5 tahun terakhir penduduk miskin Kabupaten Sukabumi hanya turun 0.22%

- Redaksi

Kamis, 13 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi penduduk miskin - Magnolia Tribune

Ilustrasi penduduk miskin - Magnolia Tribune

sukabumiheadline.com – Fakta dalam 5 tahun terakhir, 2019-2024, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, hanya turun 0.22 persen. Dari 2019 sebanyak 7,09 persen menjadi 6,87 persen pada 2024.

Sedangkan pada 2024, jumlah total penduduk adalah 2.828,024 jiwa (Badan Pusat Statistik/BPS 2025). Jumlah tersebut tersebar di 47 kecamatan, 381 desa, dan 5 kelurahan.

Berikut adalah rincian data Garis Kemiskinan (GK) dalam rupiah/kapita/bulan, Jumlah Penduduk Miskin (JPM) ribu, dan Persentase Penduduk Miskin (PPM) Kabupaten Sukabumi, 2019-2024, dikutip sukabumiheadline.com, Kamis (13/3/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

  1. 2020: GK Rp328.284 /kapita/bulan, JPM 175,10 ribu jiwa, dan PPM 7,09 persen dari total penduduk Kabupaten Sukabumi
  2. 2021: GK Rp342.094 /kapita/bulan, JPM 194,35 ribu jiwa, dan PPM 7,70 persen dari total penduduk Kabupaten Sukabumi
  3. 2022: GK Rp357.636 /kapita/bulan, JPM 186,28 ribu jiwa, dan PPM 7,34 persen dari total penduduk Kabupaten Sukabumi
  4. 2023: GK Rp392.705 /kapita/bulan, JPM 178,71 ribu jiwa, dan PPM 7,01 persen dari total penduduk Kabupaten Sukabumi
  5. 2024: GK Rp416.751 /kapita/bulan, JPM 175,93 ribu jiwa, dan PPM 6,87 persen dari total penduduk Kabupaten Sukabumi
Baca Juga :  86 ribu IRT di Kabupaten Sukabumi tak ikut KB karena ingin punya anak, tapi hanya 19 ribu hamil

Menyimak data di atas, penduduk miskin di Sukabumi hanya berkurang 0,22 persen atau sekira 437 jiwa pada 2024, dibandingkan 2019.

Rutilahu milik salah seorang warga miskin di Kabupaten Sukabumi - Istimewa
Rutilahu milik salah seorang warga miskin di Kabupaten Sukabumi – Istimewa

Untuk perbandingan, pada 2016 GK Rp270.055, JPM 198,70 ribu jiwa, dan PPM 8,13%. Kemudian pada 2017, GK Rp284.603, JPM 197,10 ribu jiwa, dan PPM 8,04% dari total penduduk Kabupaten Sukabumi.

Selanjutnya 2018, GK Rp302.213,
JPM 166,30 ribu jiwa, dan PPM 6,76%. Kemudian pada 2019, GK Rp309.676, JPM 153,30 ribu jiwa, dan PPM 6,22% dari total penduduk Kabupaten Sukabumi.

Baca Juga: 17 kecamatan di Kabupaten Sukabumi dihuni pengidap HIV/AIDS, dari Cicurug hingga Pajampangan

Sampah
Ilustrasi warga miskin – Istimewa

Apa itu Garis Kemiskinan? 

Garis kemiskinan (GK) adalah nilai pengeluaran minimum yang dibutuhkan seseorang untuk memenuhi kebutuhan dasar, baik makanan maupun non-makanan, agar tidak dikategorikan sebagai miskin.

Baca Juga :  Ternyata ada ribuan jiwa, ini asal dan lokasi penempatan transmigran asal Sukabumi

GK mencerminkan jumlah rupiah yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok hidup selama sebulan, termasuk kebutuhan makanan (GKM) dan non-makanan (GKNM).

Sedangkan, GKM adalah nilai pengeluaran minimum untuk kebutuhan makanan yang setara dengan 2100 kilokalori per kapita per hari.

Sementara itu, Garis Kemiskinan Non-Makanan adalah nilai pengeluaran minimum untuk kebutuhan non-makanan seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

Dengan demikian, Garis Kemiskinan adalah penjumlahan dari GKM dan GKNM.

Dalam hal menentukan angka Garis Kemiskinan, BPS menggunakan pendekatan kebutuhan dasar untuk menetapkan garis kemiskinan, dengan mempertimbangkan pengeluaran minimum sebagai acuan.

Sebagai contoh, pada September 2024, garis kemiskinan di Indonesia adalah Rp595.242 per bulan atau Rp21.250 per hari. Atau dengan kat lain, masyarakat dengan penghasilan Rp595.242 ke bawah masuk kategori Miskin.


Dilarang republikasi artikel Rubrik Headline tanpa seizin Redaksi sukabumiheadline.com

Berita Terkait

Jumlah organisasi kemasyarakatan di Sukabumi: Kabupaten 666 ormas, kota?
Penduduk Sukabumi didominasi laki-laki, tapi mayoritas berumur pendek
Sukabumi berapa? Merinci pemkot dan pemkab pemilik saham bjb se-Jawa Barat dan Banten
Wanita Sukabumi diintai ancaman dan tantangan kultural, stereotip hingga kekerasan
Angka pengangguran Sukabumi tinggi, ini dampak ekonomi, sosial, politik dan psikologis
Membanding angka perceraian Kota dan Kabupaten Sukabumi dua tahun terakhir, pengertian dan prosedur
Syarat, tanggung jawab, jumlah bidan di Kabupaten Sukabumi dan jumlah AKI/AKB
Daftar titik rawan kecelakaan maut di Sukabumi dan pemicunya

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 03:36 WIB

Jumlah organisasi kemasyarakatan di Sukabumi: Kabupaten 666 ormas, kota?

Selasa, 3 Februari 2026 - 00:01 WIB

Penduduk Sukabumi didominasi laki-laki, tapi mayoritas berumur pendek

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:19 WIB

Sukabumi berapa? Merinci pemkot dan pemkab pemilik saham bjb se-Jawa Barat dan Banten

Selasa, 27 Januari 2026 - 02:58 WIB

Wanita Sukabumi diintai ancaman dan tantangan kultural, stereotip hingga kekerasan

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:37 WIB

Angka pengangguran Sukabumi tinggi, ini dampak ekonomi, sosial, politik dan psikologis

Berita Terbaru

Ilustrasi ASN sedang melakukan korve atau kerja bakti - sukabumiheadline.com

Nasional

Mendagri wajibkan ASN kerja bakti tiap Selasa dan Jumat

Selasa, 10 Feb 2026 - 08:00 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131