20 kecamatan teratas penghasil cabai rawit Sukabumi, konsisten meskipun harga fluktuatif

- Redaksi

Minggu, 8 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi petani cabai rawit - sukabumiheadline.com

Ilustrasi petani cabai rawit - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Harga sejumlah komoditas di Kota Sukabumi mengalami penurunan pada awal 2026, seiring meningkatnya pasokan dari daerah produsen akibat masuknya musim panen. Penurunan harga tersebut terjadi di pasar tradisional dan distributor utama di wilayah Kota Sukabumi pada dua pekan sebelum memasuki Ramadhan 1447 H/2026.

Berdasarkan data dari Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (Diskumindag) Kota Sukabumi, harga cabai rawit merah turun dari Rp80.000 menjadi Rp75.000 per kilogram (kg) pada 3 Februari 2026.

Sementara cabai rawit hijau gunung juga terkoreksi dari Rp65.000 menjadi Rp60.000 per kg, yang terjadi sejak sehari menjelang pergantian tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun menjelang Ramadhan tahun ini, harga cabai kembali menguat. Terlebih, musim hujan diprediksi akan terus berlangsung hingga Maret 2026.

Baca Juga: 1,2 juta kuintal per tahun! Ini top 10 kecamatan penghasil pisang terbesar di Sukabumi

Seperti diketahui, suplai hasil pertanian di Kota Sukabumi, berasal dari wilayah kabupaten, termasuk komoditas cabai hingga sayuran. Kabupaten Sukabumi merupakan salah satu sentra produksi cabai di Jawa Barat dengan potensi lahan mencapai 3.000 ha per tahun, tersebar di 45 dari 47 kecamatan, terutama di Kadudampit, salah satu kecamatan terdekat dengan Kota Sukabumi.

Kadudampit konsisten memasok 3–4 truk (sekitar 10 ton) cabai ke pasar Jabodetabek setiap harinya. Produksi mencakup cabai rawit dan cabai besar, dengan dinamika hasil panen yang fluktuatif akibat faktor cuaca.

Baca Juga: 20 kecamatan penghasil ubi kayu terbesar di Sukabumi, bukan sekadar teman ngopi

Hasil panen cabai dari Sukabumi memperkuat pasokan ke pasar induk besar, seperti Pasar Induk Kramat Jati, Cibitung, dan Tanah Tinggi. Wilayah ini memproduksi berbagai jenis, termasuk cabai merah besar dan cabai rawit.

Produksi seringkali dipengaruhi oleh cuaca, dengan tingginya intensitas hujan yang dapat menyebabkan penurunan pasokan dan gagal panen. Karenanya, harga cabai seringkali berfluktuasi tergantung pada volume panen raya dan kondisi cuaca.

Baca Juga: 30 kecamatan penghasil jengkol di Sukabumi, Jawa Barat surganya

Kecamatan penghasil cabai rawit di Sukabumi

Cabai rawit - sukabumiheadline.com
Cabai rawit – sukabumiheadline.com

Kecamatan utama penghasil cabai di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meliputi Ciemas, Kabandungan, Ciracap, Waluran, dan Surade. Kecamatan Ciemas tercatat sebagai salah satu produsen cabai rawit terbesar, sementara Desa Cipeuteuy di Kecamatan Kabandungan juga dikenal sebagai pusat panen raya cabai.

20 kecamatan penghasil cabai terbesar di Sukabumi

Berikut adalah daftar 20 dari total 47 yang ada, sebagai kecamatan penghasil cabai rawit terbanyak di Kabupaten Sukabumi, dikutip sukabumiheadline.com dari data Survei Pertanian Holtikultura, Ahad (8/2/2026).

  1. Ciemas: 780 kuintal (78 ton)
  2. Gegerbitung: 132 kuintal (13,2 ton)
  3. Cidadap: 96 kuintal (9,6 ton)
  4. Caringin: 88 kuintal (8,8 ton)
  5. Sukabumi: 76 kuintal (7,6 ton)
  6. Purabaya: 64 kuintal (6,4 ton)
  7. Cikidang: 63 kuintal (6,3 ton)
  8. Cidolog: 60 kuintal (6 ton)
  9. Pabuaran: 58 kuintal (5,8 ton)
  10. Jampang Tengah: 57 kuintal (5,7 ton)
  11. Kalibunder: 44 kuintal (4,4 ton)
  12. Sagaranten: 43 kuintal (4,3 ton)
  13. Kabandungan: 41 kuintal (4,1 ton)
  14. Surade: 32 kuintal (3,2 ton)
  15. Kalapanunggal: 32 kuintal (3,2 ton)
  16. Bojonggenteng: 30 kuintal (3 ton)
  17. Nagrak: 28 kuintal (2,8 ton)
  18. Cicurug: 28 kuintal (2,8 ton)
  19. Sukaraja: 23 kuintal (2,3 ton)
  20. Curugkembar: 23 kuintal (2,3 ton)

Sementara itu, sisanya hanya memproduksi cabai rawit di bawah 2,3 ton per tahun, yakni:

  1. Ciambar: 22 kuintal (2,2 ton)
  2. Cisolok: 21,50 kuintal (2,15 ton)
  3. Nyalindung: 21 kuintal (1,9 ton)
  4. Cicantayan: 19 kuintal (1,9 ton)
  5. Warungkiara: 19 kuintal (1,9 ton)
  6. Kadudampit: 18,90 kuintal (1,8 ton)
  7. Lengkong: 17 kuintal (1,7 ton)
  8. Cibadak: 16 kuintal (1,6 ton)
  9. Cisaat: 15 kuintal (1,5 ton)
  10. Cireunghas: 15 kuintal (1,5 ton)
  11. Sukalarang: 13 kuintal (1,3 ton)
  12. Ciracap: 13 kuintal (1,3 ton)
  13. Waluran: 12 kuintal (1,2 ton)
  14. Cibitung: 10 kuintal (1 ton)
  15. Parakansalak: 10 kuintal (1 ton)
  16. Cimanggu: 9 kuintal (0,9 ton)
  17. Gunungguruh: 9 kuintal (0,9 ton)
  18. Jampang Kulon: 8 kuintal (0,8 ton)
  19. Kebonpedes: 7 kuintal (0,7 ton)
  20. Tegalbuleud: 6 kuintal (0,6 ton)
  21. Bantargadung: 6 kuintal (0,6 ton)
  22. Cikakak: 4 kuintal (0,4 ton)
  23. Simpenan: 3 kuintal (0,3 ton)
  24. Palabuhanratu: 2 kuintal (0,2 ton)
  25. Cikembar: 2 kuintal (0,2 ton)

Sementara itu, Cidahu dan Parungkuda tidak tersedia data. Dengan demikian, total Kabupaten Sukabumi menghasilkan 2.096,40 kuintal atau sekira 209,64 ton cabai rawit per tahun, per 10 Juni 2025.

Berita Terkait

Menghitung luas panen 4 kecamatan penghasil bunga Krisan di Sukabumi, diekspor ke Jepang
Mengenal 27 produk kerajinan khas Jawa Barat, ada Batik Lokatmala Sukabumi
Ini 40 kecamatan penghasil jambu biji di Sukabumi, Indonesia juara dunia
Membanding produksi nanas Indonesia, Jawa Barat, Sukabumi dan kecamatan penghasil
Warga Jawa Barat, BBB 2026 mulai digelar, pasar kreatif penggerak UMKM
Menghitung produksi susu sapi dan kambing di Sukabumi serta kandungan gizinya
Tren penurunan kredit UMKM Sukabumi di bank umum 3 tahun terakhir
Jerit perajin tempe di Sukabumi dipicu Rupiah jeblok

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 07:20 WIB

Menghitung luas panen 4 kecamatan penghasil bunga Krisan di Sukabumi, diekspor ke Jepang

Jumat, 19 Juni 2026 - 07:26 WIB

Mengenal 27 produk kerajinan khas Jawa Barat, ada Batik Lokatmala Sukabumi

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:20 WIB

Ini 40 kecamatan penghasil jambu biji di Sukabumi, Indonesia juara dunia

Sabtu, 13 Juni 2026 - 04:08 WIB

Membanding produksi nanas Indonesia, Jawa Barat, Sukabumi dan kecamatan penghasil

Jumat, 12 Juni 2026 - 04:21 WIB

Warga Jawa Barat, BBB 2026 mulai digelar, pasar kreatif penggerak UMKM

Berita Terbaru

Ilustrasi ojek online atau ojol - sukabumiheadline.com

Regulasi

Mulai 1 Juli Grab dan Gojek resmi hanya tarik komisi 8%

Selasa, 23 Jun 2026 - 17:47 WIB