sukabumiheadline.com – Bawang daun (Allium fistulosum) adalah salah satu jenis tanaman yang digolongkan ke dalam jenis sayuran daun karena berbentuk rumput dengan struktur tubuh yang terdiri dari akar, batang semu dan daun.
Menurut peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Hidayati dan Dewi Nuruliana, tanaman ini termasuk tanaman setahun atau semusim dengan bagian yang terpenting adalah daun-daun yang masih muda berwarna hijau dan batang semu yang berwarna putih.
“Pada umumnya bawang daun sering digunakan sebagai bahan pelezat pada berbagai masakan. Selain rasanya yang lezat, bawang daun juga mempunyai banyak keunggulan diantaranya tingginya komposisi dan kandungan gizi bawang daun serta berguna untuk kesehatan tubuh manusia bahkan bawang daun ini memiliki cara budidaya yang cukup mudah,” katanya, dikutip sukabumiheadline.com dari Repository IPB, Rabu (18/2/2026)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Oleh karena itu, seiring dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya sayuran sebagai sumber vitamin termasuk bawang daun yang memiliki beberapa keistimewaan, maka sayuran perlu terus dikembangkan guna memenuhi permintaan konsumen yang terus meningkat.
Produksi dan produktivitas bawang daun di Kabupaten Sukabumi
Menurut data Produksi Tanaman Sayuran dan Buah–Buahan Semusim Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten Sukabumi dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 yang diperbarui 10 Juni 2025, produksi bawang daun di Kabupaten Sukabumi mencapai 50.987 kuintal atau 5 ribu ton.
Sedangkan, menurut Open Data Jawa Barat, produktivitas bawang daun Sukabumi mencapai 90.97 kuintal per hektar atau 9 ton pada tahun yang sama, menjadikannya salah satu komoditas hortikultura semusim yang penting di Jawa Barat.
Untuk informasi, “produksi pertanian” adalah total volume hasil panen (misalnya: 10 ton padi). Sedangkan “produktivitas pertanian”, adalah efisiensi penggunaan sumber daya, yaitu hasil per satuan luas atau waktu (misalnya: 5 ton/hektar).
Dengan kata lain, produksi berfokus pada jumlah, sementara produktivitas berfokus pada efektivitas hasil per lahan, tenaga kerja, atau modal.
Produksi ini menopang kebutuhan sayuran lokal dan regional, dengan potensi pengembangan intensif lebih lanjut untuk meningkatkan hasil, mengingat produktivitas petani secara nasional.
Kecamatan penghasil bawang daun di Sukabumi
Dalam tulisannya, menurut Hidayati dan Dewi Nuruliana, kecamatan penghasil bawang daun di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terutama berpusat di wilayah dataran tinggi dengan sentra produksi di Kecamatan Kadudampit, khususnya Desa Gede Pangrango. Selain itu, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, serta Desa Sukamaju, Kecamatan Cibadak menjadi penopang utama pasokan sayuran bawang daun.
“Kecamatan Kadudampit menjadi salah satu wilayah yang konsisten mengembangkan usaha tani bawang daun di Sukabumi,” jelasnya.
“Wilayah Sukabumi yang memiliki dataran tinggi sangat cocok untuk budidaya bawang daun karena membutuhkan suhu sejuk. Sebagai salah satu komoditas utama di Jawa Barat, kawasan ini memiliki produktivitas bawang daun yang tinggi, seringkali menjadi tumpuan hidup masyarakat lokal,” pungkasnya.
Namun demikian, Cibadak dan Cikembar tidak tersedia data di BPS. Berikut daftar kecamatan penghasil bawang daun di Kabupaten Sukabumi, total Sukabumi 50.987 kuintal versi BPS Kabupaten Sukabumi:
- Kadudampit: 9.507 kuintal
- Caringin: 8.475 kuintal
- Kalapanunggal: 5.490 kuintal
- Cidahu: 5.020 kuintal
- Gegerbitung: 4.925 kuintal
- Sukabumi: 3.670 kuintal
- Kabandungan 3.440 kuintal
- Sukaraja: 2.816 kuintal
- Cireunghas: 2.177 kuintal
- Jampang Tengah: 2.070 kuintal
- Nyalindung: 805 kuintal
- Purabaya: 790 kuintal
- Sukalarang: 527 kuintal
- Sagaranten: 305 kuintal
- Pabuaran: 235 kuintal
- Cidadap: 230 kuintal
- Cidolog: 220 kuintal
- Curugkembar: 150 kuintal
- Kalibunder: 110 kuintal
- Cibitung: 20 kuintal
- Cimanggu: 5 kuintal









