Workshop peningkatan profesionalisme guru melalui pembelajaran interaktif di Bojonggenteng Sukabumi

- Redaksi

Sabtu, 29 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yaman, S.Pd. (kanan) pembicara pada workshop Peningkatan Profesionalisme Guru dalam Menggunakan Pembelajaran Interaktif - Dok. Pribadi

Yaman, S.Pd. (kanan) pembicara pada workshop Peningkatan Profesionalisme Guru dalam Menggunakan Pembelajaran Interaktif - Dok. Pribadi

sukabumiheadline.com – Guru se-Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengikuti kegiatan workshop dengan tema “Peningkatan Profesionalisme Guru dalam Menggunakan Pembelajaran Interaktif”. Workshop digelar di SDN Cibodas pada Sabtu (25/10/2025) lalu.

Kegiatan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang dan menerapkan pembelajaran interaktif yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, menampilkan pembicara Yaman, S.Pd dan Ilham Septian Maulana, Mahasiswa Magister Pedagogi Universitas Nusa Putra.

“Kegiatan juga bertujuan memperkuat kompetensi pedagogik dan mendorong inovasi pembelajaran di kelas melalui metode interaktif yang efektif, relevan, dan berbasis kebutuhan siswa,” Yaman menjelaskan kepada sukabumiheadline.com, Sabtu (29/12025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui workshop tersebut, Yaman berharap guru mendapatkan pemahaman mendalam mengenai strategi pembelajaran interaktif seperti penggunaan media digital, metode kolaboratif, simulasi, dan problem-based learning.

“Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa serta menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna,” jelas Yaman.

Sementara itu, Ilham menekankan pentingnya refleksi pembelajaran bagi guru sebagai bagian dari pengembangan profesional berkelanjutan.

“Guru diharapkan mampu menyesuaikan metode pembelajaran dengan karakteristik siswa, tantangan di sekolah, serta perkembangan teknologi pendidikan,” kata Ilham.

Baca Juga :  Mendikdasmen tambah 2 mapel, perbarui kurikulum: Respons pesimistis guru dan pelajar Sukabumi

Profesionalisme guru

Yaman dan Ilham memaparkan, profesionalisme guru adalah kemampuan, sikap, kompetensi, serta komitmen guru dalam melaksanakan tugasnya secara efektif dan beretika.

“Guru profesional ditandai oleh penguasaan materi, keterampilan pedagogis, kemampuan berkomunikasi, serta kesiapan untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan pendidikan,” papar Yaman.

“Dalam konteks Kurikulum Merdeka, menurut dia, profesionalisme guru tidak hanya dilihat dari penguasaan konsep, tetapi dari bagaimana guru mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, bermakna, serta berpusat pada murid,” lanjutnya.

Pembelajaran interaktif 

Sedangkan pembelajaran interaktif, menurut Ilham, adalah pendekatan yang mendorong terjadinya interaksi dua arah antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa, dan siswa dengan materi pembelajaran.

“Inti dari pembelajaran interaktif adalah keterlibatan aktif peserta didik melalui
diskusi, tanya jawab, simulasi, eksperimen, problem solving, penggunaan media digital dan teknologi,” jelas Ilham.

“Pembelajaran interaktif mampu meningkatkan motivasi, pemahaman konsep, kreativitas, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik,” imbuhnya.

Mengapa Pembelajaran Interaktif Penting bagi Profesionalisme Guru?

Dijelaskan Yaman, Kurikulum Merdeka menekankan aktivitas belajar yang berpusat pada siswa, memberikan pengalaman belajar bermakna, diferensiasi pembelajaran, proyek dan kolaborasi. Ini hanya dapat dicapai jika guru menguasai metode pembelajaran interaktif,” paparnya.

Baca Juga :  Mendikdasmen tambah 2 mapel, perbarui kurikulum: Respons pesimistis guru dan pelajar Sukabumi

Di sisi lain, menurut Ilham, guru juga dituntut mampu memanfaatkan, LCD/slide interaktif, aplikasi kuis seperti Quizizz, Kahoot, simulasi digital, video pembelajaran, platform kolaboratif seperti Google Classroom atau Padlet.

“Dengan demikian, profesionalisme meningkat ketika guru mampu menggunakan teknologi sebagai media pembelajaran,” yakin Ilham.

Ilham menjelaskan lebih jauh, siswa masa kini belajar lebih cepat melalui visual, praktik langsung, pengalaman, dan teknologi.

“Sehingga, pembelajaran interaktif menjawab kebutuhan karakter siswa yang suka kolaborasi, tantangan, visual,” yakin dia.

Dengan digelarnya workshop tersebut, diharapkan profesionalisme guru di Kecamatan Bojonggenteng semakin meningkat dan mampu menghadirkan pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan relevan dengan tuntutan Kurikulum Merdeka.

Kegiatan workshop ditutup dengan sesi diskusi dan penyusunan rencana tindak lanjut yang akan diterapkan oleh masing-masing guru di sekolah asalnya.

Peserta workshop antusias mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari paparan materi, diskusi kelompok, hingga praktik langsung penggunaan model pembelajaran interaktif.

Berita Terkait

Ada ribuan madrasah diniyah, berapa jumlah MI, MTs dan MA di Sukabumi?
Beasiswa LPDP 2026 dibuka! Skema Social, Humanities, Art for People, Religious Studies, Economics
KDM akan dirikan Sekolah Maung: Jurusan, kuota dan lokasi SMK Manusia Unggul
Wajib dipelajari! Ini 7 bahasa asing dibutuhkan di masa depan dan penjelasannya
Pelajar Sukabumi, simak yuk kalender akademik 2026 ini
Daftar jurusan kuliah paling dibutuhkan pada 2030
Dunia kampus: Mengenal pengertian dan perbedaan rektor dan lektor
KDM minta sekolah di Jawa Barat terapkan satu hari belajar di luar kelas

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 03:53 WIB

Ada ribuan madrasah diniyah, berapa jumlah MI, MTs dan MA di Sukabumi?

Minggu, 25 Januari 2026 - 13:38 WIB

Beasiswa LPDP 2026 dibuka! Skema Social, Humanities, Art for People, Religious Studies, Economics

Selasa, 13 Januari 2026 - 02:51 WIB

KDM akan dirikan Sekolah Maung: Jurusan, kuota dan lokasi SMK Manusia Unggul

Selasa, 6 Januari 2026 - 21:42 WIB

Wajib dipelajari! Ini 7 bahasa asing dibutuhkan di masa depan dan penjelasannya

Kamis, 1 Januari 2026 - 19:44 WIB

Pelajar Sukabumi, simak yuk kalender akademik 2026 ini

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131