KAI bangun KRL Sukabumi untuk dukung pembangunan Disneyland

- Redaksi

Kamis, 23 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi elektrifikasi jalur KRL Commuter Line - sukabumiheadline.com

Ilustrasi elektrifikasi jalur KRL Commuter Line - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero menyiapkan perluasan layanan KRL ke Cikampek dan juga Sukabumi, sebagai bagian dari pengembangan kawasan aglomerasi Jakarta, sekaligus mendukung pembangunan wahana permainan kelas dunia, Disneyland.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin. Ia berharap, langkah tersebut dapat mempermudah mobilitas pekerja dari wilayah timur dan selatan Jabodetabek sekaligus mengurangi beban perjalanan komuter yang selama ini masih bergantung pada kereta lokal.

Menurutnya, selain memperpanjang layanan hingga Cikampek, KAI juga menyiapkan penguatan konektivitas di koridor selatan. Menurut Bobby, saat ini belum terdapat integrasi yang optimal antara jalur menuju Sukabumi dengan layanan KRL meski telah tersedia Stasiun Paledang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Artinya apa? Ini perlu juga kita integrasikan yang selatan,” katanya.

Ia menilai peningkatan akses transportasi KRL Bogor-Sukabumi akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan Jawa Barat.

Lebih jauh, Bobby juga menyinggung rencana pembangunan destinasi wisata berskala besar yang pernah batal karena terbatasnya akses transportasi.

“Dulu pernah dengar yang namanya Disneyland itu mau dibangun di Lido. Kenapa nggak jadi? Accessibility nggak ada,” ujar Bobby.

Menurut dia, pengembangan jaringan KRL tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas angkutan penumpang, tetapi juga menjadi fondasi pengembangan kawasan aglomerasi dan pemerataan pertumbuhan ekonomi di sekitar Jakarta.

“Waktu itu, kalau KRL sampai sana aja. Itu Disneyland sudah sampai ke sini. Artinya apa? Artinya kan tumbuh ekonominya di daerah selatan. Itu kami perkuat juga,” tegas dia.

Dia juga mengatakan, perluasan layanan tersebut menjadi salah satu prioritas untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang bekerja di Jakarta namun tinggal di kawasan Cikampek.

“Makanya aglomerasi Jakarta ini kami mau panjangkan sampai ke Cikampek. Prioritas nomor satu. Kemudian di Selatan juga,” kata Bobby.

Bobby menjelaskan, rencana tersebut lahir dari pengamatannya terhadap pola perjalanan masyarakat di Cikampek. Dia mengaku bahwa dirinya sempat ‘riset’ dengan mendatangi Stasiun Cikampek pada tengah malam untuk melihat langsung kondisi penumpang.

“Saya sengaja jam 12 malam, jam 1 malam ke Stasiun Cikampek. Saya tanya kenapa mereka menginap. Jawabannya, ada yang pulang dari pabrik sudah tidak ada kereta lagi, ada juga yang menunggu kereta pagi-pagi,” ujarnya.

Menurut Bobby, kondisi tersebut menunjukkan perlunya perluasan jaringan KRL agar masyarakat memiliki akses transportasi massal yang lebih baik menuju Jakarta.

Berita Terkait

Ternyata harga Pertamax Turbo pernah dijual Pertamina semurah ini
Bioskop Alfamart Sukabumi segera dibangun, ini kelebihan dan kekurangannya
Bus bintang 5 yang melayani liburan warga Sukabumi-Yogyakarta dan Surabaya
Perusahaan Kaesang Pangarep terlilit kredit macet bank Rp2,8 triliun
Bioskop Alfamart segera hadir di Sukabumi, harga tiket cuma Rp15 ribu
Merinci volume produksi hasil perkebunan di Sukabumi, kelapa juara
10 produk Israel yang dijual di Indonesia, kenali yuk!
Pembangunan Jalan Tol Sukabumi-Ciranjang-Padalarang bakal dikebut

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 04:02 WIB

KAI bangun KRL Sukabumi untuk dukung pembangunan Disneyland

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:04 WIB

Ternyata harga Pertamax Turbo pernah dijual Pertamina semurah ini

Jumat, 10 Juli 2026 - 00:47 WIB

Bioskop Alfamart Sukabumi segera dibangun, ini kelebihan dan kekurangannya

Kamis, 9 Juli 2026 - 20:56 WIB

Bus bintang 5 yang melayani liburan warga Sukabumi-Yogyakarta dan Surabaya

Rabu, 8 Juli 2026 - 03:11 WIB

Perusahaan Kaesang Pangarep terlilit kredit macet bank Rp2,8 triliun

Berita Terbaru