Setelah LGBT Rusia ditetapkan sebagai gerakan teroris dan ekstremis

- Redaksi

Selasa, 27 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua perempuan LGBT - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Dua perempuan LGBT - Ilustrasi sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Pemerintah Rusia secara resmi telah menetapkan “gerakan sosial LGBT internasional dan unit strukturalnya” sebagai organisasi ekstremis dan teroris.

Langkah ini bukanlah berarti ada kelompok teroris LGBT yang melakukan serangan di Rusia, melainkan bagian dari pengetatan hukum di Rusia terhadap ekspresi orientasi seksual dan identitas gender yang berbeda dengan pandangan tradisional.

Mahkamah Agung Rusia mengeluarkan keputusan ini pada November 2023, yang kemudian ditindaklanjuti dengan penambahan gerakan tersebut ke dalam daftar teroris dan ekstremis oleh badan pengawas keuangan Rusia pada Maret 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konsekuensi dari keputusan ini sangat signifikan, karena individu atau kelompok yang terkait dengan aktivitas LGBT, termasuk melakukan “propaganda” (sesuai undang-undang yang berlaku), kini dapat menghadapi tuntutan pidana serius, termasuk hukuman penjara.

Undang-undang baru melarang hal yang disebut “propaganda hubungan seksual non-tradisional” di semua kelompok umur.

Siapa pun yang ketahuan melakukan “pelanggaran” ini dapat didenda hingga 400.000 rubel (hampir Rp90 juta), dengan denda yang jauh lebih tinggi untuk organisasi atau jurnalis.

Di bawah payung hukum anti-terorisme dan ekstremisme Rusia. Sebelum gerakan LGBT, daftar ini mencakup entitas seperti Al Qaeda.

Perwakilan kaum gay dan transgender mengkhawatirkan ketetapan tersebut akan berujung pada aksi penangkapan dan penuntutan.

Daftar itu dikelola oleh lembaga yang disebut Rosfinmonitoring. Badan tersebut memiliki otoritas untuk membekukan rekening bank dari lebih dari 14.000 orang dan entitas yang ditetapkan sebagai ekstremis dan teroris, mulai dari Al Qaeda hingga raksasa teknologi AS Meta dan rekan mendiang pemimpin oposisi Rusia, Alexey Navalny.

Daftar baru tersebut mengacu pada “gerakan sosial LGBT internasional dan unit strukturalnya,” kata kantor berita negara RIA.

Sebagai bagian dari perubahan nilai-nilai kekeluargaan yang kontras dengan sikap dekaden Barat, Rusia di bawah Presiden Vladimir Putin justru memperketat pembatasan terhadap ekspresi orientasi seksual dan identitas gender selama satu dekade terakhir.

Selain itu, Rusia juga telah meloloskan undang-undang yang melarang hubungan seksual “non-tradisional” dan melarang perubahan gender secara hukum atau medis.

Olga Baranova, dari Moscow Community Centre for LGBT+ Initiatives, mengatakan kepada saya bahwa undang-undang baru itu akan semakin menstigmatisasi orang LGBT.

“Kami akan sepenuhnya pergi di bawah tanah, akan ada pernikahan fiktif, keluarga fiktif. Orang-orang yang mampu akan meninggalkan negara,” katanya dilansir BBC.

“Mereka yang tidak bisa pergi akan pergi ke bawah tanah dan mencari pasangan entah bagaimana caranya – menggunakan saluran tertutup,” imbuhnya.

Berita Terkait

Partainya Benjamin Netanyahu kalah di Pemilu Israel, oposisi bersorak-sorai di Tel Aviv
Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya
Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat
Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia
Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv
Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada
Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat
Ajakan boikot Adidas meluas, eks tentara Israel jadi bintang iklan kaki palsu

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 05:33 WIB

Partainya Benjamin Netanyahu kalah di Pemilu Israel, oposisi bersorak-sorai di Tel Aviv

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Partai Arab kian disukai warga Israel, Netanyahu khawatir bisa kalahkan partainya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv

Berita Terbaru

Ilustrasi kasir sedang menghitung pembelian dan pajak - sukabumiheadline.com

Regulasi

Pemkot Sukabumi paksa pemilik usaha pasang tapping box

Jumat, 30 Okt 2026 - 09:26 WIB