Bukan hanya butuh label, Menkeu Purbaya: Jerman lebih syariah dari Indonesia

- Redaksi

Selasa, 17 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa - Ilustrasi sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Praktik perbankan di Jerman lebih mencerminkan prinsip syariah dibandingkan Indonesia yang berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Pernyataan itu berangkat dari pengalama Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa, ketika melakukan diskusi dengan pejabat Deutsche Bundesbank.

“Walaupun negara kamu negara Islam terbesar di dunia, negara saya lebih syariah dari negara kamu,” kata Purbaya menirukan ucapan koleganya, pejabat bank sentral Jerman, dalam Sharia Economic Forum di Metro TV yang digelar pekan lalu.

Purbaya mengaku sempat tak percaya dengan pernyataan koleganya tersebut. Namun penjelasan yang diterimanya cukup sederhana, koleganya itu mengungkapkan bahwa sekira 80 persen perbankan Jerman dikuasai bank kecil dan bank daerah yang menawarkan bunga rendah. Dengan demikian, bank-bank kecil tersebut tidak mengejar keuntungan berlebih, fokusnya keberlanjutan dan pembiayaan sektor riil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mereka menaruh di bank itu bunga yang cuma satu persen, biaya pinjamnya cuma dua persen,” ungkapnya.

Model tersebut, diakuinya membuat sistem lebih stabil. Di sisi lain, masyarakat memilih bank dengan imbal hasil rendah tetapi aman. Struktur ini dinilai lebih mendekati prinsip keadilan dan keseimbangan yang menjadi ruh ekonomi syariah.

Untuk itu, Purbaya mengingatkan, ekonomi syariah bukan sekadar mengganti istilah bunga menjadi margin atau bagi hasil. Jika praktiknya tetap mahal dan membebani pelaku usaha, maka substansinya belum berubah.

“Diubah istilah ribanya tidak dipakai, tapi pakai istilah lain yang lebih mahal. Menurut saya itu arah yang salah,” tegas petinggi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) itu.

Banyak pelaku UMKM, diakui Purbaya, mengeluhkan pembiayaan syariah yang dinilai belum kompetitif. Padahal, dengan basis nasabah Muslim yang besar, bank syariah seharusnya punya ruang tumbuh lebih luas.

Purbaya yang mengaku sempat meragukan konsep ekonomi syariah bisa berjalan, ternyata pengalaman diskusi di Jerman tersebut telah mengubah pandangannya terhadap ekonomi syariah.

“Saya hanya menunjukkan bahwa syariah itu bisa kalau Anda jalankan dengan baik,” ujarnya.

Di dalam negeri, Indonesia telah memiliki bank syariah besar seperti Bank Syariah Indonesia (BSI) dan Bank Syariah Nasional (BSN). Pemerintah juga aktif menerbitkan sukuk dan green sukuk untuk pembiayaan pembangunan.

Namun menurut Purbaya, ekosistemnya belum kuat. Pasar besar belum sepenuhnya dikuasai pelaku domestik. Industri halal, pembiayaan UMKM, hingga manajemen bisnis berbasis syariah masih perlu pembenahan.

“Kita besar, tapi pemimpinnya saja tidak ada. Imamnya tidak ada dalam bisnis syariah,” tegasaya.

Berita Terkait

Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi
Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut
Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia
Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang
Menaker luncurkan program Tailor Made Training Batch 2 di Sukabumi
Besok becak listrik Prabowo dibagikan gratis di Sukabumi, cek spesifikasi, fitur dan harganya
Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage
Langkah ini diambil Pertamina Patra Niaga respons kasus penimbun BBM di Sukabumi

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Menaker luncurkan program Tailor Made Training Batch 2 di Sukabumi

Berita Terbaru

Asisten pelatih Persib Bandung Igor Tolic - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Venue

Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:19 WIB