sukabumiheadline.com – Kabupaten Sukabumi memiliki banyak desa wisata unggulan, terutama di kawasan Geopark Ciletuh dan kaki Gunung Gede Pangrango, yang menawarkan wisata alam, budaya, dan edukasi.
Desa wisata populer antara lain Desa Wisata Cisande (agrowisata), Desa Wisata Gedepangrango (Situ Gunung), dan Kampung Adat Ciptagelar.
Sebagian besar desa wisata di Sukabumi juga berada di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, menjadikannya destinasi yang kaya akan potensi geologi dan budaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berita Terkait: Deretan Desa Wisata Terbaik di Jawa Barat, Ada dari Sukabumi?
Berikut adalah daftar desa wisata di Kabupaten Sukabumi, dirangkum dari catatan sukabumiheadline.com, Senin (2/2/2026):
1. Kecamatan Cicantayan
- Desa Wisata Cisande: Terkenal dengan agrowisata, ngubeuk kulah (tangkap ikan), dan tubing. Desa wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 kategori toilet umum. Di sini menawarkan wisata edukasi seperti ngubeuk kulah (tangkap ikan) dan trekking. Baca selengkapnya: Terbaik di Indonesia, Ada Keseruan Apa Aja Sih di Desa Wisata Cisande Sukabumi?
2. Kecamatan Kadudampit
- Desa Wisata Gedepangrango: Gerbang menuju Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGP), jembatan gantung dan Situ Gunung, menawarkan panorama alam.
Baca Juga:
- Jumlah dan nama-nama desa di Kabupaten Sukabumi menurut kecamatan
- Ternyata ada 88 desa di Kabupaten Sukabumi memiliki nama sama, tidak kreatif?
- 38 nama desa unik di Sukabumi, ada yang mirip majelis taklim
3. Kecamatan Cisolok

Berita Terkait: Artis Fanny Sabila rayakan Seren Taun di Gelaralam Sukabumi: Mulang
- Desa Wisata Ciptagelar: Kampung adat yang memegang teguh tradisi leluhur dan budaya bertani. Desa adat Sunda yang masih memegang teguh tradisi leluhur dan budaya pertanian. Baca selengkapnya: 5 Fakta Jipeng, Seni Kolaboratif Bertahan Karena Bagian Tradisi Kasepuhan Ciptagelar Sukabumi
- Desa Wisata Pasirbaru: Wisata pantai dan budaya. Menawarkan wisata alam yang cocok untuk keluarga.
- Desa Wisata Cikahuripan (Kecamatan Cisolok): Terkenal dengan pemandian air panas.
- Desa Wisata Sirnaresmi: Kampung Adat Kasepuhan Sinar Resmi, komunitas adat yang menjaga nilai budaya dan pertanian. Baca selengkapnya:
- Desa Wisata Pasirbiru: Wisata sungai, bukit, dan goa. Terletak di dekat pesisir, menawarkan pemandangan pantai dan bukit.
4. Kecamatan Ciracap
- Desa Wisata Purwasedar: Dekat dengan kawasan Geopark Ciletuh.
5. Kecamatan Ciemas
- Desa Wisata Tamanjaya: Area Geopark Ciletuh, menawarkan pemandangan alam.
6. Kecamatan Cikakak

- Desa Wisata Cimaja: Terkenal dengan spot surfing. Baca selengkapnya: Surfing swim hybrid: Tren olah raga 2026, berkembang di pantai Sukabumi
- Kampung Adat Ciptarasa: Kampung adat yang masih asri dan tradisional.
7. Kecamatan Gunungguruh
- Desa Wisata Cikujang: Wisata berbasis keindahan desa.
8. Kecamatan Nyalindung

- Desa Wisata Buniayu: Terkenal dengan wisata goanya. Desa-desa ini umumnya menawarkan paket wisata edukasi, petualangan, dan kuliner lokal. Berlokasi di Desa Kertaangsana, Nyalindung, terkenal sebagai pusat wisata petualangan gua (caving) terbaik di Jawa Barat. Menawarkan keindahan ornamen stalaktit dan stalagmit berusia jutaan tahun di Goa Buniayu (Goa Siluman/Cipicung), kawasan seluas 10 hektar ini juga memiliki air terjun Bibijilan.
9. Kecamatan Waluran
- Desa Wisata Hanjeli (Desa Waluran Mandiri): Pengolahan pangan, terkenal dengan edukasi pengolahan pangan lokal Hanjeli. Baca selengkapnya: Desa Wisata Hanjeli Sukabumi Raih Juara 3 Anugerah Desa Wisata Indonesia
10. Kecamatan Kalapanunggal:
- Desa Wisata Kabayan Gunung Wayang: Desa wisata rintisan yang populer dengan pemandangan pegunungan dan spot foto instagrammable. Baca selengkapnya: Gunung Wayang Sukabumi, Wisata Lokal Bernuansa Pulau Dewata
Desa wisata rintisan
Selain Desa Wisata Kabayan Gunung Wayang, juga terdapat beberapa desa rintisan seperti Desa Wisata Buniayu, Cibitung, Cibuaya, dan Desa Wisata Air Panas dan Curug Cikubuay Mekarasih, serta sejumlah desa di wilayah utara Kabupaten Sukabumi, seperti di Kecamatan Nagrak dan Cicurug.
Sayangnya sejumlah desa wisata dibiarkan tidak terurus, karena ketiadaan anggaran untuk perawatan.









