju, hal ini didukung dengan tersedianya jaringan telepon kabel, dan juga dengan berdirinya beberapa tower komunikasi.

Dengan demikian, masyarakat yang berada di Bojonggenteng dapat langsung merasakan akan kemajuan di bidang sarana komunikasi tersebut, mulai dari penggunaan telepon jaringan, telepon seluler, hingga akses internet dan teknologi informasi komunikasi lainnya.

Berita Terkait

Mengintip defisit APBD Kabupaten Sukabumi 2026
Dikira ke Sukabumi, ternyata wanita ini sudah meninggal dunia di kamar, motor dan HP hilang
Pemotor Honda Vario asal Sukabumi tewas di Bali
Jauh-jauh ke Klaten malah open BO, 3 Wanita Sukabumi dirazia Tim Gabungan
Ingatkan soal sinergitas, DPRD Kabupaten Sukabumi prediksi lonjakan wisatawan
Kronologi lengkap buruh asal Cisolok Sukabumi cekik pacar hingga tewas usai diminta ceraikan istri
Pria Sukabumi diminta pacar ceraikan istri, Bilal cekik pacar buruh pabrik hingga tewas
Ratusan rumah rusak, fenomena alam tanah bergerak di Bantargadung Sukabumi meluas

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 02:10 WIB

Mengintip defisit APBD Kabupaten Sukabumi 2026

Selasa, 10 Maret 2026 - 00:15 WIB

Dikira ke Sukabumi, ternyata wanita ini sudah meninggal dunia di kamar, motor dan HP hilang

Senin, 9 Maret 2026 - 12:29 WIB

Pemotor Honda Vario asal Sukabumi tewas di Bali

Minggu, 8 Maret 2026 - 21:38 WIB

Jauh-jauh ke Klaten malah open BO, 3 Wanita Sukabumi dirazia Tim Gabungan

Minggu, 8 Maret 2026 - 04:20 WIB

Ingatkan soal sinergitas, DPRD Kabupaten Sukabumi prediksi lonjakan wisatawan

Berita Terbaru

Kondisi Tel Aviv saat ini usai dibombardir Iran - Pakistan Presenter

Internasional

Wamenlu Iran: Kami sukses hancurkan Israel dan AS

Rabu, 11 Mar 2026 - 03:22 WIB

Ilustrasi uang - sukabumiheadline.com

Eksekutif

Mengintip defisit APBD Kabupaten Sukabumi 2026

Rabu, 11 Mar 2026 - 02:10 WIB

Iddo Netanyahu dan Benjamin Netanyahu - Ist

Internasional

Iddo Netanyahu adik PM Israel dikabarkan tewas karena serangan Iran

Selasa, 10 Mar 2026 - 21:10 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131