Tips Menjinakkan Musang ala Komunitas Mulsi Cicurug Sukabumi

- Redaksi

Selasa, 29 Juni 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tangan komunitas Mulsi Cicurug, satwa liar seperti musang bisa dibuat jinak. | Istimewa

Di tangan komunitas Mulsi Cicurug, satwa liar seperti musang bisa dibuat jinak. | Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l CICURUG – Di tangan komunitas ini, satwa liar seperti musang bisa dibuat jinak. Bahkan hewan yang sering dianggap hama oleh para petani ini bisa dilatih sebagaimana layaknya hewan peliharaan.

Komunitas tersebut adalah Musang Lover Sukabumi (Mulsi) Sub Regional Cicurug. Memilik anggota lebih dari 100 orang, komunitas ini berbagi tips dan edukasi seputar perawatan dan upaya penjinakkan musang.

Ketua Mulsi Sub Regional Cicurug, Indan (34) mengatakan, untuk siapapun yang berniat memelihara musang, harus memiliki komitmen penuh untuk merawatnya. Indan sendiri memelihara musang pandan normal yang sudah bersamanya bertahun-tahun.

“Beri perlakuan halus tentunya. Langkah pertama bisa memberi makan musang dengan tangan langsung atau disebut juga handsfeed. Jangan malas memandikan, menggendong secara pelan-pelan, elus-elus,” kata Indan kepada sukabumiheadline.com.

Namun, kata Indan, cara menjinakkan musang juga sangat bergantung kepada usia si musang itu sendiri. “Usia paling cepat itu dari 1,5 sampai 3 bulan,” imbuhnya.

Komunitas ini juga sering berkumpul di Alun-alun Cicurug setiap Sabtu sore. Di tempat berkumpul itu mereka sering berbagi tips perawatan hingga upaya edukasi memelihara musang.

Baca Juga :  Meroe, Pria Cidahu Sukabumi Ini Punya Hobi Jadul yang Kekinian

“Untuk komunitas Mulsi sendiri terbagi menjadi tiga beberapa regional di Sukabumi, mulai dari Cibadak, Cicurug hingga kawasan Pajampangan. Kalau Mulsi Sukabumi berdiri bulan Oktober 2013,” katanya lagi.

Ia berharap komunitas ini bisa ikut menjaga ekosistem sekaligus melestarikan musang agar tak punah. Mereka juga ingin mengedukasi masyarakat bahwa musang bukan hama.

“kebanyakan musang dianggap hama dan merusak, hingga banyak orang memburu dan membunuhnya. Walaupun sejatinya musang adalah hewan buas tapi bisa dipelihara dan dijadikan hewan peliharaan seperti kucing,” pungkas Indan.

Berita Terkait

Siti Rifqotunnada, content creator humanis asal Sukabumi yang hobi travelling
BPKH dan DT Peduli gelar pelatihan UMKM warga Kampung Haji Sukabumi
Profil OCCRP, visi dan misi organisasi yang masukkan Jokowi ke daftar Presiden Terkorup 2024
Peduli owa melalui cinetalk “The Gibbons Calling of Hope, Swing for Freedom” di Sukabumi
Sukarelawan Sosial Kemanusiaan di Sukabumi gelar peringatan HUT ke-79 PMI
Mengenal cara peduli lingkungan ala Komunitas Ngobrol Manfaat Sukabumi
Intip keunggulan dan fasilitas BLK Komunitas Daarul Muttaqien Bojonggenteng Sukabumi
Jaringan internet berbasis komunitas untuk desa tangguh bencana di Sukabumi

Berita Terkait

Selasa, 18 Maret 2025 - 00:01 WIB

Siti Rifqotunnada, content creator humanis asal Sukabumi yang hobi travelling

Rabu, 12 Maret 2025 - 11:00 WIB

BPKH dan DT Peduli gelar pelatihan UMKM warga Kampung Haji Sukabumi

Rabu, 1 Januari 2025 - 17:35 WIB

Profil OCCRP, visi dan misi organisasi yang masukkan Jokowi ke daftar Presiden Terkorup 2024

Minggu, 1 Desember 2024 - 18:42 WIB

Peduli owa melalui cinetalk “The Gibbons Calling of Hope, Swing for Freedom” di Sukabumi

Minggu, 22 September 2024 - 12:02 WIB

Sukarelawan Sosial Kemanusiaan di Sukabumi gelar peringatan HUT ke-79 PMI

Berita Terbaru