Kisah 5 tokoh Sukabumi mualaf dan sukses jadi pengusaha, menteri, hingga istri pangeran

- Redaksi

Jumat, 23 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

5 tokoh Sukabumi, mualaf dan sukses, dari pengusaha, istri pangeran hingga menteri - Ilustrasi sukabumiheadline.com

5 tokoh Sukabumi, mualaf dan sukses, dari pengusaha, istri pangeran hingga menteri - Ilustrasi sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Mualaf adalah sebutan bagi orang yang baru masuk agama Islam atau orang non-Muslim yang hatinya condong untuk masuk Islam. Mengutip pendapat Ustadz Adi Hidayat, Mualaf secara harfiah berasal dari bahasa Arab yang berarti tunduk, pasrah, atau menerima.

Orang yang berpindah dari agama lain ke Islam, atau orang yang hatinya dilembutkan untuk memeluk Islam. Namun, status mualaf memiliki batas waktu tertentu sesuai kebijakan umat Islam atau pemimpin Muslim, dan tidak selamanya disandang.

Beragam alasan seseorang memilih mualaf. Dari mulai pencarian makna dan spiritual, kesederhanaan dalam beribadah, hingga diawali oleh pernikahan dengan Muslim.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Demikian dengan kelima tokoh inspiratif Sukabumi dalam ulasan ini, mereka memilih mualaf sejak sebelum sukses dalam berbagai bidang yang digelutinya, kelimanya memutuskan untuk memeluk Islam.

Berikut adalah 5 tokoh Sukabumi mualaf dan sukses, dari pengusaha, istri pangeran hingga menteri, dihimpun dari catatan sukabumiheadline.com, Jumat (23/1/2026).

5. Andreas

Andreas, Wakil Bupati Sukabumi - Ilustrasi sukabumiheadline.com
Andreas, Wakil Bupati Sukabumi – Ilustrasi sukabumiheadline.com

Pria yang lahir pada 18 Oktober 1982, itu kini menjabat Wakil Bupati Sukabumi, ini sebelumnya dikenal sebagai pemeluk Konghucu.

Andreas yang kini diketahui sudah mualaf dan telah menunaikan ibadah haji itu menjelaskan, bahwa perubahan keyakinan adalah bagian dari perjalanan spiritual yang dia jalani dengan penuh kehati-hatian.

Selain sebagai politikus, suami dari Susy Awaliyah, itu saat ini aktif di organisasi keagamaan yang didirikan KH Hasyim Asy’ari itu, Nahdlatul Ulama (NU). Baca selengkapnya: Profil, agama dan biodata Andreas, pengusaha jadi Wakil Bupati Sukabumi

4. Nio Cwan Chung

Nio Cwan Chung atau Muhammad Syafii Antonio - Ilustrasi sukabumiheadline.com
Nio Cwan Chung atau Muhammad Syafii Antonio – Ilustrasi sukabumiheadline.com

Prof. Dr. H. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec. adalah seorang ahli perbankan syariah Indonesia. Selain itu, dia juga dikenal sebagai pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Tazkia. Baca selengkapnya: Profil dan Biodata Syafii Antonio, Pakar Perbankan Syariah Indonesia asal Sukabumi

Syafii Antonio lahir di Sukabumi, 12 Mei 1967, ia merupakan warga Indonesia keturunan Tionghoa. Karenanya, sejak kecil Syafii mengenal ajaran Konghucu, karena ayahnya menjadi pendeta konghucu. Nama aslinya adalah Nio Cwan Chung. Setelah memeluk Islam, ia menggunakan nama Muhammad Syafii Antonio.

Selain sebagai dosen dan pakar ekonomi syariah, Syafii Antonio juga menjabat komisaris di salah satu bank BUMN. Baca selengkapnya: Kisah mualaf Nio Cwan Chung asal Sukabumi, kini Komisaris Independen Bank BUMN

Baca Juga :  Menghitung luas dan jumlah penduduk Kota Sukabumi jika ditambah 7 kecamatan terdekat

3. Chesterina Sim-Zecha

Chesterina Sim-Zecha atau Che Engku Chesterina - Ilustrasi sukabumiheadline.com
Chesterina Sim-Zecha atau Che Engku Chesterina – Ilustrasi sukabumiheadline.com

Siapa Sangka, ternyata ada wanita yang terusir dari Sukabumi, Jawa Barat, namun kemudian dipersunting bangsawan asal negeri Jiran, Malaysia. Dia adalah Che Engku Chesterina. Wanita yang satu ini lahir di Sukabumi, pada 1943.

Sebelum dipersunting bangsawan asal Malaysia, Che dikenal sebagai balerina atau penari balet Indonesia. Ia kemudian menjadi bangsawan kerajaan Malaysia setelah dinikahi Tunku Tan Sri Abdullah, seorang pangeran Negeri Sembilan dan pendiri Grup Melewar. Baca selengkapnya: Kisah Wanita Sukabumi, Che Engku Chesterina, Sepupu Miliarder Jadi Bangsawan Malaysia

Che Engku Chesterina dilahirkan dalam keluarga Lauw-Sim-Zecha, dan diberi nama Chesterina Sim-Zecha. Keluarga Lauw-Sim-Zecha adalah peranakan terkemuka Cabang Atas atau bangsawan Cina era kolonial Belanda di Indonesia.

Dia adalah keturunan dari Louisa Zecha, seorang pemilik perkebunan keturunan Indo Bohemian, melalui pernikahan keduanya dengan Sim Keng Koen, Kapitein der Chinezen dari Sukabumi, kepala pemerintahan masa kolonial Belanda yang ditunjuk oleh masyarakat Tionghoa setempat.

Dia juga sepupu pengusaha hotel dan pendiri Aman Resorts, Adrian Zecha. Baca lengkap: Kenalkan, Adrian Zecha asal Sukabumi Pemilik Jaringan Hotel di 20 Negara

2. Wu Lai Tjang

Wu Lai Tjang atau Muhammad Saleh Kurnia - Ilustrasi sukabumiheadline.com
Wu Lai Tjang atau Muhammad Saleh Kurnia – Ilustrasi sukabumiheadline.com

Warga Sukabumi, Jawa Barat, mungkin sudah sering berbelanja, atau setidaknya mengenal Hero yang merupakan supermarket pertama di Indonesia.

Namun, sepertinya tidak banyak yang mengetahui jika Hero Supermarket didirikan oleh seorang pengusaha asal Sukabumi. Perjalanan kesuksesan Hero tak terlepas dari pendirinya yang sangat inspiratif. Baca lengkap: Kisah Inspiratif MS Kurnia, Pengusaha asal Sukabumi Pendiri Hero Supermarket

Dia adalah Wu Lai Tjang yang kemudian berganti nama menjadi Muhammad Saleh Kurnia atau M.S Kurnia setelah mualaf. Informasi dihimpun, MS Kurnia lahir di Sukabumi, 1 Desember 1934. Ia dibesarkan di masa sulit. Karenanya, sejak masih kecil Kurnia harus mengikuti orang tuanya merantau ke Jakarta. Baca selengkapnya: MS Kurnia, miliarder asal Sukabumi dikenal gigih dan baik hati sukses dirikan Hero Supermarket

5. Lie Kiat Teng

Lie Kiat Teng mengganti nama menjadi Mohammad Ali - Ilustrasi sukabumiheadline.com
Lie Kiat Teng mengganti nama menjadi Mohammad Ali – Ilustrasi sukabumiheadline.com

Sosok Mohammad Ali, Menteri Kesehatan ke-5 RI asal Sukabumi, Jawa Barat, namanya tidak sepopuler KH Ahmad Sanusi, ulama yang telah ditetapkan sebagai pahlawan Nasional. Baca selengkapnya: Silsilah Pahlawan Nasional asal Sukabumi, KH Ahmad Sanusi ke Sunan Giri hingga Rasulullah SAW

Namun, Mohammad Ali bukanlah sosok sembarang. Pria kelahiran Sukabumi, 17 Agustus 1912 ini merupakan politikus ternama pada masanya. Bahkan, ia pernah menduduki jabatan menteri kabinet.

Baca Juga :  Kisah inspiratif Debbie Rogers, mualaf cantik yang Islamkan 30 orang non-Muslim lainnya

Pria ini awalnya bernama Lie Kiat Teng, namun setelah mualaf pada 1946, ia memutuskan mengganti namanya menjadi Mohammad Ali. Baca selengkapnya: Mengenang Lie Kiat Teng, Mualaf dari Sukabumi Jadi Menteri Kesehatan dan Politikus PSII

Lie Kiat Teng adalah Menteri Kesehatan (Menkes) ke-5 Republik Indonesia dalam Kabinet Ali Sastroamidjojo pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Ia juga anggota Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII). Baca selengkapnya: Profil Mohammad Ali, Menkes ke-5 RI asal Sukabumi dan pencetus fakultas kedokteran

Alasan non-muslim memilih mualaf

Alasan seseorang menjadi mualaf sangat beragam, umumnya karena pencarian spiritual dan hidayah, menemukan kejelasan ajaran Islam (terutama tauhid/keesaan Tuhan), merasa tertarik dengan nilai moral, keadilan, dan kesetaraan.

Alasan lainnya, seperti mendapatkan kenyamanan dan rasa kebersamaan dari komunitas Muslim yang suportif, yang seringkali terasa lebih baik daripada keyakinan sebelumnya, menjadi motivasi utama untuk memeluk Islam.

Alasan Umum Menjadi Mualaf

Berikut adalah beberapa alasan umum ketika seseorang memutuskan memeluk agama Islam menurut laman resmi Yayasan Baitul Maqdis:

  • Pencarian Makna & Spiritual: Merasa ada kekosongan atau kurang dalam agama sebelumnya dan menemukan jawaban yang memuaskan dalam Islam.
  • Hidayah & Pengalaman Spiritual: Mendapat petunjuk langsung atau mengalami pengalaman spiritual mendalam yang mengarahkan mereka pada Islam.
  • Keindahan Ajaran Islam: Tertarik pada kesederhanaan dan kedalaman ajaran Islam, terutama konsep tauhid (Allah Maha Esa), Al-Qur’an, dan Hadits.
  • Rasa Keadilan dan Kesetaraan: Islam menekankan tidak ada perbedaan suku, ras, atau status sosial, yang menarik bagi mereka yang mencari keadilan.
  • Komunitas yang Suportif: Merasa diterima, dihargai, dan mendapatkan rasa memiliki (belonging) dalam komunitas Muslim yang solid.
  • Kesederhanaan Ibadah: Sistem ibadah Islam seperti salat, puasa, zakat dianggap praktis dan mudah dipahami.
  • Kejelasan Konsep Tuhan: Konsep ketuhanan yang tunggal dalam Islam sering dianggap lebih logis dan mudah diterima.
  • Perubahan Hidup: Merasa menemukan “awal baru” dan kebahagiaan sejati setelah memeluk Islam, seperti terlahir kembali tanpa dosa masa lalu.

Seringkali, kombinasi dari beberapa faktor ini, termasuk interaksi dengan perilaku Muslim yang baik dan nilai-nilai luhur Islam, menjadi pendorong utama seseorang menjadi mualaf.

Berita Terkait

Kisah inspiratif pria asal Sukabumi, tinggalkan gaji ratusan juta, mualaf, lalu jualan cincau
Kisah mualaf Nio Cwan Chung asal Sukabumi, kini Komisaris Independen Bank BUMN
Kisah haru Marsha Timothy mantap memeluk Islam
Kisah Ketum GRIB Jaya Hercules mualaf, kini mengaku rajin ibadah
Ruben Onsu jadi imam shalat Desy Ratnasari dan Nasywa, disebut sudah nikah siri
Alasan Ruben Onsu mualaf, Shalat Ied bareng Igun dan bangun mushala di Sukabumi
Kisah unik dan lucu di balik Richard Lee dan Bobon Santoso mualaf
Subhanallah Kae Asakura mualaf, ini profil eks bintang film dewasa asal Jepang

Berita Terkait

Jumat, 23 Januari 2026 - 00:01 WIB

Kisah 5 tokoh Sukabumi mualaf dan sukses jadi pengusaha, menteri, hingga istri pangeran

Jumat, 16 Januari 2026 - 03:55 WIB

Kisah inspiratif pria asal Sukabumi, tinggalkan gaji ratusan juta, mualaf, lalu jualan cincau

Jumat, 24 Oktober 2025 - 01:43 WIB

Kisah mualaf Nio Cwan Chung asal Sukabumi, kini Komisaris Independen Bank BUMN

Selasa, 23 September 2025 - 00:35 WIB

Kisah haru Marsha Timothy mantap memeluk Islam

Jumat, 2 Mei 2025 - 23:19 WIB

Kisah Ketum GRIB Jaya Hercules mualaf, kini mengaku rajin ibadah

Berita Terbaru

DS, mengaku kena tipu, wanita Sukabumi memerkosa sesama perempuan - Ist

Tak Berkategori

Ngaku kena tipu, wanita Sukabumi memerkosa sesama perempuan

Kamis, 22 Jan 2026 - 19:29 WIB

Tak Berkategori

Remaja belasan tahun asal Cisaat Sukabumi terancam 15 tahun penjara

Kamis, 22 Jan 2026 - 18:10 WIB