Belasan desa di Jawa Barat tanpa sinyal hp dan internet, Kabupaten Sukabumi terbanyak

- Redaksi

Minggu, 8 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tidak ada sinyal hp dan internet di kampung - sukabumiheadline.com

Ilustrasi tidak ada sinyal hp dan internet di kampung - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Belasan desa di Jawa Barat belum memiliki akses terhadap jaringan telekomunikasi dan internet atau blank spot. Sulitnya akses sinyal di di belasan desa tersebut disebabkan kondisi geografis berupa kawasan pegunungan.

Di sisi lain, infrastruktur jalan yang tidak memadai, membuat operator Base Transceiver Station (BTS) tidak memungkinkan mereka untuk menghadirkan jaringan telekomunikasi.

Dikutip sukabumiheadline.com dari Open Data Jawa Barat 2024, sedikitnya ada 11 desa tercatat tidak memiliki sinyal. Mirisnya, desa yang tidak memiliki akses telekomunikasi tersebut terbanyak di Kabupaten Sukabumi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kondisi tersebut tentunya bakal membatasi akses komunikasi serta menghambat pelayanan digital di desa.

Adapun, dari 11 desa yang tidak memiliki akses terhadap jaringan seluler dan internet tersebut, tersebar di 4 kabupaten, yakni Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, dan Bogor, dengan rincian sebagai berikut:

  • Kabupaten Sukabumi: 6 desa
  • Kabupaten Garut: 2 desa
  • Kabupaten Tasikmalaya: 2 desa
  • Kabupaten Bogor: 1 desa

Sedangkan, sejumlah desa di Kabupaten Cianjur, Bandung Barat, Sumedang, Pangandaran, Purwakarta, dan perbatasan Majalengka-Kuningan, juga tergolong susah sinyal.

Upaya Pemprov Jawa Barat 

Sementara itu, mengutip catatan Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Barat, jumlah 11 desa tersebut jauh berkurang dibandingkan 2022 yang mencapai 359 desa blank spot, dari total 5.312 desa yang ada di Tatar Pasundan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa terus berupaya mengurangi desa tanpa internet atau blank spot. Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Ika Mardiah, berbagai upaya dilakukan pemprov untuk mengurangi desa blank spot.

Upaya yang dilakukan, antara lain Corporate Social Responsibility (CSR) dari beberapa Internet Service Provider (ISP), juga dari APBN maupun program BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Sebelumnya kita sudah berhasil mengurangi desa blank spot dengan anggaran APBD, juga dari BAKTI Kementerian Kominfo. Untuk tahun 2023 kita mendapat bantuan CSR dari beberapa ISP,” kata Ika ketika menjabat Kadis Kominfo Jawa Barat, dikutip sukabumiheadline.com dari laman resmi Pemprov Jabar yang terbit pada 2023.

Untuk informasi, Ika saat itu menjabat Kadis Kominfo Jawa Barat di era Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum. Sedangkan saat ini, jabatan tersebut dipegang adalah Adi Komar.

Berita Terkait

KDM bakal hapus angkot tua: Bukan hanya mobil bagus, tapi prilaku masyarakatnya
Juli 2026 Sukabumi 4 kali digoyang gempa bumi, PT KAI ungkap pernyataan resmi
Bandara Husein Sastranegara Bandung mulai aktif 17 Agustus, cek maskapai dan rute penerbangan
Pemprov Jawa Barat akan perangi LGBTQ
Warga Sukabumi wajib tahu, begini 3 cara mudah lapor jalan rusak secara online
Profil Pipit Rismanto: Polisi pembasmi tambang ilegal resmi jabat Kapolda Jabar
DPRD Jabar bahas usulan ganti nama Jawa Barat Jadi Provinsi Sunda
Termasuk Sukabumi, daftar 12 kota dan kabupaten di Jawa Barat punya kapolres baru

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 13:56 WIB

KDM bakal hapus angkot tua: Bukan hanya mobil bagus, tapi prilaku masyarakatnya

Senin, 20 Juli 2026 - 16:17 WIB

Juli 2026 Sukabumi 4 kali digoyang gempa bumi, PT KAI ungkap pernyataan resmi

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:59 WIB

Bandara Husein Sastranegara Bandung mulai aktif 17 Agustus, cek maskapai dan rute penerbangan

Senin, 13 Juli 2026 - 09:07 WIB

Pemprov Jawa Barat akan perangi LGBTQ

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:41 WIB

Warga Sukabumi wajib tahu, begini 3 cara mudah lapor jalan rusak secara online

Berita Terbaru

Serba bambu, peneliti ITB kembangkan rumah bambu modular tahan gempa bumi - ITB

Teknologi

Peneliti ITB kembangkan rumah bambu interlock tahan gempa bumi

Minggu, 26 Jul 2026 - 17:37 WIB