Survei kepuasan publik terhadap Donald Trump: 63% warga AS kecewa

- Redaksi

Rabu, 22 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Mayoritas warga Amerika Serikat (AS) menyatakan tidak puas terhadap kinerja Presiden Donald Trump. Sebuah survei terbaru memotret kepuasan publik merosot ke titik terendah pada masa jabatan keduanya.

Penurunan ini dipicu meningkatnya kekecewaan publik terhadap kondisi ekonomi dan penanganan konflik dengan Iran. Demikian hasil jajak pendapat terbaru NBC News Decision Desk yang didukung SurveyMonkey.

Secara keseluruhan, hanya 37% warga Amerika yang menyatakan puas terhadap kinerja Trump, sementara 63% tidak setuju, termasuk 50% yang menyatakan sangat tidak setuju.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Angka ini menjadi level terendah sepanjang periode kedua kepemimpinannya.

“Dua pertiga warga Amerika tidak menyetujui penanganan inflasi oleh presiden,” demikian hasil survei tersebut, dikutip Rabu (22/4/2026).

Selain itu, mayoritas responden juga menolak pendekatan Trump terhadap konflik Iran.

Parahnya, dukungan dari basis Partai Republik pun mulai menunjukkan retakan. Meski masih relatif tinggi, tingkat persetujuan di kalangan Republikan turun menjadi 83%, atau melemah 4 poin dibanding awal tahun. Bahkan, tingkat persetujuan yang sangat kuat dari kelompok ini turun dari 58% menjadi 52%.

Kebijakan Ekonomi

Isu ekonomi menjadi perhatian utama warga AS. Sebanyak 29% responden menyebut ekonomi sebagai isu paling penting saat ini, diikuti ancaman terhadap demokrasi (24%), layanan kesehatan (12%), serta kejahatan dan keamanan (10%).

Untuk isu ekonomi, inflasi dan kenaikan biaya hidup menjadi keluhan terbesar, dipilih oleh 45% responden. Hanya 32% warga yang menyetujui penanganan inflasi oleh Trump, sementara 68% tidak setuju.

Mayoritas menyatakan ketidakpuasan kuat. Sebanyak 52% responden mengatakan sangat tidak setuju terhadap kebijakan Trump dalam mengatasi kenaikan harga. Persentase warga yang sangat tidak setuju meningkat signifikan dibandingkan musim panas lalu.

Dampaknya, sekira 40% warga AS mengaku kondisi finansial mereka lebih buruk dibandingkan setahun lalu, sementara hanya 19% yang merasa lebih baik. Kenaikan harga energi turut memperparah tekanan. Hampir dua pertiga responden menyebut harga bensin sebagai masalah bagi mereka, dan 29% menilai sebagai masalah serius.

Kebijakan Imigrasi

Di tengah tekanan, Trump masih mendapat sedikit angin segar dari isu imigrasi. Tingkat persetujuan terhadap kebijakan perbatasan dan imigrasi naik menjadi 44%, meningkat 4 poin dibanding awal tahun. Namun, mayoritas publik (56%) masih menyatakan tidak puas.

Sementara itu, reformasi aturan pemilu juga mendapat dukungan luas. Sekitar 75% warga Amerika mendukung kewajiban menunjukkan identitas berfoto untuk memilih, dan 61% di antaranya ingin syarat tersebut mencakup bukti kewarganegaraan.

Hasil jajak pendapat ini menyoroti tantangan besar yang dihadapi Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu. Kinerja bidang ekonomi dan kebijakan luar negeri menjadi faktor utama yang berpotensi menggerus dukungan pemilih, meskipun Trump berjanji akan menekan inflasi dan menghindari terlibat dalam konflik global.

Menolak Perang dengan Iran

Sekira dua pertiga warga Amerika tidak menyetujui penanganan Trump terhadap konflik dengan Iran, sementara hanya sepertiga yang mendukung. Pandangan ini tidak banyak berubah bahkan setelah Trump mengumumkan gencatan senjata sementara pada 7 April. Dukungan terhadap kebijakan perang tetap stagnan di kisaran sepertiga populasi.

Mayoritas warga menolak eskalasi militer lebih lanjut. Sebanyak 61% responden menilai AS seharusnya tidak mengambil tindakan militer tambahan di Iran. Penolakan lebih kuat datang dari generasi muda. Sebanyak 74% warga berusia di bawah 30 tahun menolak kelanjutan aksi militer.

Berita Terkait

Perdana Menteri Anwar Ibrahim marah, uang pensiun PNS Malaysia dikorupsi orang Indonesia
Senator AS pro Israel Lindsey Graham tewas mendadak, pembalasan Iran dimulai?
Akhirnya Menlu Sugiono diterima Menteri Luar Negeri Iran
Iran tak izinkan Dubes RI di Tehran hadiri pemakaman Ali Khamenei
Hanya utus dubes di pemakaman Ali Khamenei, eks Menlu kritik keras pemerintah RI
RI hanya diwakili Dubes di Iran, daftar negara hadiri pemakaman Ali Khamenei
Benjamin Netanyahu mau dilengserkan
Pengusaha konveksi China produksi kaos bertuliskan “Boycott China” untuk dijual di AS
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:48 WIB

Perdana Menteri Anwar Ibrahim marah, uang pensiun PNS Malaysia dikorupsi orang Indonesia

Senin, 13 Juli 2026 - 00:40 WIB

Senator AS pro Israel Lindsey Graham tewas mendadak, pembalasan Iran dimulai?

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:13 WIB

Akhirnya Menlu Sugiono diterima Menteri Luar Negeri Iran

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:23 WIB

Iran tak izinkan Dubes RI di Tehran hadiri pemakaman Ali Khamenei

Senin, 6 Juli 2026 - 07:33 WIB

Hanya utus dubes di pemakaman Ali Khamenei, eks Menlu kritik keras pemerintah RI

Berita Terbaru

Ilustrasi kawasan Chinatown - sukabumiheadline.com

Kultur

Memahami harmonisasi budaya di Chinatown Sukabumi

Selasa, 21 Jul 2026 - 17:01 WIB

Ilustrasi telur asin - sukabumiheadline.com

Kesehatan

Meskipun enak, kandungan gizi telur asin rendah

Selasa, 21 Jul 2026 - 15:44 WIB