sukabumiheadline.com – Buah pala atau myristica fragrans, di Sukabumi umumnya dijual bijinya, dibelah dua, kemudian dikeringkan terlebih dahulu. Selain itu, daging buah yang terkenal berasa asam ini juga lazim dijadikan sirup dan manisan. Baca selengkapnya: Pengabdian Masyarakat, Mahasiswa Sekolah Vokasi IPB Re-Branding Produk UMKM
Padahal, buah pala juga punya manfaat lebih untuk kesehatan, karena buah ini kaya akan senyawa aktif seperti myristicin dan eugenol yang berkhasiat sebagai antiinflamasi, antibakteri, dan antioksidan. Manfaat utamanya meliputi meredakan nyeri dan peradangan, dan mengatasi masalah pencernaan (diare, kembung).
Selain itu, juga bermanfaat untuk meningkatkan kualitas tidur, menurunkan tekanan darah, serta menjaga kesehatan otak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: 14 produk UMKM Sukabumi dikenal ke mancanegara, dari kuliner hingga kerajinan tangan
Khasiat buah pala bagi kesehatan
- Meningkatkan Kesehatan Pencernaan: Pala dapat meredakan diare, kembung, dan masuk angin dengan cara menghangatkan perut.
- Meredakan Nyeri dan Peradangan: Kandungan myristicin dan eugenol bersifat antiradang, membantu mengurangi nyeri otot, sendi, hingga gejala rematik.
- Mengatasi Insomnia: Pala memiliki sifat sedatif alami yang dapat menenangkan pikiran, membantu memperbaiki kualitas dan durasi tidur.
- Menjaga Kesehatan Mulut dan Gigi: Sifat antibakterinya efektif melawan bakteri penyebab bau mulut dan kuman penyebab gigi berlubang.
- Meningkatkan Fungsi Otak: Senyawa myristicin dan macelignan bersifat neuroprotektif, yang dapat meningkatkan konsentrasi, daya ingat, dan melindungi otak dari penyakit degeneratif.
- Detoksifikasi Tubuh: Membantu mengeluarkan racun dari hati dan ginjal, serta membantu membersihkan toksin dalam sistem pencernaan.
- Mengatur Suasana Hati: Bertindak sebagai antidepresan alami yang memberikan efek menenangkan.
- Menurunkan Gula Darah dan Tekanan Darah: Ekstrak biji pala dapat membantu mengontrol kadar gula darah dan meningkatkan kinerja pankreas.
Namun perlu diingat, mengonsumsi pala sebaiknya dalam jumlah wajar. Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan efek samping seperti mual, pusing, dada berdebar, hingga halusinasi.
Kecamatan penghasil buah pala di Sukabumi
Kecamatan utama penghasil dan pengembang budidaya buah pala di Kabupaten Sukabumi adalah Sagaranten dan Gegerbitung, yang didukung dengan lahan pengembangan masing-masing 25 hektar.
Sentra produksi pala lainnya juga ditemukan di Kecamatan Cikidang (Desa Mekarnangka dan Nangkakoneng), Cisaat, Gunung Guruh, Cidahu, Parakansalak, dan Palabuhanratu.
Berikut adalah beberapa detail tambahan mengenai pengembangan pala di Sukabumi, dikutip sukabumiheadline.com dari data Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Ahad (25/1/2026).
Sentra Utama: Sagaranten dan Gegerbitung, dipilih karena ketinggian 200-700 mdpl yang cocok untuk tanaman rempah ini.
Sentra Potensial/Lama: Cikidang, Cisaat, Gunungguruh, Cidahu, Parakansalak, dan Palabuhanratu.
Produksi: Tanaman pala mulai berbuah pada usia 4-5 tahun dan panen maksimal setelah 6 tahun.
Pengembangan: Dinas Pertanian fokus pada peremajaan dan perluasan kebun, termasuk pemberian bibit unggul.









