Jenis ikan hasil nelayan Palabuhanratu Sukabumi dan volume tangkapan 2025

- Redaksi

Minggu, 4 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi nelayan sedang menangkap ikan di laut - sukabumiheadline.com

Ilustrasi nelayan sedang menangkap ikan di laut - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Kabupaten Sukabumi memiliki pantai yang membentang meliputi 9 kecamatan, yakni dari Kecamatan Cisolok, Cikakak, Palabuhanratu, Simpenan, Ciemas, Ciracap, Surade, Cibitung, hingga Tegalbuleud.

Panjang garis pantai Kabupaten Sukabumi sekira 117 kilometer —sumber lain menyebut 111,95 km— mencakup wilayah dari Cisolok hingga Tegalbuleud dan terkenal dengan garis pantainya yang panjang dan memiliki banyak potensi wisata bahari.

Dikutip sukabumiheadline.com dari data resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), ikan yang paling banyak dihasilkan atau didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu umumnya berasal dari kelompok ikan pelagis besar, dengan jenis yang paling dominan adalah ikan cakalang, tongkol, dan tuna.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, ikan layur juga merupakan komoditas penting yang menggerakkan ekonomi lokal dan bahkan menjadi komoditas ekspor. Nelayan Palabuhanratu juga menangkap jenis ikan lain seperti pepetek dan cumi-cumi.

Kemudian, ikan impun secara musiman, ikan kecil ini melimpah di pesisir pantai Palabuhanratu, menjadi berkah tersendiri bagi warga setempat untuk ditangkap.

Baca Juga :  Selamat, Jalan Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang masuk daftar PSN Prabowo

Data statistik produksi ikan yang didaratkan di PPN Palabuhanratu juga menunjukkan jumlah tangkapan ikan tongkol, layang, dan cakalang yang tinggi secara nasional.

Jumlah ikan tangkapan nelayan Palabuhanratu 

Penjual ikan di TPI Pelabuhanratu
Penjual ikan di TPI Pelabuhanratu, Sukabumi – Ist

Data statistik ikan tangkapan nelayan Palabuhanratu untuk 2025 tersedia dalam laporan triwulan dari KKP dan publikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Namun, belum tersedia secara utuh.

Adapun menurut catatan sukabumiheadline.com, jumlah ikan tangkapan nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu pada 2024 menunjukkan peningkatan signifikan.

Seperti dikutip dari laporan kinerja, volume produksi perikanan tangkap di PPN Palabuhanratu pada 2024 mencapai 12.278 ton. Jumlah melampaui target yang ditetapkan sebesar 5.800 ton, atau sekira 211,69% dari target.

Laporan Kinerja Triwulan II Tahun 2024 dari KKP juga menyebutkan bahwa indikator volume produksi perikanan tangkap berhasil melebihi target yang telah ditetapkan, salah satunya berkat optimalisasi pencatatan data hasil tangkapan.

Baca Juga :  5 pembangkit listrik tertua di Indonesia, satu di Sukabumi

Data historis menunjukkan produksi ikan di PPN Palabuhanratu mengalami fluktuasi selama beberapa tahun sebelumnya, namun data terbaru 2024 menunjukkan tren peningkatan yang positif. Baca selengkapnya: Menghitung produksi ikan didaratkan di PPN Palabuhanratu Sukabumi, capai ratusan Miliar Rupiah

Ilustrasi nelayan menangkap ikan di laut - sukabumiheadline.com
Ilustrasi nelayan menangkap ikan di laut – sukabumiheadline.com

Sedangkan, volume produksi perikanan tangkap di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Palabuhanratu 2025 belum tersedia secara utuh. Namun, untuk Triwulan I tahun 2025 dalam laporan resmi KKP.

Total volume produksi perikanan tangkap yang didaratkan di PPN Palabuhanratu selama triwulan I 2025 (Januari, Februari, Maret) adalah 1.083,51 ton (1.083.510 kg).

Rincian per bulan adalah sebagai berikut:

  • Januari 2025: 515,97 ton
  • Februari 2025: 267,54 ton
  • Maret 2025: 300,00 ton (estimasi untuk mencapai total triwulan)

Penurunan signifikan pada Februari disebabkan oleh kondisi cuaca ekstrem yang terjadi selama periode Januari hingga Maret 2025.


Dilarang republikasi artikel Rubrik Headline tanpa seizin Redaksi sukabumiheadline.com

Berita Terkait

Potensi buah manggis Sukabumi: Sentra, volume, tujuan ekspor dan khasiatnya bagi kesehatan
Menkeu Purbaya: Bisnis media akan cerah
Menghitung jumlah kekayaan Adrian Zecha, raja hotel dunia asal Sukabumi
Ada BLT Rp300 ribu, warga Sukabumi wajib tahu 8 fokus Dana Desa 2026 sesuai Permendesa 16/2025
Belanja online fesyen lokal berkualitas di Elizabeth, ada ribuan produk dan gratis ongkir
Cara mendapatkan pupuk bersubsidi di Sukabumi sesuai HET
Ini lho jenis-jenis sumbangan bebas pajak di Indonesia
Kilang minyak Sukabumi kapan? 6 proyek Danantara groundbreaking Januari 2026, ini kata Mensesneg

Berita Terkait

Sabtu, 17 Januari 2026 - 21:50 WIB

Potensi buah manggis Sukabumi: Sentra, volume, tujuan ekspor dan khasiatnya bagi kesehatan

Jumat, 16 Januari 2026 - 14:01 WIB

Menkeu Purbaya: Bisnis media akan cerah

Rabu, 14 Januari 2026 - 16:40 WIB

Menghitung jumlah kekayaan Adrian Zecha, raja hotel dunia asal Sukabumi

Kamis, 8 Januari 2026 - 05:15 WIB

Ada BLT Rp300 ribu, warga Sukabumi wajib tahu 8 fokus Dana Desa 2026 sesuai Permendesa 16/2025

Kamis, 8 Januari 2026 - 04:12 WIB

Belanja online fesyen lokal berkualitas di Elizabeth, ada ribuan produk dan gratis ongkir

Berita Terbaru

Ilustrasi Gedung Juang 45 Kota Sukabumi - sukabumiheadline.com

Khazanah

Ini lho daftar bangunan tertua dan bersejarah di Sukabumi

Minggu, 18 Jan 2026 - 03:52 WIB

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas di jalan berliku - sukabumiheadline.com

Headline

Daftar titik rawan kecelakaan maut di Sukabumi dan pemicunya

Minggu, 18 Jan 2026 - 01:06 WIB