sukabumiheadline.com – Republik Islam Iran menyatakan siap perang total melawan Amerika Serikat (AS). Pernyataan tersebut disampaikan salah seorang pejabat senior Negeri Mullah itu pada Sabtu (24/1/2025). Pernyataan tersebut merespons pengerahan armada militer AS ke kawasan Timur Tengah.
Dilansir The Independent, pejabat senior tersebut menegaskan, Iran menganggap setiap serangan sebagai tantangan perang habis-habisan.
“Pengerahan militer ini, kami harap ini tidak dimaksudkan untuk konfrontasi nyata, tetapi militer kami siap untuk skenario terburuk. Inilah sebabnya mengapa semuanya dalam keadaan siaga tinggi di Iran,” katanya, dikutip sukabumiheadline.com, Ahad (25/1/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pejabat tersebut juga menegaskan bahwa Iran tidak menilai dari besar kecilnya serangan. Baik kecil maupun besar, dinilai sebagai awal perang total.
“Kali ini kita akan menganggap setiap serangan terbatas, tak terbatas, terarah, kinetik, apa pun sebutannya, sebagai perang habis-habisan melawan kita, dan kita akan merespons dengan cara sekeras mungkin untuk menyelesaikan ini,” tegas dia.
Untuk informasi, rombongan armada AS tiba dalam beberapa hari Diketahui, dalam beberapa hari mendatang, rombongan kapal induk AS dan aset militer lainnya akan tiba di Timur Tengah.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada Kamis (22/1/2026), mengatakan, pihaknya memiliki “armada” yang menuju ke Iran tetapi berharap dia tidak perlu menggunakannya. Ia juga kembali memperingatkan Teheran agar tidak membunuh para demonstran atau memulai kembali program nuklirnya.
Diketahui, dalam beberapa hari terakhir, Pentagon telah memerintahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dan tiga kapal perusak pendamping ke wilayah tersebut.
Kapal-kapal tersebut meninggalkan Laut China Selatan dan mulai menuju ke Timur Tengah awal pekan ini, menurut seorang pejabat angkatan laut.
Pejabat itu menambahkan, armada tersebut telah berada di Samudra Hindia.
Kapal-kapal perang tersebut akan bergabung dengan tiga kapal tempur yang berada di pelabuhan Bahrain pada Jumat (23/1/2026), serta dua kapal perusak AS lainnya yang berada di laut di Teluk Persia.
Kedatangan gugus tempur kapal induk akan membawa sekitar 5.700 anggota militer tambahan. AS memiliki beberapa pangkalan di Timur Tengah, termasuk Al Udeid di Qatar, yang menampung ribuan pasukan dan merupakan markas besar terdepan untuk Komando Pusat AS.
Pejabat senior Iran tersebut juga mewanti-wanti AS jika berani melanggar kedaulatan Iran. Ia kembali menegaskan, Iran tidak memiliki banyak pilihan selain melawan.
“Jika AS melanggar kedaulatan dan integritas teritorial Iran, kami akan merespons. Sebuah negara yang terus-menerus berada di bawah ancaman militer dari AS tidak punya pilihan lain selain memastikan bahwa semua yang dimilikinya dapat digunakan untuk melawan. Jika memungkinkan, memulihkan keseimbangan terhadap siapa pun yang berani menyerang Iran,” jelas dia.









