sukabumiheadline.com – Rumah Anggota DPR Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio di Jalan Karang Asem I No C10/2, Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan, didatangi massa tak dikenal. Rumah Eko tampak gelap dan dikelilingi massa yang berteriak.
Beberapa saat kemudian, Massa bergerak masuk ke dalam gerbang dan rumah. Satu per satu massa keluar, membawa barang-barang dari rumah Eko Patrio.
Peristiwa terjadi setelah sebelumnya, rumah anggota DPR Ahmad Sahroni juga didatangi massa. Mereka merusak rumah, mobil dan barang lainnya. Massa juga membawa barang-barang dari rumah Ahmad Sahroni. Baca selengkapnya: Rumah Ahmad Sahroni dikepung massa, isinya dijarah
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, anggota DPR Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio menyampaikan permohonan maaf. Hal itu disampaikan melalui sebuah video yang diunggah melalui akun seosial media Instagram. Tak sendiri, Eko Patrio didampingi Anggota DPR Sigit Purnomo alias Pasha.
“Dengan penuh kerendahan hati, saya Eko Patrio menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya kepada masyarakat atas keresahan yang timbul akibat perbuatan yang saya lakukan,” ujar politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu dikutip sukabumiheadline.com, Ahad (31/8/2025).
“Saya mendengar seluruh aspirasi masyarakat mengenai kekecewaan yang ada, saya menyadari sepenuhnya, bahwa situasi ini membawa luka bagi bangsa, terlebih bagi keluarga korban yang kehilangan orang tercinta maupun yang harus menanggung penderitaan akibat benturan yang terjadi,” sambung dia.
Eko Patrio menyampaikan, tak ada sedikit pun niat untuk memperkeruh keadaan. Hal itu mengingat demo yang terjadi beberapa hari kebelakang di sejumlah wilayah Indonesia yang berlangsung ricuh.
“Tentunya kedepan saya akan lebih berhati-hati dalam bersikap dan juga menyampaikan pendapat,” ucap Eko.
Dia pun mengatakan, berkomitmen untuk sungguh-sungguh menjalankan peran sebagai wakil rakyat dengan ketulusan, keberanian, dan tetap menjaga sumpah yang telah saya ikrarkan.
“Saya berharap permohonan maaf ini dapat diterima sekaligus menjadi pengingat dan juga refleksi bagi saya untuk terus memperbaiki diri dalam menjalankan amanah serta tanggungjawab yang diberikan,” terang dia.
“Mari bersama-sama kita rawat persatuan dan kedamaian bangsa. Sekali lagi, saya Eko Patrio mohonmaaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih,” tutupnya.
Rumah Uya Kuya
Selain rumah Eko Patrio, kediaman koleganya di parlemen, Uya Kuya, juga disatroni massa. Video soal penjarahan di rumah Eko beredar luas di media sosial. Dalam rekaman itu, terlihat orang-orang keluar masuk rumahnya di kawasan Jalan Denpasar Raya, Setiabudi, Jakarta Selatan, sambil membawa sejumlah barang.
Kapolres Metro Jaksel Kombes Nicolas Ary Lilipaly membenarkan kejadian itu.
“Iya benar. Sudah (kondusif),” kata Nicolas dilansir detiknews, Sabtu (30/8/2025).
Ia menegaskan, situasi sudah terkendali dengan bantuan gabungan Polri dan TNI-AD yang berjaga di lokasi. Tapi, sampai sekarang belum jelas barang apa saja yang hilang dari rumah Eko.
Bukan cuma Eko, rumah Uya Kuya juga ikut porak-poranda. Video yang beredar menunjukkan massa mendobrak pagar, mengacak-acak isi rumah, sampai memvideokan foto keluarga Uya yang masih menempel di tembok.
Sama seperti Eko Patrio, Uya Kuya juga mengunggah video permintaan maaf.
“Saya Uya Kuya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, tulus dari hati saya yang paling dalam untuk seluruh masyarakat Indonesia, atas apa yang terjadi beberapa hari terakhir ini, atas apa yang saya lakukan baik sengaja maupun tidak sengaja,” ucap Uya.
Uya menambahkan, ia memahami bahwa situasi ini melukai rakyat, apalagi di tengah banyaknya korban akibat bentrokan yang sempat pecah. Ia menegaskan tak pernah berniat memperkeruh keadaan, dan berjanji akan lebih hati-hati serta meminta kesempatan untuk memperbaiki diri.