Profil Salman Alfarisi: Sahabat Rasulullah SAW asal Persia pertama masuk Islam

- Redaksi

Jumat, 10 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pejuang Muslim era Rasulullah SAW - sukabumiheadline.com

Ilustrasi pejuang Muslim era Rasulullah SAW - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Salah seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang populer dalam sejarah Islam, adalah Salman Alfarisi. Ia dikenal sebagai ahli strategi perang pada masa awal perkembangan Islam.

Salman Alfarisi atau Salman al-Farisi (Persia:سلمان فارسی, Arab:سلمان الفارسي) adalah salah seorang sahabat Muhammad yang asal-usulnya dari bangsa Persia dan awalnya beragama Majusi.

Ia menjadi Muslim di Quba’ dan mulai mengikuti peperangan bersama Muhammad sebagai nabi dalam Islam pada Pertempuran Khandaq di Madinah dan menjadi penyusun strategi perang tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Beberapa ahli tafsir Al-Qur’an menyatakan bahwa keislaman Salman al-Farisi menjadi penyebab turunnya ayat ke-62 dalam Surah Al-Baqarah.

Asal-usul dan keluarga

Abu Hurairah meriwayatkan dari Salman al-Farisi bahwa nama aslinya sebelum menggunakan nama Salman adalah Mabah yang mengikuti penamaan dalam agama Majusi.

Salman al-Farisi merupakan seorang dari bangsa Persia. Dalam majelis yang diajarkan oleh Salman al-Farisi di Al-Mada’in, ia menceritakan kisah hidupnya hingga pertemuan dengan Muhammad.

Salman al-Farisi menyatakan bahwa ia berasal dari Desa Jey. Dalam periwayatan Abu Hurairah dari Salman al-Farisi dinyatakan bahwa kota tempat asal Salman bernama Ramhormoz.

Ayah Salman al-Farisi merupakan pemimpin di Desa Jey dan dikenal sebagai ahli pertanian yang memahami persoalan tanah. Karena itu, ayahnya memiliki sawah, ladang dan perkebunan yang subur dan memberikan kemakmuran bagi keluarganya.

Salman al-Farisi sangat disayangi oleh ayahnya karena ia merupakan putra pertama yang dinantikan kelahirannya untuk dijadikan sebagai abdi tempat penyembahan api.

Selama di Desa Jey, Salman al-Farisi merupakan penganut Majusi yang taat. Karena ketaatannya, ia menjadi penjaga api yang tidak boleh padam dan harus menyala terus-menerus. Api yang dijaganya merupakan api yang berada di tempat penyembahan dan dinyalakan di setiap rumah di Desa Jey.

Tampilan fisik

Salman al-Farisi memiliki rambut yang lebat dan wajah yang tampan.

Keislaman dan perjuangan

Salman al-Farisi menjadi muslim setelah melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad seperti yang diceritakan kepadanya oleh seorang pendeta di Amorion. Keislamannya dinyatakan langsung kepada Muhammad di Quba’ ketika ia masih berstatus sebagai budak.

Setelah menyatakan Islam, Salman al-Farisi menceritakan keadaan dirinya sebagai seorang budak kepada Muhammad dan memintanya untuk dimerdekakan.

Maka Muhammad kemudian meminta kepada para sahabatnya untuk mengumpulkan uang untuk memerdekakan Salman. Setelah Muhammad mengumpulkan uang miliknya dan uang miliki sahabatnya, Salman berhasil dimerdekakan.

Perjuangan dalam peperangan

Pertempuran Khandaq

Ilustrasi pemimpin perang Muslim - sukabumiheadline.com
Ilustrasi pemimpin perang Muslim – sukabumiheadline.com

Salman al-Farisi menjadi salah seorang sahabat Muhammad.[8] Peperangan pertama yang diikuti Salman al-Farisi dalam pasukan muslim setelah keislamannya ialah Pertempuran Khandaq.

Salman al-Farisi memiliki pengetahuan tentang siasat dan strategi perang yang berasal dari pengalaman bangsa Persia yang tidak dikenal dalam sejarah peperangan bangsa Arab pada masa hidupnya.

Ketika berlangsungnya Pertempuran Khandaq pada bulan Syawal 5 H (627 M). Salman al-Farisi mengusulkan pembangunan parit sebagai pertahanan bagi pasukan Muslim di bagian utara Kota Madinah dari pengepungan pasukan gabungan sebanyak 10.000 orang dari suku Quraisy, orang Yahudi dan suku-suku Arab lainnya di Khaibar.

Usulan inilah yang membuat peperangan ini dikenal sebagai pertempuran Khandaq yang berarti pertempuran parit.

Beberapa ahli tafsir Al-Qur’an menyatakan bahwa keislaman Salman al-Farisi menjadi penyebab turunnya ayat ke-62 dalam Surah Al-Baqarah. Ayat ini berisi pernyataan kepada orang-orang yang beriman, orang Yahudi, orang Nasrani, dan orang Sabi’in.

Pernyataannya bahwa siapa saja di antara mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir serta beramal saleh akan mendapat pahala dari Allah. Selain itu, mereka tidak akan memiliki kekhawatiran dan tidak akan mengalami kesedihan dalam diri mereka. Pada masa Umar bin Khathab, Salman ikut berjihad di wilayah Syam.

Salman wafat pada tahun 35 H / 656 M pada masa Khalifah Utsman bin Affan.

Berita Terkait

102 tahun Sarkem Cicurug Sukabumi dan kisah hidup ulama berdarah menak Sunda
Profil Kumaila Hakimah, alumni ponpes di Sukabumi yang sebut AlQuran sudah kadaluwarsa
Mengenal pondok pesantren yang didirikan Wali Songo, nomor 5 di Jawa Barat
4 foto masa muda kedekatan tokoh asal Sukabumi dengan Prabowo dan Menhan
Profil Mr R Syamsudin: 5 fakta tokoh asal Sukabumi, didukung Kapolri jadi Pahlawan Nasional
Memahami konsep hujan dalam Islam dan ayat-ayat rahasia di baliknya
Daftar tokoh bergelar SH diabadikan jadi nama jalan, nomor 17 asal Sukabumi
Profil dan kisah hidup Tan Boen Soan: jurnalis dan novelis asal Sukabumi, lahir 1905

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 20:33 WIB

102 tahun Sarkem Cicurug Sukabumi dan kisah hidup ulama berdarah menak Sunda

Jumat, 11 September 2026 - 06:49 WIB

Profil Kumaila Hakimah, alumni ponpes di Sukabumi yang sebut AlQuran sudah kadaluwarsa

Jumat, 11 September 2026 - 02:28 WIB

Mengenal pondok pesantren yang didirikan Wali Songo, nomor 5 di Jawa Barat

Kamis, 10 September 2026 - 01:50 WIB

4 foto masa muda kedekatan tokoh asal Sukabumi dengan Prabowo dan Menhan

Rabu, 9 September 2026 - 08:00 WIB

Profil Mr R Syamsudin: 5 fakta tokoh asal Sukabumi, didukung Kapolri jadi Pahlawan Nasional

Berita Terbaru

Sebuah rumah bergaTaufiq Ismail membaca puisi di Kota Sukabumi - Fadli Zon

Kultur

Kala penyair legendaris Taufiq Ismail baca puisi di Sukabumi

Minggu, 13 Sep 2026 - 21:42 WIB