SUKABUMIHEADLINE.com I JAKARTA – Anggota komisi 1 DPR RI Fadli Zon mengomentari hilangnya patung tokoh penumpasan G30S PKI di Museum Dharma Bhakti Markas Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).
Bahkan, ia menyindir Letjen TNI Dudung Abdurrachman yang kini menjadi pemimpin di satuan tersebut atas hilangnya patung tokoh itu. “Setelah baliho, kini patung,” tulis Fadli di akun Twitternya yang dikutip sukabumiheadline.com.
Fadli mengingatkan jangan sampai pernyataan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo soal TNI disudah disusupi paham komunis benar terjadi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Salah satu taktik PKI setelah 1954 adalah Metode Kombinasi Tiga Bentuk Perjuangan (MKTBP). Salah satunya menyusup dann bekerja di kalangan angkatan bersenjata,” cuit dia.
Seperti diketahui, ketika menjabat Pangdam Jaya dengan sikap tegasnya, Letjen TNI Dudung memerintahkan seluruh prajurit Kodam Jaya mencopot baliho menyambut kepulangan eks Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.
Keputusan Dudung tersebut banyak yang mengapresiasi bahkan juga dikritik lantaran bukan tugas TNI untuk copot baliho.
Namun, kini sebagai Pangkostrad, Dudung diterpa masalah baru terkait hilangnya patung Mayjen Soeharto, Komandan Resimen Para Komando Angkatan Darat (RPKAD) Kolonel Sarwo Edhie, dan Jenderal Nasution.