Musim Macet Sukabumi Segera Tiba, Ini Perkiraan Libur Lebaran 2024

- Redaksi

Jumat, 15 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemacetan lalu lintas di exit toll Bocimi Seksi 2 pada musim libur Lebaran 2023. l Istimewa

Kemacetan lalu lintas di exit toll Bocimi Seksi 2 pada musim libur Lebaran 2023. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Tidak lama lagi seluruh umat Muslim akan melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 2024 yang akan berlangsung sekira tiga bulan lagi. Momen istimewa puasa selama sebulan penuh bagi umat Islam itu dimulai pada Maret-April 2024.

Akhir Ramadhan, perayaan Idul Fitri, biasanya dirayakan dengan berbagai kegiatan, termasuk mengunjungi berbagai tempat wisata. Karenanya, tak heran jika musim Lebaran tiba, ribuan kendaraan menyerbu wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, untuk berlibur.

Pada libur Lebaran, hampir semua tempat wisata di Sukabumi diserbu wisatawan dari berbagai daerah selama satu pekan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sudah lazim, setiap libur dan cuti bersama Idul Fitri, menjadi musim kemacetan lalu lintas di wilayah Sukabumi, baik di wilayah Utara maupun Selatan.

Untuk informasi, Kementerian Agama (Kemenag) lazimnya akan menginformasikan tanggal awal Ramadhan dan Idul Fitri setelah menggelar sidang isbat yang biasanya dilaksakan pada 29 Syaban 1445 H atau 10 Maret 2024.

Meski demikian, ada sejumlah prediksi yang menyebutkan kapan dimulainya Ramadhan 2024. Salah satunya dari seorang ahli astronomi asal Uni Emirat Arab (UEA), Ibrahim Al Jarwan.

Baca Juga :  Asal usul Lebaran Haji dan Perbedaan Idul Fitri dengan Idul Adha

Mengutip dari Gulf News, edisi Rabu (13/11/2023), menurut Al Jarwan, perjalanan menuju awal Ramadan resmi diawali dengan lahirnya Bulan sabit baru di Rabiul Awal.

Ia memberi contoh Bulan sabit baru muncul pada hari Jumat, 15 September 2023 pukul 05.40 waktu UEA. Saat matahari terbenam pada hari tersebut, Bulan sabit akan berada pada ketinggian 4 derajat di atas ufuk barat pada pukul 12.43 waktu setempat.

Sementara, posisi Bulan terletak sekitar 21 menit setelah matahari terbenam. Peristiwa astronomi ini kemudian menandai dimulainya bulan Rabiul Awal pada Sabtu, 16 September 2023.

Dengan kata lain, awal Ramadhan 2024 akan dimulai pada Kamis, 12 Maret 2024 sesuai dengan prediksi astronomi tersebut. Periode puncak puasa Ramadan ini diperkirakan berakhir pada 9-10 April 2024 sementara Idul Fitri 2024 akan jatuh pada kisaran 10-11 April 2024 bergantung pada penampakan bulan.

Prediksi tersebut senada dengan Kalender Hijriah Indonesia 2024 yang disusun oleh Direktorat Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Kemenag.

Baca Juga :  Megawati Sedih Ibu-Ibu Belanja Baju Baru tapi Antre Minyak Goreng: Belum Apa-apa Demo

Dilihat sukabumiheadline.com, Jumat (15/12/2023), Idul Fitri 2024 jatuh pada antara 10 dan 11 April 2024. Kemudian, awal puasa Ramadhan 2024 dimungkinkan jatuh pada 12 Maret 2024 atau kurang lebih 90 hari lagi.

Libur dan Cuti Bersama Lebaran 2024
Jadwal libur Idul Fitri atau Lebaran 2024 resmi dirilis oleh pemerintah. Informasi tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Nomor: 855 Tahun 2023, Nomor: 3 Tahun 2023, dan Nomor: 4 Tahun 2023 tentang Libur Nasional dan Cuti Bersama 2024.

Aturan tersebut diteken oleh tiga menteri terkait yang disaksikan langsung oleh Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy di Jakarta, Selasa (12/9/2023).

Menurut keterangan dari aturan yang diteken oleh Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki yang mewakili Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, dan MenPAN-RB Abdullah Azwar Anas, libur Lebaran 2024 jatuh pada 10-11 April 2024 serta cuti bersama Lebaran 2024 jatuh pada 8, 9, 12, dan 15 April 2024.

Berita Terkait

14 Februari dan Hari Valentine menurut media AS: Ditetapkan gereja, Paus Gelasius I
28 stasiun radio di Sukabumi dan sejarah 13 Februari Hari Radio Sedunia
Sampai kapan orang yang baru memeluk Islam menyandang sebutan mualaf?
Harimau Sunda dan Kontinental: Mengapa hanya dua subspesies maung di dunia?
Pamer manuskrip turats ulama Pasundan, pengertian Haol Masyayikh di Sunanulhuda Sukabumi
Haram! Hukum membuang sampah sembarangan menurut Islam, ini dalilnya
Mengapa di Sukabumi ada nama Loji? Begini asal-usulnya
Menelisik alasan penolakan jalur KA ke Palabuhanratu Sukabumi oleh RA Eekhout

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 04:00 WIB

14 Februari dan Hari Valentine menurut media AS: Ditetapkan gereja, Paus Gelasius I

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:06 WIB

28 stasiun radio di Sukabumi dan sejarah 13 Februari Hari Radio Sedunia

Jumat, 13 Februari 2026 - 01:40 WIB

Sampai kapan orang yang baru memeluk Islam menyandang sebutan mualaf?

Minggu, 1 Februari 2026 - 08:00 WIB

Harimau Sunda dan Kontinental: Mengapa hanya dua subspesies maung di dunia?

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:19 WIB

Pamer manuskrip turats ulama Pasundan, pengertian Haol Masyayikh di Sunanulhuda Sukabumi

Berita Terbaru

Yamaha Zuma 125 - sukabumiheadline.com

Tak Berkategori

Harga Yamaha Zuma 125: Skutik tangguh serba bisa dan irit BBM

Minggu, 15 Feb 2026 - 05:08 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131