5 sejarah dan 5 ciri Goa Kutamaneuh Sukabumi, favorit wisatawan asing tanah pilihan IKN

- Redaksi

Minggu, 13 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Goa Kutamaneuh di Babakan Ciburial, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kini menjadi daya tarik baru turis mancanegara.

Salah satu daya tarik goa ini, karena pernah menjadi petilasan Prabu Dewataprana Sri Baduga Maharaja atau dikenal dengan nama Prabu Siliwangi. Sosok Raja Pajajaran, pada 1482 hingga 1521.

Karenanya, bukan itu saja goa bernilai sejarah, namun juga banyak dikunjungi peziarah karena Instragramable.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kutamaneuh memiliki makna, Kuta atau singkatan dari kata Makuta atau “topi raja”. Sedangkan Maneuh artinya “tetap” atau “diam” pada tempatnya. Apabila disatukan dua kata itu, berarti tempat untuk beristirahat raja.

“Banyak wisatawan yang datang ke goa yang ada kaitannya dengan legenda pelarian Prabu Siliwangi. Biasanya wisatawan mancanegara banyak datang ke goa saat Maulid juga akhir pekan dan hari libur,” jelas juru kunci Goa Kutamaneuh, Unang.

Goa ini, sambung Unang, lekat dengan legenda, di mana diceritakan bawah Goa Kutamaneuh ini merupakan tempat bersembunyi dan peristirahatan Raja Pajajaran, Prabu Siliwangi serta anaknya, Raden Kian Santang dan keluarga serta pengikutnya dari kejaran musuhnya.

Di dalam goa ini, terdapat sebuah kolam pemandian dan dua pintu, satu pintu masuk sebelah barat dan sebelah timur pintu keluar. Juga ada sembilan ruangan yang disinyalir menjadi tempat untuk beristirahatnya Raja Pajajaran itu.

Walaupun sudah tergerus zaman, namun goa tersebut masih terjaga dan ruangan itu sekarang digunakan oleh pengunjung untuk bertirakat.

Baca Juga:

5 fakta dan 5 ciri Goa Kutamaneuh Sukabumi, destinasi favorit wisatawan asing
5 fakta dan 5 ciri Goa Kutamaneuh Sukabumi, destinasi favorit wisatawan asing – Istimewa

Hampir setiap hari selalu saja wisatawan yang datang dari Thailand, Malaysia, Brunei Darusalam dan beberapa negara dari lainnya.

Baca Juga :  Hasil Penelusuran Polisi, Ini Pemilik Ayla Ditinggal di Pinggir Jalan Cikembar Sukabumi

Sedangkan wisatawan dalam negeri, antara lain berasal dari Bogor, Jakarta, Jawa Tengah, Banten, Bandung, dan Sumatera. Bagi yang mau tirakat ada syarat khusus karena biasanya mereka menghabiskan waktu hingga beberapa hari untuk meminta wangsit.

“Siapapun boleh datang dan masuk asalkan menjaga kebersihan dan menjaga kesantunan. Kami masih menjaga kearifan lokal di Goa Kutamaneuh ini, sehingga tidak ada yang berubah kecuali alam yang merubahnya,” tambahnya.

Banyak yang datang karena penasaran, sekadar melihat-lihat keindahan dan menikmati panorama alam di sekitar goa. Sebab dari luar, goa ini tak menampakkan keangkeran dan mistisnya, tetapi terlihat hijau dan asri.

Di dalam Goa Kutamaneuh ternyata cukup luas. Bahkan, terdapat 9 kamar berukuran cukup luas yang biasa digunakan oleh para pengunjung.

Setiap pengunjung keinginannya berbeda-beda. Waktu itu, dirinya masuk ke dalam goa dengan niat setengah hati dan lebih pada penasaran. Maka itu, harapannya tidak kesampaian.

Baca Juga:

Banyak juga pengunjung yang tidak mempercayai adanya keberkahan saat bersemedi di goa itu. Alasannya, Goa Kutameneuh lebih cocok untuk tempat wisata dan refreshing saja.

Menginjakkan kaki di depan pintu, sudah ada dua patung harimau cukup besar. Bagi peziarah yang datang dengan harapan tertentu, di dalam goa harus menempuh jalan cukup sulit. Harus berbekal keberanian dan ketangkasan. Agar begitu masuk dalam goa, tidak pulang dengan tangan kosong.

Untuk masuk ke goa, pengunjung harus membawa lampu senter, petromaks, atau obor. Sebab, lorongnya dalam dan gelap gulita serta bisa tersesat. Bila tanpa pemandu, bisa-bisa hanya berjalan berkutat di dalam goa.

Baca Juga :  Warga Sukabumi, Berikut 5 Cara Membedakan BPKB Asli dan Palsu

Masuk Goa Kutamaneuh tidak boleh sembarangan. Salah-salah bisa kualat atau ketiban sial. Karena itu harus minta izin kepada juru kunci goa yang saat ini berjumlah sembilan orang. Sebab, juru kunci inilah yang dipercaya menjaga keamanan goa. Bagi yang ingin bersemedi, juru kunci atau kuncen akan mengantar-jemputnya agar tidak kesasar.

Baca Juga:

5 fakta dan 5 ciri Goa Kutamaneuh Sukabumi, destinasi favorit wisatawan asing
5 fakta dan 5 ciri Goa Kutamaneuh Sukabumi, destinasi favorit wisatawan asing – Istimewa

5 catatan sejarah Goa Kutamaneuh

  1. Goa Kutamaneuh dikaitkan dengan Prabu Siliwangi, sang Raja Pajajaran. Karenanya, goa ini disebut sebagai salah satu pusat keramaian di zaman Pajajaran, bersama dengan Kutawesi.
  2. Goa Kutamaneuh menjadi tempat perlindungan masyarakat Kutawesi ketika diserang Banten setelah Prabu Siliwangi meninggal.
  3. Goa Kutamaneuh menjadi destinasi wisata religi sejak tahun 1950.
  4. Di atas Goa Kutamaneuh terdapat kuburan pejuang Islam yang melawan Belanda.
  5. Goa Kutamaneuh menjadi tempat pengambilan tanah dan air oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk prosesi Kendi Nusantara di IKN Kalimantan Timur.

Baca Juga:

5 ciri Goa Kutamaneuh

  1. Goa ini memiliki banyak lubang atau goa-goa yang kerap dijadikan tempat bertirakat.
  2. Di dalam Goa Kutamaneuh terdapat sumber mata air yang jernih, sehingga lantai goa ini terkenal cukup licin
  3. Goa Kutamaneuh memiliki ruangan yang berukuran relief.
  4. Goa Kutamaneuh memiliki area yang cukup luas dan gelap.
  5. Untuk berkunjung ke Goa Kutamaneuh, pengunjung disarankan untuk diantar oleh juru kunci.

Berita Terkait

Sinopsis Titip Bunda di Surga-Mu, drama keluarga dibintangi artis senior tayang bulan depan
Memahami tren grey divorce, pemicu dan dampak perceraian abu-abu
5+3 olahan telur yang menyehatkan dan gak membosankan
Peran ayah meningkat hingga hybrid parenting jadi tren 2026 di kalangan orang tua
Tak lagi AQUA, Dedi Mulyadi suguhkan air minum premium dari Sukabumi untuk tamu
Tren baru penampilan perempuan 2026: Busana, rambut, warna hingga aksesoris
KDM akan dirikan Sekolah Maung: Jurusan, kuota dan lokasi SMK Manusia Unggul
5 tren warna lipstik 2026: Antara volume, ekspresif dan hasil akhir

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 16:15 WIB

Memahami tren grey divorce, pemicu dan dampak perceraian abu-abu

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:05 WIB

5+3 olahan telur yang menyehatkan dan gak membosankan

Sabtu, 17 Januari 2026 - 00:44 WIB

Peran ayah meningkat hingga hybrid parenting jadi tren 2026 di kalangan orang tua

Rabu, 14 Januari 2026 - 09:51 WIB

Tak lagi AQUA, Dedi Mulyadi suguhkan air minum premium dari Sukabumi untuk tamu

Selasa, 13 Januari 2026 - 21:23 WIB

Tren baru penampilan perempuan 2026: Busana, rambut, warna hingga aksesoris

Berita Terbaru