Tubuh renta Sadi harus ditandu karena jalan rusak di Jampang Tengah Sukabumi

- Redaksi

Minggu, 26 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga Jampang Tengah Sukabumi ditandu menuju faskes terdekat - Saepudin Galih

Warga Jampang Tengah Sukabumi ditandu menuju faskes terdekat - Saepudin Galih

sukabumiheadline.com – Warga Kampung Cidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kembali harus bahu-membahu menggotong warga lainnya yang sakit.

Setelah sebelumnya seorang perempuan yang hendak melahirkan, kini giliran Sadi, seorang lansia yang menderita sakit asam urat dan lambung kronis.

Pria 70 tahun itu terpaksa harus ditandu menggunakan kain sarung dan bambu karena akses Jalan Kabupaten yang rusak parah. Dalam video dikirim salah seorang warga, Saepudin Galih, tampak sejumlah pria tengah memikul tubuh Sadi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Galih, Jalan Kabupaten yang rusak tersebut berakibat Ambulans dan Mobil Siaga Desa tidak bisa mencapai rumah warga. Alhasil, warga yang sakit harus ditandu sejauh sekira satu kilometer menuju titik yang sudah disepakati dengan sopir ambulans.

“Kasusnya sama kayak ibu yang mau melahirkan dan harus ditandu seperti tempo hari itu. Pak Sadi mau dibawa berobat karena sakit asam urat dan lambung. Ambulans tidak bisa sampai ke rumah pasien,” ujar Galih kepada sukabumiheadline.com, Ahad (26/4/2026).

“Lumayan juga, harus ditandu sekira satu kilometer. Ambulans juga sudah dipaksakan sampai titik aman buat kendaraan media,” imbuhnya.

Untuk informasi, kondisi Jalan Kabupaten tersebut mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 10 km, ruas Tanjungsari – Bojongtipar. Bahkan, sebagian di antaranya belum pernah diaspal sama sekali.

“Ada kayaknya sekira 10 kilometer rusak semua. Malah yang ke arah Kampung Cidahu belum pernah diaspal sama sekali,” pungkas Galih.

Untuk mengingatkan, diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, seorang ibu muda bernama Fitri, warga Kampung Lampung, Dusun Cidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, harus ditandu untuk berobat ke rumah sakit, Kamis (5/2/2026).

Menurut Galih, ibu yang malang itu terpaksa ditandu sejauh sekira 1 kilometer, karena ambulans tidak bisa menjangkau tempat tinggalnya akibat infrastruktur jalan tidak layak dan hancur. Sehingga, Fitri harus ditandu ke titik penjemputan kendaraan pickup yang sudah menunggunya. Baca selengkapnya: Pasien melahirkan di Jampang Tengah Sukabumi harus ditandu, bayi keburu meninggal dunia

Berita Terkait

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu
Kurun September-Oktober 2026 ada 86 kebakaran hutan di Sukabumi, sebagian karena iseng
DPRD Kabupaten Sukabumi minta DPTR naik kelas jadi A, tapi jangan sekadar berubah

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:26 WIB

Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:36 WIB

Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 01:30 WIB

Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terbaru