Arab Saudi dan UEA butuh 1,5 juta lebih pekerja bidang AI

- Redaksi

Senin, 29 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pegawai yang menguasai bidang artificial intelegence - sukabumiheadline.com

Ilustrasi pegawai yang menguasai bidang artificial intelegence - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi membutuhkan jutaan tenaga kerja bidang artificial intelegence (AI). Hal ini menunjukkan bahwa kehadiran AI tidak mengurangi kebutuhan tenaga kerja manusia.

Seperti dikutip sukabumiheadline.com dari dari data ServiceNow di geo.tv, lebih dari 1,5 juta pekerja tambahan dibutuhkan kedua negara tersebut hingga 2030, meskipun penggunaan kecerdasan buatan AI terus meningkat. Demikian hasil studi tenaga kerja global yang dirilis pada 2025.

Dalam analisis ServiceNow, perusahaan perangkat lunak asal Amerika Serikat, bersama Pearson, perusahaan pendidikan global berbasis di Inggris yang fokus pada pengembangan keterampilan dan penilaian tenaga kerja, fokus kuat UEA pada teknologi, AI, dan transformasi digital layanan justru diperkirakan menciptakan lapangan kerja baru, bukan menghilangkannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Modernisasi di sektor pemerintahan dan swasta mendorong peningkatan kebutuhan tenaga kerja di bidang manufaktur, pendidikan, ritel, kesehatan, jasa keuangan, serta layanan berbasis teknologi.

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang kuat, proyek pembangunan berskala besar, serta ekspansi layanan publik dan swasta justru mendorong permintaan tenaga kerja yang berkelanjutan.

Di Arab Saudi, kebutuhan tenaga kerja didorong oleh program reformasi ekonomi Vision 2030 yang mencakup investasi besar di sektor konstruksi, infrastruktur, pariwisata, manufaktur, logistik, hingga pengembangan kawasan ekonomi baru.

Ilustrasi pegawai sedang bekerja dengan bantuan AI - sukabumiheadline.com
Ilustrasi pegawai sedang bekerja dengan bantuan AI – sukabumiheadline.com

Studi itu memperkirakan, tanpa peningkatan produktivitas dari AI, Arab Saudi memerlukan sekitar 650.000 pekerja tambahan untuk menopang rencana ekspansinya.

Bahkan setelah memperhitungkan otomatisasi, kerajaan tersebut masih akan menghadapi kesenjangan tenaga kerja yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan.

Sementara itu, permintaan tenaga kerja di UEA diproyeksikan meningkat lebih cepat. Total jumlah tenaga kerja UEA diperkirakan tumbuh 12,1% hingga 2030, menjadikannya salah satu pasar tenaga kerja dengan pertumbuhan tercepat di antara negara-negara yang diteliti.

“Peningkatan 12,1% tenaga kerja manusia ini merupakan salah satu yang tertinggi di antara pasar yang dikaji. Arab Saudi diperkirakan mencatat pertumbuhan 11,6%, jauh di atas negara-negara ekonomi besar seperti Amerika Serikat (2,1%) dan Inggris (2,8%),” demikian isi laporan tersebut.

AI diperkirakan akan mengambil alih tugas-tugas rutin dan berulang. Namun, peran manusia tetap krusial untuk pekerjaan yang membutuhkan keahlian teknis, pengawasan, interaksi dengan pelanggan, pemecahan masalah, dan penyediaan layanan.

Sektor-sektor yang diproyeksikan terus merekrut tenaga kerja di UEA dan Arab Saudi antara lain konstruksi, transportasi, logistik, kesehatan, perhotelan, ritel, pendidikan, energi, jasa keuangan, dan teknologi informasi.

Temuan ini juga memiliki arti penting bagi pekerja migran, termasuk dari Pakistan. Jutaan warga Pakistan saat ini bekerja di UEA dan Arab Saudi, terutama di sektor konstruksi, transportasi, ritel, kesehatan, dan pekerjaan teknis.

Studi tersebut menegaskan bahwa peluang kerja bagi tenaga asing masih terbuka luas, khususnya bagi mereka yang memiliki keterampilan teknis, keahlian vokasional, literasi digital, serta pengalaman di sektor jasa.

Berita Terkait

Dewan Pengawas Danantara minta istilah Palestina dihapus dari buku pelajaran sekolah
Daftar 8 WNI jadi tentara Rusia karena bergaji tinggi
Arab Saudi dan Prancis serukan pendirian negara Palestina
Dua negara ASEAN, kecewa kabut asap kebakaran hutan Kalimantan
5 fakta Timor-Leste: Negara mini punya MBG, sekolah-buku gratis, pajak rendah, bebas parkir/ormas
12 negara yang tak pernah rayakan hari kemerdekaan, satu tetangga Indonesia
Pengiran Raabi’atul Adawiyyah kehilangan gelar Kerajaan Brunei karena ulah tak pantas
Profil Abdul El-Sayed: Kemenangan tokoh Partai Demokrat pro Palestina guncang AS

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 18:14 WIB

Dewan Pengawas Danantara minta istilah Palestina dihapus dari buku pelajaran sekolah

Rabu, 2 September 2026 - 14:36 WIB

Daftar 8 WNI jadi tentara Rusia karena bergaji tinggi

Rabu, 26 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Arab Saudi dan Prancis serukan pendirian negara Palestina

Minggu, 23 Agustus 2026 - 23:32 WIB

Dua negara ASEAN, kecewa kabut asap kebakaran hutan Kalimantan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:01 WIB

5 fakta Timor-Leste: Negara mini punya MBG, sekolah-buku gratis, pajak rendah, bebas parkir/ormas

Berita Terbaru

Ilustrasi sepotong buah semangka - sukabumiheadline.com

Kesehatan

Jangan dibuang! Ini deretan khasiat kulit semangka

Minggu, 6 Sep 2026 - 05:33 WIB

Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sukabumi - Setwan DPRD Kabupaten Sukabumi

Legislatif

DPRD Kabupaten Sukabumi dalami perubahan APBD 2026

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:03 WIB