5 Misteri, Mitos dan Fakta Gunung Sunda Sukabumi

- Redaksi

Kamis, 14 September 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Puncak Gunung Sunda. l Istimewa

Puncak Gunung Sunda. l Istimewa

sukabumiheadline.com l CISAAT – Kabupaten Sukabumi merupakan salah daerah di Jawa Barat yang memiliki beragam objek wisata yang menari untuk dikunjungi. Selain karena keindahan pemandangannya, juga karena objek wisata tertentu diyakini menyimpan banyak mitos dan misteri.

Salah satu gunung yang menarik perhatian adalah Gunung Sunda, sebuah puncak megah di bawah langit biru Tatar Pasundan.

Meski terkenal dengan keindahannya yang memukau, Gunung Sunda juga menyimpan sejumlah mitos dan misteri yang menjadi bagian dari sejarah dan budaya setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Daerah pegunungan ini terbentuk dari batu pasir kuarsa, dengan kemiringan lebih dari 40%, luas -+150 hektare. Ini menjadi cekungan dan sumber air untuk beberapa desa di sekitar gunung tersebut.

Gunung Sunda Juga menjadi tempat Wisata yang sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan, tidak hanya datang dari Jawa Barat sendiri tapi juga datang dari luar Provinsi Jawa Barat Diketahui Gerbang utama menuju Gunung ini berada di Kampung Jambelaer, Desa Padaasih, Kecamatan Cisaat atau sekira 3 km dari Polsek Cisaat.

Untuk sampai ke arah Puncak Gunung Sunda, diperlukan waktu rata rata 10 menit.

Pemandangan dari Puncak Gunung Sunda di sebelah utara nampak terlihat jelas Gunung Gede Pangrango serta hamparan permukiman warga yang memesona mata.

Namun, di balik keunikan dan keindahan panorama yang disuguhkan Gunung Sunda, banyak terdapat cerita mitos dan Mistis yang dipercayai oleh warga setempat.

Baca Juga :  Pengepul Barbek di Sukabumi Jadi Tourist Guide, Wisatawan Asing Mana Paling Royal?

Berikut adalah cerita-cerita mitos atau cerita mistik yang beredar tentang mitos Gunung Sunda yang berhasil dirangkum Pagaralampos.com dari berbagai Sumber.

1. Jadi Tempat Persembunyian

Gunung Sunda memiliki nama lain yaitu Gunung Kerud atau Gunung Tunda (taruh/simpan).

Tujuan penamaan lain dari Gunung Sunda tersebut konon karena di lokasi tersebut pada zaman dahulu merupakan tempat persembunyian. Sehingga lokasi keberadaan Gunung Sunda tidak diketahui.

2. Ada Benda Pusaka

Terdapat juga cerita, tujuan penamaan lain dari Gunung Sunda dengan Gunung Tunda supaya tidak diketahui keberadaan barang pusaka di lokasi ini.

Konon, jika benda pusaka diketahui keberadaanya, maka orang yang menemukannya akan menjadi kaya raya atau menjadi penguasa. Karenanya para leluhur sengaja mengganti nama Gunung Sunda ini menjadi Gunung Kerud atau Gunung Tunda.

3. Goa yang Terhubung ke Goa Kutamaneuh

Di sekitar Gunung Sunda terdapat sebuah Goa. Konon di goa itu merupakan tempat penyimpanan peralatan senjata perang laskar Pajajaran. Karenanya, di lokasi ini dipercaya sering ada penampakan berupa ‘maung’ atau macan.

Cerita lainnya, Goa yang nampak besar dari luar namun kedalamnya menyempit itu konon tembus dan terhubung dengan Goa Kutamaneuh di Gunungguruh dan Goa Sarongge Cicantayan.

4. Persinggahan Prabu Siliwangi 

Sebagian lokasi di Gunung Sunda masih dikeramatkan karena dipercaya tempat persinggahan Prabu Siliwangi dan para pengawalnya.

Baca Juga :  Dijamin Betah, Melihat 5 Pesona Pantai Terindah di Sukabumi

Pengabdi Prabu Siliwangi percaya penghuni goa dan Gunung Sunda, sewaktu-waktu menampakkan berupa macan hitam bergaris merah yang disebut Maung Lodaya.

Di sekitar lokasi Gunung Suna ini, konon kerap adanya penampakan hal gaib yakni berupa kereta kencana yang dipercayai berasal dari Kerajaan Pajajaran.

5. Batu Buruy, Pesantren Gaib dan Tempat Pertapaan Para Jawara

Di sekitar Gunung Sunda terdapat beberapa batu purba. Diantaranya; Batu Buruy, Batu Lulumpang, Batu Kasur dan Batu Bilik.

Di sebut Batu Buruy karena batu tersebut menyerupai bentuk buruy (kecebong), dan terdapat sebuah lobang yang selalu terisi air dan didalanya hidup binatang buruy atau kecebong.

Batu buruy sendiri berdiri sisi sebelah barat berada tidak jauh dari puncak gunung sunda.

Konon, di Batu Buruy tersebut sering dikunjungi dan dijadikan pertapaan oleh para jawara yang hendak menaikan ilmu kanuragan atau kesaktian.

Selain itu, di sekitar Batu Buruy terdapat pesantren gaib yang di pimpin oleh Eyang Haji Raden Suryakencana dengan para santrinya dari bangsa Jin.

Sehingga konon, para jawara yang hendak menaikan ilmu kesaktian harus ikut di pesantren gaib tersebut.

Sebagai informasi. Dalam beberapa tahun belakangan, Gunung Sunda sempat dikelola oleh suatu komunitas pecinta pariwisata dan ramai dikunjungi banyak wisatawan.

Berita Terkait

Kombes Irvan Prawira Satyaputra: Profil, sekolah dan karier perwira polisi asal Sukabumi
Umar bin Khattab ancam akan merajam, begini hukum nikah siri dalam Islam
KH Ahmad Sanusi: Mengingat 5 fase hidup ulama pejuang dari Sukabumi
Januari 2026: Jawa Barat terbanyak dihuni Muslim, Sukabumi berapa?
Sisi baik Firaun, manusia sombong mengaku tuhan tapi berumur panjang
Hukum menghilangkan tahi lalat di wajah menurut Islam
Kisah Kasim, pria berkutil asal Sukabumi jadi TKI sejak 1919
Doa ganti tahun dan hukum merayakan tahun baru Masehi menurut Islam

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 19:31 WIB

Umar bin Khattab ancam akan merajam, begini hukum nikah siri dalam Islam

Jumat, 9 Januari 2026 - 01:00 WIB

KH Ahmad Sanusi: Mengingat 5 fase hidup ulama pejuang dari Sukabumi

Selasa, 6 Januari 2026 - 00:12 WIB

Januari 2026: Jawa Barat terbanyak dihuni Muslim, Sukabumi berapa?

Senin, 5 Januari 2026 - 18:35 WIB

Sisi baik Firaun, manusia sombong mengaku tuhan tapi berumur panjang

Sabtu, 3 Januari 2026 - 19:25 WIB

Hukum menghilangkan tahi lalat di wajah menurut Islam

Berita Terbaru

Ilustrasi chart dan hoaks - sukabumiheadline.com

Tekno & Sains

2025 Sukabumi tertinggi, JSH: Hoaks di Jawa Barat naik signifikan

Kamis, 15 Jan 2026 - 16:55 WIB

Mengendarai sepeda motor matic saat hujan deras - sukabumiheadline.com

Sains

Prakiraan cuaca Sukabumi, sepekan ke depan masih hujan

Kamis, 15 Jan 2026 - 02:42 WIB