Ramadhan ogah bicara dengan setan, Ketua Parlemen Iran: Hanya di PS kapal AS bisa lewat Selat Hormuz

- Redaksi

Kamis, 12 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Selat Hormuz, menjadi jalur pelintasan bagi sekira 20 persen konsumsi minyak harian dunia-atau berkisar 18-20 juta barel per hari-selat ini merupakan titik hambat (chokepoint) energi paling vital di dunia.

Cuitan Ketua Parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf mendadak menjadi trending topik di platform media sosial Amerika Serikat, X, pada Selasa (10/3/2026).

Ia menanggapi unggahan Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright di media sosial, yang menyatakan bahwa Angkatan Laut AS mengawal sebuah kapal tanker minyak melalui Selat Hormuz dan bahwa kapal tanker tersebut berhasil melewati selat tersebut, dengan cara yang akan membuat Washington marah. Unggahan ini kemudian dihapus setengah jam kemudian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, Qalibaf sempat membalas dan berkata, “Apakah sebuah kapal tanker minyak yang dikawal oleh Angkatan Laut AS berhasil melewati Selat Hormuz? Mungkin hanya di PlayStation,” tulisnya seperti dilansir laman Haberler.

Tak hanya Qalibaf yang membantah, bahkan Gedung Putih membantah unggahan Wright.

Seiring memburuknya konflik di Timur Tengah, ketegangan di sekitar Selat Hormuz juga meningkat. Pihak-pihak terkait mengeluarkan pernyataan berturut-turut mengenai Selat Hormuz.

Komandan Alireza Tengsiri dari Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran menyatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tidak ada kapal yang terkait dengan serangan terhadap Iran yang akan diizinkan melewati Selat Hormuz.

Tengsiri berkata, “Tidak ada kapal yang terkait dengan mereka yang menyerang Iran yang berhak melewati Selat Hormuz. Jika Anda ragu, mendekatlah dan coba.”

Menanggapi klaim bahwa Iran telah mulai memasang ranjau di Selat Hormuz, Presiden AS Donald Trump juga membuat pernyataan tentang masalah tersebut.

Trump memperingatkan pemerintahan Teheran, dengan mengatakan, “Jika ranjau dipasang karena alasan apa pun dan tidak segera disingkirkan, konsekuensi militer bagi Iran akan berada pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.”

Haram bicara dengan setan

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan tidak akan membuka ruang dialog dengan Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan keras tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, yang menilai upaya diplomasi dengan Washington tidak lagi relevan.

Dalam wawancara dengan PBS News yang dikutip Kamis (12/3/2026), Araghchi menyebut sejarah panjang konflik antara kedua negara membuat peluang perundingan hampir tidak mungkin dilakukan.

“Tembakan terus berlanjut, dan kami sangat siap untuk terus menghujani mereka dengan rudal selama diperlukan. Berbicara dengan orang Amerika tidak lagi masuk dalam agenda kami. Selama bulan Ramadhan, kami tidak berbicara dengan setan,” tegas dia.

Berita Terkait

Demo besar guru di Meksiko: Pemerintah lebih prioritaskan Piala Dunia dibanding pendidikan
Otoritas Israel culik 2 pemain sepak bola putri Timnas Palestina
Ini draf kesepakatan Iran – AS, termasuk soal aset US$ 12 Miliar
Tahun ini UNESCO punya 12 Geopark Global baru, dua di Malaysia
DPR kompak, Wakil Presiden Filipina dimakzulkan
Pelajar nakal, Singapura sahkan hukum cambuk di sekolah diatur KUHAP
10 negara berpenduduk terbesar di dunia 2026
Negara Arab usir 15.000 warga Syiah: Harta disita dan dibekukan, izin tinggal dicabut

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:25 WIB

Demo besar guru di Meksiko: Pemerintah lebih prioritaskan Piala Dunia dibanding pendidikan

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:04 WIB

Otoritas Israel culik 2 pemain sepak bola putri Timnas Palestina

Minggu, 31 Mei 2026 - 20:06 WIB

Ini draf kesepakatan Iran – AS, termasuk soal aset US$ 12 Miliar

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:09 WIB

Tahun ini UNESCO punya 12 Geopark Global baru, dua di Malaysia

Senin, 11 Mei 2026 - 19:08 WIB

DPR kompak, Wakil Presiden Filipina dimakzulkan

Berita Terbaru