Turun gunung bela wanita Sukabumi, Guru Besar dan Dekan Ubaya: Hakim lakukan abuse of power!

- Redaksi

Jumat, 9 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fakultas Hukum Universitas Surabaya - Istimewa

Fakultas Hukum Universitas Surabaya - Istimewa

sukabumiheadline.com – Sejumlah akademisi Universitas Surabaya (Ubaya) turun gunung membela wanita asal Sukabumi, Jawa Barat, yang menjadi korban penganiayaan hingga tewas, Dini Sera Afrianti. Janda anak satu itu meninggal dunia diduga setelah mengalami penganiayaan oleh pacarnya, Gregorius Ronald Tannur. Baca selengkapnya: Detik-detik Kematian Dini, Janda Muda asal Sukabumi Tewas Dianiaya Anak Anggota DPR

Ubaya mengirimkan Amicus Curiae ke Mahkamah Agung (MA) terkait perkara pembunuhan Dini dengan terdakwa Gregorius Ronald Tannur. Amicus curiae memungkinkan pihak ketiga yang tidak berperkara memberi pendapat hukum ke pengadilan berupa opini.

Rekomendasi Redaksi: Komisi Yudisial periksa keluarga Dini Sera Afrianti di Sukabumi, janda cantik dianiaya hingga tewas

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Waka 1 Bidang Advokasi Komsa FH Ika Ubaya sekaligus ketua Tim Amicus Curiae Ubaya, Salawati menyatakan amicus curiae itu telah diserahkan langsung oleh Pengurus Komisariat (Komsa) Fakultas Hukum (FH) IKA Ubaya ke Gedung MA di Jakarta, Selasa (6/8/2024) lalu.

Salawati mengatakan amicus curiae ini disusun sejumlah civitas academica Ubaya. Mulai dari Guru Besar sekaligus Akademisi FH Ubaya Prof Hesti Armiwulan, Dekan FH Ubaya DR Hwian Christianto, Wakil Dekan 1 Peter Jeremiah, juga Wakil Dekan II & Kriminolog FH Ubaya Elfina Lebrine Sahetapy.

Baca selengkapnya: #justicefordini, simpati warga Surabaya untuk wanita asal Sukabumi, ini profil 3 hakim vonis bebas terdakwa

Tidak hanya itu, amicus curiae itu juga disusun oleh Pusat Studi HAM Ubaya dengan Ketuanya Dr Sonya Claudia Siwu, Ketua Komsa FH IKA Ubaya & Advokat Alumni Ubaya Johanes Dipa Widjaja.

Bukan cuma itu, Kantor Layanan Hukum FH Ubaya yang diketuai Indra Jaya Gunawan, hingga Praktisi & Akademisi Alumni FH Ubaya yang menjadi Anggota Komisi A DPRD Jatim Dr Freddy Purnomo turut terlibat dalam penyusunan amicus curiae itu.

Rekomendasi Redaksi: Terdakwa kasus pembunuhan wanita asal Sukabumi divonis bebas dicekal Kejati dan Imigrasi

“Dalam amicus curiae itu dijelaskan bahwa Putusan No. 454/Pid.B/2024/PN.Sby yang mana hakim membebaskan terdakwa tidak dilandasi prinsip penegakan hukum yang adil dan benar mengingat kematian Dini yang tidak wajar nyatanya tidak menjadi pertimbangan,” kata Salawati dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (9/8/2024).

“Sehingga Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dalam perkara ini dinilai melakukan penyalahgunaan kewenangan atau abuse of power,” tambahnya.

Rekomendasi Redaksi:

Berdasarkan keterangan saksi yang muncul dalam persidangan, kata Salawati, sebelum meninggal Dini sempat ditemukan dalam keadaan sehat oleh para saksi tersebut. Dia juga sedang bersama Ronald sesaat sebelum meregang nyawa hingga meninggal.

“Kemudian hasil visum et repertum menunjukkan Dini mengalami luka-luka. Ini tentu janggal, namun kejanggalan-kejanggalan seperti ini lah yang seakan tidak dipertimbangkan oleh Majelis Hakim,” jelas dia.

Rekomendasi Redaksi: Mahfud MD dan Kejagung kritik keras vonis bebas terdakwa pembunuhan wanita asal Sukabumi

Di sisi lain, hasil visum et repertum juga menunjukkan kematian Dini lebih disebabkan oleh luka majemuk pada organ hati akibat kekerasan tumpul sehingga terjadi perdarahan hebat. Sekali lagi, kata Salawati, majelis hakim tidak mempertimbangkan itu dan malah membuat pertimbangan kematian Dini karena minuman beralkohol.

“Petunjuk-petunjuk yang seperti ini harusnya bisa dipertimbangkan oleh majelis hakim, sehingga hakim bisa memutus dengan adil dan benar sesuai prinsip hukum, perlindungan HAM, dan penghapusan kekerasan terhadap perempuan,” papar Salawati.

Salawati berharap amicus curiae yang disampaikan oleh keluarga besar Civitas Academica Ubaya ini bisa menjadi masukan bagi Majelis Hakim Agung di tingkat kasasi untuk memutus perkara itu dan menyatakan terdakwa terbukti bersalah.

Berita Terkait

MK: Tidak ada bukti Gibran punya ijazah SLTA atau sederajat
Tugas, kedudukan dan gaji anggota Wantimpres, Rocky Gerung dapat segini
7 poin penting RUU Ketenagakerjaan akan disahkan 8 Oktober: Upah, PKWT hingga outsourcing
Terpidana Silfester Matutina, loyalis Jokowi dicopot dari Komisaris BUMN
Anggota LSM KPK memeras petani di Citepus Sukabumi, dibekuk polisi
Kasus korupsi Bupati Bekasi, KPK: Ipda Yayat punya aset mewah di Sukabumi
Influencer Aisar Khaled terduga penipuan Rp53 miliar, Polda Metro Jaya turun tangan
KPK sita Rp3,5 miliar dari Ketua Harian DPP PSI Ahmad Ali

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:00 WIB

MK: Tidak ada bukti Gibran punya ijazah SLTA atau sederajat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Tugas, kedudukan dan gaji anggota Wantimpres, Rocky Gerung dapat segini

Sabtu, 26 September 2026 - 06:03 WIB

7 poin penting RUU Ketenagakerjaan akan disahkan 8 Oktober: Upah, PKWT hingga outsourcing

Kamis, 24 September 2026 - 18:00 WIB

Terpidana Silfester Matutina, loyalis Jokowi dicopot dari Komisaris BUMN

Rabu, 23 September 2026 - 21:42 WIB

Anggota LSM KPK memeras petani di Citepus Sukabumi, dibekuk polisi

Berita Terbaru