22.4 C
Sukabumi
Selasa, April 23, 2024

Smartphone dengan Peforma Mewah, Spesifikasi Xiaomi 13T Dilengkapi Kamera Leica

sukabumiheadline.com - Xiaomi selalu menjadi incaran bagi...

Yakin Wanita Sukabumi Tak Minat Beli Yamaha QBIX 125? Intip Spesifikasi dan Harganya

sukabumiheadline.com l Yamaha QBIX 125 telah mengaspal...

5 Fakta Hari Jadi Persib Berubah, Jersey Merah Hitam, Logo Dilarang Ganti

Olahraga5 Fakta Hari Jadi Persib Berubah, Jersey Merah Hitam, Logo Dilarang Ganti

sukabumiheadline.com l Bobotoh tampaknya harus mengganti angka 1933 di setiap atribut klub kesayangannya. Setelah melalui banyak penelitian dan perdebatan, Persib Bandung akhirnya mengumumkan perubahan hari jadi.

Jika selama ini Hari Persib selalu diperingati setiap 14 Maret (1933) seperti yang selama ini digemakan, kini hari jadi Persib Bandung resmi menjadi 5 Januari 1919.

1. Hari Jadi Persib 5 Januari 1919

Pengumuman perubahan Hari Jadi Persib disampaikan langsung oleh CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Glenn T. Sugita, di Graha Persib, pada Ahad, 17 Desember 2023.

Glenn menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Tim Peneliti Hari Jadi Persib atas kerja kerasnya melakukan riset untuk menjawab kegelisahan dan keraguan publik terkait hari jadi Persib.

“Setelah hasil riset ini ditetapkan, mulai tahun depan, Persib akan memperingati hari jadinya setiap tanggal 5 Januari,” ujar Glenn.

Tanggal 5 Januari 1919 merupakan satu dari lima usulan tanggal yang diberikan Tim Peneliti Hari Jadi Persib, yang diketuai Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (FIB Unpad), Prof. Kunto Sofianto, Ph.D

Penelitian tentang Hari Jadi Persib dilakukan oleh Prof. Kunto bersama tim yang beranggotakan Dr. Miftahul Falah M.Hum, Budi Gustaman Sunarya, M.A, Iqbal Reza Satria, S.H., M.I.P. dan Muhammad Ridha Taufiq Rahman, S.IP., MA. Tim bekerja dengan melakukan riset sejarah yang merujuk pada sumber primer dan sumber sezaman.

“Riset hari jadi ini dilakukan untuk menjawab keresahan dan bahkan keraguan yang muncul dalam satu dekade terakhir, terutama dari pegiat literasi, jurnalis dan Bobotoh Persib karena tidak adanya bukti otentik dasar penetapan hari jadi Persib pada tanggal 14 Maret 1933,” jelas Prof. Kunto.

2. 5 Rekomendasi

Pada September 2023, Tim Peneliti Hari Jadi Persib menyampaikan lima rekomendasi dan opsi tanggal yang bisa ditetapkan sebagai hari ulang tahun Persib. Lima opsi ini telah dikaji secara ilmiah karena sejauh ini belum ditemukan bukti otentik penetapan pada 14 Maret 1933 sebagai hari jadi Persib.

Menurut Prof. Kunto, Persib merupakan salah satu dari tujuh perserikatan (bond) pendiri Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) pada 19 April 1930. Dengan demikian, Persib yang sebelumnya bernama Bandoengsch Inlandsch Voetbal Bond (BIVB), sudah sepatutnya berdiri lebih dulu dari PSSI.

“Dalam perspektif historis, tanggal 14 Maret 1933 yang selama ini diyakini sebagai hari jadi Persib, tidak berdasarkan fakta sejarah (ahistoris) apabila dikaitkan dengan peran BIVB dalam proses pendirian PSSI pada tanggal 19 April 1930,” jelasnya.

Opsi pertama jatuh pada tanggal 11 Juli 1914, yang berasal dari besluit pengakuan Pemerintah Hindia Belanda terhadap Bandoengsche Voetbal Bond (BVB) yang dalam statuta barunya disahkan pada 10 Oktober 1919.

Opsi kedua jatuh pada tahun kelahiran Bandoengsch Inlandsch Voetbal Bond (BIVB) atau Perserikatan Sepakbola Bumiputra Bandung, cikal bakal Persib, pada 5 Januari 1919. Tanggal tersebut muncul dari analisis terhadap berita “Kaoem Moeda”, 7 Januari 1919 dan 30 Desember 1918.

Opsi ketiga jatuh pada tanggal pertandingan kesebelasan BIVB melawan bond Semarang dalam Stedenwestrijden. Tanggal tersebut terdapat dalam pemberitaan “Kaoem Moeda” edisi 16 April 1923 yang menyebutkan bahwa pada 15 April 1923 telah diselenggarakan vergadering dalam rangka persiapan penyelenggaraan Stedenwestrijden untuk empat bond: Bandung, Batavia, Semarang, dan Surabaya.

Opsi keempat jatuh pada tanggal perayaan satu tahun berdirinya Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond yang diberitakan “Bintang Timoer” edisi 23 Oktober 1929 mengandung makna bahwa pada 22 Oktober 1928 di Kota Bandung telah berdiri perserikatan sepak bola dengan menggunakan identitas keindonesiaan bernama Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond/BIVB (Perserikatan Sepakbola Indonesia Bandung).

Opsi kelima jatuh pada tanggal penggunaan Persib sebagai nama perserikatan dan/atau klub. Alternatif tersebut merujuk pada pemberitaan surat kabar “Sipatahoenan” edisi 19 Maret 1934 (judul berita : PSIB + NIVB = PERSIB).

Sejak Agustus 1934, Bandoengsche Voetbal Unie bersama Voetbalbond Batavia en Omstreken (VBO), Soekaboemische Voetbalbond (SVB), dan Voetbal Bond Garoet en Omstreken (VGO) membentuk Quadruple Alliantie, di bawah West-Java Voetbal Federatie.
Sejak Agustus 1934, Bandoengsche Voetbal Unie bersama Voetbalbond Batavia en Omstreken (VBO), Soekaboemische Voetbalbond (SVB), dan Voetbal Bond Garoet en Omstreken (VGO) membentuk Quadruple Alliantie, di bawah West-Java Voetbal Federatie. (De Koerier, 8 Agustus 1934.)

CEO PT Persib Bandung Bermartabat Glenn T. Sugita bersama Guru Besar FIB Unpad Prof. Kunto Sofianto, Ph.D. l Persib
CEO PT Persib Bandung Bermartabat Glenn T. Sugita bersama Guru Besar FIB Unpad Prof. Kunto Sofianto, Ph.D. l Persib

3. Diambil dari Kelahiran Bandoengsch Inlandsch Voetbal Bond

Prof. Kunto juga menjelaskan, di antara lima titimangsa yang ditemukan oleh tim peneliti, tanggal 5 Januari 1919 merupakan hasil interpretasi yang paling logis karena didukung oleh fakta sejarah yang kuat (primer).

“Setelah melewati langkah-langkah ilmiah yang lumayan panjang, termasuk uji publik melalui Focus Group Discussion (FGD) secara terbuka, kami berkeyakinan untuk menyimpulkan bahwa tanggal 5 Januari 1919 bisa dijadikan sebagai hari jadi Persib,” ujar Prof. Kunto.

Dasar penetapan 5 Januari 1919 sebagai hari jadi Persib adalah adanya momen kesepakatan dalam vergadering (rapat) 13 klub pribumi seperti KBS, BB (Bintang Bandoeng), STER (Steeds trappen en rennen), Diana (Doe is alles niet achteruit), Zwaluw, BIVC, BVC, KVC, VVC, Visser, NVC, Brom dan Pasar Ketjil untuk mendirikan sebuah bond atau perserikatan bernama Bandoengsch Inlansch Voetbal Bond (BIVB). Fakta tersebut ditemukan dalam pemberitaan surat kabar Kaoem Moeda edisi 7 Januari 1919.

Tanggal tersebut merupakan kali pertama penyebutan suatu bond atau perserikatan sepakbola bumiputera di Bandung dengan nama Bandoengsch Inlandsch Voetbal Bond (BIVB). Sebelum tanggal itu, tidak ditemukan adanya bond atau perserikatan sepakbola bumiputera serupa di Bandung.

Untuk itu, dilakukan interpretasi verbal terhadap berita “Kaoem Moeda”, 7 Januari 1919 dan berita yang terbit sebelum tanggal itu dan hasilnya, vergadering itu dilaksanakan pada 5 Januari 1919.

Pada Kaoem Moeda edisi 30 Desember 1918 (terbit sekitar seminggu sebelum vergadering), disebutkan pula bahwa telah dijadwalkan pada 1 Januari, 5 Januari, dan 12 Januari 1919 pertandingan antar klub.

Jadi, bisa dipastikan bahwa acara vergadering BIVB terjadi pada hari Minggu 5 Januari 1919 dengan diadakannya pertandingan luar biasa antara klub K.V.C melawan Zwaluw. 

4. Jersey Persib Bandung Bukan Biru

Tim Peneliti dari Universitas Padjadjaran (Unpad) menemukan sejumlah fakta menarik terkait sejarah Persib Bandung, termasuk logo dan warna jersey tim pada zaman dahulu.

Seperti diketahui Tim Peneliti Unpad dalam risetnya menemukan fakta bahwa tanggal dan tahun kelahiran Persib bukanlah pada 14 Maret 1933, melainkan pada 5 Januari 1919.

Selain itu, berdasarkan hasil riset ilmiah dari Tim Peneliti Hari Jadi Persib yang diketuai Guru Besar Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unpad, Prof. Kunto Sofianto, Ph.D, ditemukan fakta Persib sempat menggunakan jersey berwarna merah dan hitam.

Terkait logo, Kunto Sofianto mengatakan, Persib sebelum tahun 1950-an tidak menggunakan logo yang spesifik. Tim peneliti menemukan fakta logo Persib hingga tahun 1957 pun kemungkinan belum memakai logo yang digunakan saat ini, karena masih ada pengaruh dari klub Eropa.

“Sebetulnya sudah, cuman sekarang sedang disusun. Nanti ada histografis secara umum, ini kan baru hari jadi Persib dan logo dan jersey, kami juga sekarang 3-4 bulan ke depan akan menerbitkan sebuah buku yang lengkap dari lahir sampai kontemporer,” kata Kunto, Minggu 17 Desember 2023.

“Seperti yang saya katakan tadi, zaman-zaman awal itu tidak pakai logo, Belanda juga tidak pakai logo, tahun 1957 baru, saya kira itu pengaruh dari global klub klub Eropa, kalau dulu gak ada, sederhana saja,” ujarnya.

Sedangkan untuk warna jersey, kata Kunto, hasil riset menunjukkan warna biru baru digunakan Persib sekira tahun 1936. Meski begitu, Kunto menyadari yang namanya sejarah akan selalu bisa ‘diluruskan’ sebab bukan tidak mungkin ke depan ditemukan fakta baru terkait logo maupun warna jersey.

“Itu Bandung Inlandsch Voetbal Bond itu pertama dikatakan merah dan hitam, lalu ada warna lain hitam dan putih, celananya putih, mulai 36 itu bulao (biru). Itu penelitiannya sangat berat, kami tim sejarah sudah terbiasa lah mengotak atik arsip,” tuntasnya.

5. Logo Tidak Boleh Berubah

Ketua Asosiasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Provinsi Jawa Barat, Tommy Apriantono menegaskan, terdapat tujuh klub bola di Indonesia yang dilarang mengganti logo, nama, serta domisili.

Ia menyatakan hal tersebut pada saat acara syukuran ulang tahun Persib yang ke-88 bersama 36 Pemain Senior (PS) dan Legenda Persib di Aula Gedung Asosiasi PSSI Jawa Barat, Jalan Lodaya No. 20, Kota Bandung, Ahad (14/3/2021) silam.

“Yaitu Persib Bandung, Persebaya Surabaya, Persija Jakarta, Persis Solo, PSIM, PSM Madiun, dan PPSM Magelang,” ujar Tommy.

Larangan ini adalah bentuk penghargaan kepada ketujuh klub tersebut yang merupakan klub-klub pendiri PSSI. Hal ini tertuang dalam Statuta PSSI Pasal 17 poin G, yang berbunyi:

Sebagai penghargaan kepada 7 (tujuh) Klub Pendiri PSSI, yaitu PSIM Jogjakarta, Persis Solo, Persib Bandung, Persija Jakarta, Persebaya Surabaya, PSM Madiun, dan PPSM Magelang, maka ketujuh Klub tersebut wajib melindungi seluruh aset sepak bola mereka termasuk nama, logo, domisili dan warisan sepak bola lainnya di setiap waktu, dan tidak melakukan perubahan (pengurangan atau penambahan) hal-hal tersebut dengan alasan apapun di kemudian hari.

Kendati beberapa tim sepakbola berganti nama, logo, serta domisili seperti yang dilakukan oleh Martapura FC menjadi Dewa United FC, yang asalnya Banjar pindah ke Tangerang Selatan, serta ada Bhayangkara FC menjadi Bhayangkara Solo FC, ada sedikit perubahan di logo, dan domisili berpindah dari Jakarta ke Solo, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Umuh Muctar mengungkapkan kabahagiannya terhadap Persib yang masih eksis dan masih menjadi ikon Bandung serta merupakan salah satu klub profesional di Indonesia.

“Saya bangga, hingga saat ini Persib masih merupakan tim besar. Saya atau pengurus lainnya bisa saja hilang, tapi Persib selamanya akan selalu ada,” kata Umuh.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer