24.5 C
Sukabumi
Senin, Juli 22, 2024

5 kecamatan terluas dan tersempit, persentase terhadap luas Kabupaten Sukabumi

sukabumiheadline.com - Kabupaten Sukabumi merupakan daerah terluas...

Piala Presiden 2024 hari ini, Persib vs Borneo FC, kans debut pemain anyar Maung Bandung

sukabumiheadline.com - Punggawa anyar Maung Bandung berpotensi...

Detik-detik Kematian Dini, Janda Muda asal Sukabumi Tewas Dianiaya Anak Anggota DPR

NasionalDetik-detik Kematian Dini, Janda Muda asal Sukabumi Tewas Dianiaya Anak Anggota DPR

sukabumiheadline.com l Dini Sera Afrianti, korban tewas dengan luka memar di paha kiri dan beberapa luka lecet di kedua kakinya, usai karaoke bersama pacarnya, GTR yang merupakan anak dari seorang anggota DPR RI asal Nusa Tenggara Timur, pada Kamis (5/10/2023) dini hari.

Jasad wanita 29 tahun itu diberangkatkan dari Surabaya, pada Jumat (6/10/2023). Jenazah wanita malang itu rencananya akan dimakamkan di kampung halamannya, RT 012/004, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Dini sendiri merupakan ibu satu anak dan berstatus janda. Ia meninggal dunia setelah diduga dianiaya dan disekap dalam bagasi mobil hingga lemas dan muntah darah.

Lantas, bagaimana kronologi kematian Dini? Berikut 5 info detik-detik kematian Dini dirangkum dari berbagai sumber.

1. Cekcok dengan Pacar di Room Karaoke 

Detik-detik Dini tewas mulai terkuak. Ia diduga setelah dianiaya pacarnya, GTR. GTR diketahui tega menganiaya Dini hingga tewas lantaran emosi setelah sempat cekcok panjang usai karaoke.

Diketahui, keduanya bersama teman-temannya karaoke di tempat hiburan Blackhole KTV, Lenmarc Mall Surabaya, Jawa Timur.

Saat itu, diketahui jika Dini bersama tujuh teman dan pacarnya, GTR bernyanyi-nyanyi di room VIP Black Hole, Surabaya. Namun, saat semua temannya dalam kondisi mabuk, Dini dan GTR malah bertengkar.

Tak lama, teman-temannya pergi meninggalkan Dini dan GTR di lokasi. Usai ditinggal berdua pertengkaran antara Dini dan GTR tidak kunjung mereda. Bahkan, keduanya terlibat cekcok hingga ke parkiran mobil.

2. Tubuh Dini Terseret Mobil

Saat GTR berniat pergi meninggalkan Dini, ketika mobil GTR melaju, janda muda itu berusaha membuka pintu mobil. Sehingga, tubuhnya terseret di jalan hingga Dini pun terjatuh.

GTR kemudian menghentikan laju mobilnya. Ia kemudian memasukkan tubuh Dini ke dalam bagasi mobil, lalu diantar ke apartemen di kawasan Pakuwon.

Diperoleh informasi bahwa GTR membawa Dini dalam keadaan tak sadarkan diri, menuju ke apartemennya Jalan Puncak Indah Babatan, Wiyung, Surabaya, dengan meletakkan tubuhnya di bagasi mobil.

3. Tangan Dini Diduga Terlindas Ban Mobil Milik GTR

Sementara itu, lewat video yang diterima oleh Kuasa Hukum keluarga Dini, Dimas Yemahura Alfarauq, terungkap bahwa ditemukan bercak bekas corak roda ban mobil di lengan korban.

“Bahkan saat tergeletak, Dini nyaris ditinggal oleh si GTR dan kawan-kawannya. Jadi si GTR ini datang ke black hole dengan kawan-kawannya. Dengan dugaan kuat secara sengaja meninggalkan Dini. (Bukti) di lengan tangan korban, ada bekas injakan ban. Menurutku tidak manusiawi sekali,” katanya.

Kuasa hukum keluarga korban, Dimas Yemahura Alfarauq. l Istimewa

Kemudian, bukti yang memperkuat temuan informasi tersebut, diperoleh Dimas, dari sebuah video yang diduga direkam sendiri oleh GTR selama berada di basement.

“Kalau di CCTV kami belum tahu. Tapi kami memiliki rekaman video dari saudara R yang merekam si korban pada saat terkapar di basement,” jelas dia.

Usai penganiayaan itu, DSA dikabarkan tidak sadarkan diri di lantai basement parkiran mobil sekitar pukul 01.30 WIB.

4. Dini Mengalami Sesak Nafas

Setibanya di apartemen, Dini mengalami sesak nafas dan tak sadarkan diri, sehingga GTR mengantarkannya ke National Hospital Jalan Boulevard Famili Sel. No Kav. 1, Babatan, Wiyung, Surabaya.

Namun, baru sampai di rumah sakit nyawa Dini tak tertolong.

Lantaran National Hospital tak bisa menerbitkan surat kematian, jenazah pun dirujuk ke RSUD dr Soetomo.

5. Dini Diduga Tewas Saat dalam Bagasi Mobil Menuju Apartemen 

“Keterangan terakhir dari RS. MD (meninggal dunia) sekitar 30-45 menit sebelum di RS. Bisa dihitung dari jaraknya. Korban ini sudah meninggal dunia sejak perjalanan dari Black Hole ke Orchard,” jelas Dimas.

“Bisa jadi di Black Hole nya (sudah MD), pada saat dimasukin dalam bagasi belakang. Anda tahu bagasi belakang sebuah mobil tentu bukan tempat kompartemen yang benar mengangkat orang dalam keadaan begitu (sakit),” tambahnya.

Pihaknya, kata Dimas, telah melaporkan sosok GTR ke SPKT Mapolrestabes Surabaya atas dugaan tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan kematian, dan atau dengan sengaja merampas nyawa orang lain, sesuai Pasal 351 Ayat 3 dan atau Pasal 338 KUHP.

Laporan tersebut dibuat oleh anggota keluarga korban, sekitar pukul 22.30 WIB, pada Rabu (4/10/2023), dengan nomor Laporan Polisi (LP); LP/B/ /077 /X/2023/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR.

Satreskrim Polrestabes Surabaya pun langsung menyelidiki kasus tersebut. Tidak lama setelah kejadian, sejumlah anggota Jatanras datang di kamar mayat.

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengatakan, dokter sedang melakukan autopsi jenazah.

“Kamis pagi autopsi selesai. Biar nanti dokter menyampaikan penyebab kematian korban,” ucap Hendro, pada awak media di Kamar Mayat RSUD dr Soetomo Surabaya, Kamis (5/10/2023) dini hari.

Hendro juga menuturkan saat ini anggotanya sedang memeriksa orang-orang yang sempat berkaraoke bersama Dini.

Interogasi tersebut berlangsung di Mapolrestabes Surabaya. Mereka semua sekarang berstatus saksi.

Rekaman CCTV lokasi karaoke, termasuk apartemen juga diperiksa. Ini dilakukan untuk mencocokkan keterangan para saksi.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer