SUKABUMIHEADLINE.com l CICURUG – Di tangan komunitas ini, satwa liar seperti musang bisa dibuat jinak. Bahkan hewan yang sering dianggap hama oleh para petani ini bisa dilatih sebagaimana layaknya hewan peliharaan.
Komunitas tersebut adalah Musang Lover Sukabumi (Mulsi) Sub Regional Cicurug. Memilik anggota lebih dari 100 orang, komunitas ini berbagi tips dan edukasi seputar perawatan dan upaya penjinakkan musang.
Ketua Mulsi Sub Regional Cicurug, Indan (34) mengatakan, untuk siapapun yang berniat memelihara musang, harus memiliki komitmen penuh untuk merawatnya. Indan sendiri memelihara musang pandan normal yang sudah bersamanya bertahun-tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Beri perlakuan halus tentunya. Langkah pertama bisa memberi makan musang dengan tangan langsung atau disebut juga handsfeed. Jangan malas memandikan, menggendong secara pelan-pelan, elus-elus,” kata Indan kepada sukabumiheadline.com.
Namun, kata Indan, cara menjinakkan musang juga sangat bergantung kepada usia si musang itu sendiri. “Usia paling cepat itu dari 1,5 sampai 3 bulan,” imbuhnya.
Komunitas ini juga sering berkumpul di Alun-alun Cicurug setiap Sabtu sore. Di tempat berkumpul itu mereka sering berbagi tips perawatan hingga upaya edukasi memelihara musang.
“Untuk komunitas Mulsi sendiri terbagi menjadi tiga beberapa regional di Sukabumi, mulai dari Cibadak, Cicurug hingga kawasan Pajampangan. Kalau Mulsi Sukabumi berdiri bulan Oktober 2013,” katanya lagi.
Ia berharap komunitas ini bisa ikut menjaga ekosistem sekaligus melestarikan musang agar tak punah. Mereka juga ingin mengedukasi masyarakat bahwa musang bukan hama.
“kebanyakan musang dianggap hama dan merusak, hingga banyak orang memburu dan membunuhnya. Walaupun sejatinya musang adalah hewan buas tapi bisa dipelihara dan dijadikan hewan peliharaan seperti kucing,” pungkas Indan.