sukabumiheadline.com l Suku Himba adalah penduduk asli dengan perkiraan populasi sekitar 50.000 orang yang tinggal di Namibia utara, di Wilayah Kunene dan di sisi lain Sungai Kunene di Angola selatan.
Ada juga beberapa kelompok yang tersisa dari OvaTwa, yang juga merupakan OvaHimba, tetapi merupakan pemburu-pengumpul.
Suku Himba dikenal memiliki tradisi unik dan nyeleneh, di mana wanita Suku Himba tidak mandi bahkan mencuci tangan saja dibatasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan, cara mereka mandi tidak memakai air melainkan menggunakan asap. Di mana dengan menaruh arang bakar ke dalam mangkuk kecil berisi tanaman herbal (kebanyakan daun dan cabang kecil pohon Commiphora) dan menunggu asap naik.
Setelah itu mereka akan membungkuk di atas mangkuk berasap. Panas dari asap tersebut akan membuat mereka berkeringat.
Untuk membersihkan tubuh secara menyeluruh, mereka akan menutup diri dengan selimut sehingga asap terperangkap di bawah kain.
Untuk menghias diri, mereka juga tidak pergi ke salon atau menggunakan kosmetik, mereka menggunakan adonan yang bernama otjize. Adonan ini campuran mentega, lemak, dan tanah liat berwarna merah.
Adonan ini biasanya disempurnakan dengan getah tumbuhan untuk menambah aroma yang menyenangkan.
Adonan tanah liat atau otjize ini setiap hari dibalut ke rambut dan tubuh mereka, sehingga menghasilkan tampilan yang bernuansa serba merah yang unik dan menawan.
Otjize juga dipercaya sebagai pelindung kulit dari matahari dan agar terbebas dari gigitan serangga. Namun, mereka lebih menganggap otjize sebagai makeup yang wajib dipakai sehari-hari.
Sementara untuk tatanan rambut, perempuan Himba menambahkan bulu kambing ke dalam adonan otjize untuk menambahkan volume rambut gimbal tersebut.
Karenanya, gadis remaja Suku Himba akan menata rambutnya dengan untaian kepang-kepang gimbal yang dibiarkan menggantung di hadapan wajah mereka.
Ini melambangkan bahwa mereka memasuki masa pubertas, dan rambut yang menutupi wajah dimaksudkan untuk membatasi pandangan laki-laki.
Sedangkan perempuan-perempuan yang sudah siap menikah, akan menata kepangan rambut gimbal mereka sedikit ke belakang sehingga bisa memperlihatkan wajah mereka.
Walau tidak pernah tersentuh air, perempuan Suku Himba diakui sebagai yang paling indah di seluruh Afrika. Mereka yakin hanya dengan otjize, tubuh akan tetap bersih tanpa harus mandi dengan air.
Tradisi lainya, Suku Himba juga memiliki tradisi unik lain, menghiasi bayi yang baru lahir dengan kalung manik-manik.
Beberapa penduduk desa Suku Himba cenderung sosial dan sangat religius, membalikkan dan menyembah dewa-dewa kuno merek.