sukabumiheadline.com – 2 Mei tak hanya diperingati sebagai Hardiknas atau Hari Pendidikan Nasional di Indonesia, karena bertepatan dengan hari lahir tokoh pendidikan, Ki Hajar Dewantara (2 Mei 1889), namun hari ini diperingati sebagai Hari Tuna Sedunia.
Hari Tuna Sedunia diperingati untuk meningkatkan kesadaran global akan pentingnya ikan tuna bagi ketahanan pangan, nutrisi, dan ekonomi, serta menekankan perlunya pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.
Dilansir WWF Indonesia, Hari Tuna Sedunia ditetapkan oleh PBB, menyoroti risiko overfishing dan pentingnya menjaga populasi tuna bagi ekosistem laut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tujuan utama Hari Tuna Sedunia diperingati untuk eningkatkan kesadaran akan pentingnya ikan tuna dan konservasi, mengingat perannya sebagai predator puncak yang menjaga keseimbangan laut.
“Tuna adalah sumber pangan yang kaya protein dan nutrisi, serta komoditas ekonomi yang sangat berharga secara global,” katanya.
Hari Tuna Sedunia juga bertujuan menekankan praktik penangkapan ikan yang bertanggung jawab guna mencegah populasi tuna dari bahaya kepunahan akibat permintaan pasar yang tinggi.
PBB secara resmi menetapkan peringatan ini untuk menyoroti perlunya pengelolaan stok ikan yang berkelanjutan. “Peringatan ini menjadi momen bagi negara-negara untuk bekerja sama dalam mereformasi strategi perikanan, seperti yang dilakukan dalam pemulihan populasi tuna sirip biru di Atlantik.”
Lantas, berapa hasil tangkapan ikan tuna yang dihasilkan oleh nelayan di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat?
Hasil tangkapan ikan tuna di Sukabumi

Panjang garis pantai Kabupaten Sukabumi sekira 117 kilometer —sumber lain menyebut 111,95 km— mencakup wilayah dari Cisolok hingga Tegalbuleud.
Dikutip sukabumiheadline.com dari data resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ikan yang paling banyak dihasilkan atau didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu umumnya berasal dari kelompok ikan pelagis besar, dengan jenis yang paling dominan adalah ikan cakalang, tongkol, layur, cumi-cumi, dan tuna hingga impun. Baca selengkapnya: Jenis ikan hasil nelayan Palabuhanratu Sukabumi dan volume tangkapan 2025
Sementara itu, menurut data Dinas Perikanan dan Kelautan (DPK) Jawa Barat, Sukabumi menjadi salah satu sentra industri perikanan tangkap di Indonesia dengan potensi unggulan tuna lebih dari 3.000 ton per tahun.
Karenanya, Sukabumi dipilih DPK menjadi daerah percontohan industrialisasi tangkap. DPK fokus pada penangkapan tuna, karena memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibanding jenis lainnya, terutama untuk tujuan ekspor ke Jepang.
Kandungan gizi ikan tuna

Ikan tuna sangat kaya protein, sekitar 22-26 gram per 100 gram porsi, menjadikannya sumber protein berkualitas tinggi, rendah lemak, dan bebas karbohidrat, serta kaya nutrisi penting seperti vitamin B kompleks (terutama B12), zat besi, magnesium, kalium, selenium, dan asam lemak omega-3 yang baik untuk jantung, mata, dan otak.
Kandungan gizi utama (per 100 gram)
- Protein: 22-26 gram (sangat tinggi)
- Kalori: 100-144 kkal (tergantung cara masak)
- Lemak: Rendah (sekitar 0,95 – 4,9 gram)
- Karbohidrat: 0 gram (bebas karbohidrat)
- Natrium (Sodium): 37-290 mg
- Kalium (Potassium): Tinggi (sekitar 444 mg)
Vitamin & mineral penting
- Vitamin B Kompleks: Terutama Vitamin B12, B6, Niasin, Riboflavin.
- Mineral: Zat Besi, Kalsium, Fosfor, Magnesium, Zinc, Yodium, Selenium.
- Asam Lemak: Kaya Omega-3 (EPA & DHA).
Manfaat utama
- Menjaga Otot: Protein tinggi membantu mempertahankan massa otot.
- Kesehatan Jantung & Otak: Omega-3 menurunkan kolesterol jahat (LDL) dan mendukung fungsi otak.
- Mencegah Anemia: Zat besi, folat, dan vitamin B12 penting untuk pembentukan sel darah merah.
- Baik untuk Diet: Protein tinggi membuat kenyang lebih lama dengan kalori rendah.









