sukabumiheadline.com – Sejumlah penambang emas ilegal di kawasan pertambangan emas Gunung Pongkor, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat dirawat akibat terkena gas beracun, Rabu (14/1/2026). Puluhan Penambang Tanpa Izin (PETI) dikabarkan mengalami keracunan gas massal saat beraktivitas di dalam lubang tambang.
Gas beracun tersebut diduga berasal dari asap mesin generator yang digunakan para penambang sebagai sumber penerangan di dalam lubang yang minim sirkulasi udara.
Sebelumnya, beredar pesona berantai melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, mengenai kabar keracunan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Asalamua Alaikum, INALILAHI WA INA ILAIHI ROJIUN, Infor masi hari ini Rabu 14 januari 2026 telah terjadi musibah masal di lokasi penambangan Nunggul bogor yang di klola warga masyarat,” demikian bunyi pesan yang beredar.
“Terjadi keracunan yang keluar dari dalam lubang tambang di perkirakan 700 orang meninggal di dalam Lubang, bagi yang punya sanak anak kluraga sodara atau tetangga yang kerja di Lokasi penambangan Nunggul segera mencari informasi atao melaporkan kepemerintah setempat. Agar di tindak lanjuti informasi ke sesama pemerintahan, terimakasih,” lanjut pesan tersebut.
Namun, kabar resmi menyebut setidaknya lima orang pria, yang diketahui merupakan warga lokal Kecamatan Nanggung, harus dilarikan ke klinik terdekat karena mengalami gejala sesak napas berat dan pusing hebat.
Diketahui, mereka merupakan penambang yang menggali lubang secara ilegal di kawasan milik PT Aneka Tambang (Antam).
Tim medis yang menangani para korban menyatakan bahwa kelima penambang tersebut tiba di klinik sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.
“Kelima pasien datang dengan keluhan sesak napas akut dan pusing-pusing. Saat ini mereka masih dalam perawatan intensif untuk pemulihan kadar oksigen,” ujar dr. Aditya, tim medis klinik setempat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai jumlah pasti penambang yang masih terjebak di dalam lubang tambang emas tersebut. Situasi di lapangan masih sangat tertutup, mengingat aktivitas ini merupakan praktik pertambangan tanpa izin (PETI).
Pihak pemerintah daerah setempat maupun manajemen PT Aneka Tambang Pongkor belum memberikan pernyataan resmi terkait kronologi maupun data total korban yang terdampak asap generator tersebut.
Upaya pencarian dan evakuasi terhadap korban yang diduga masih tertinggal di dalam lubang terpaksa dihentikan sementara. Medan yang ekstrem di lereng Gunung Pongkor diperparah dengan kondisi cuaca buruk.
Hujan deras yang masih mengguyur kawasan Nanggung membuat lubang tambang menjadi rawan longsor dan berbahaya bagi tim penyelamat. Selain faktor cuaca, sisa-sisa gas beracun di dalam lubang juga menjadi kendala utama evakuasi.









