Arab Saudi dan Prancis serukan pendirian negara Palestina

- Redaksi

Rabu, 26 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman diterima Presiden Prancis Emmanuel Macron - Saudi Gazette

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman diterima Presiden Prancis Emmanuel Macron - Saudi Gazette

sukabumiheadline.com – Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menegaskan dukungan bagi pembentukan negara Palestina. Keduanya menyatakan bersama saat kunjungan kenegaraan bin Salman ke Prancis.

Pada akhir pertemuan pertama Dewan Kemitraan Strategis Saudi-Prancis, keduanya juga menyerukan agar Israel menarik diri dari seluruh wilayah Lebanon. Demikian dilaporkan Anadolu.

Kedua pemimpin menekankan pendekatan bersama terhadap stabilitas kawasan yang didasarkan pada kedaulatan negara, hukum internasional, serta solusi politik dan diplomatik atas berbagai konflik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terkait Palestina, Riyadh dan Paris dengan tegas menolak upaya untuk melemahkan hak rakyat Palestina dalam mendirikan negara merdeka berdasarkan perbatasan tahun 1967, serta menyerukan penghentian kebijakan permukiman Israel dan kekerasan oleh pihak pendudukan Israel, dengan menyatakan bahwa hal-hal tersebut mengancam solusi dua negara,” katanya dikutip Rabu (26/8/2026).

“Mereka juga menekankan perlunya menciptakan kondisi bagi gencatan senjata yang berkelanjutan di Gaza serta memastikan penyaluran bantuan kemanusiaan yang mendesak, aman, dan tanpa hambatan,” imbuh kedua pemimpin.

Kedua belah pihak menyambut baik pengumuman kesepakatan mengenai pelucutan senjata Hamas dan menyerukan pelaksanaannya, sembari menegaskan kembali komitmen mereka terhadap Deklarasi New York serta mendukung reformasi Otoritas Palestina dan rencana pemilihan umum presiden dan legislatif.

Mengenai Lebanon, Arab Saudi dan Prancis sepakat untuk meningkatkan upaya menuju penyelesaian akhir, memperkuat institusi negara, serta menjaga kedaulatan dan integritas wilayah negara tersebut.

Mereka juga menyerukan pelaksanaan penuh Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701, pelucutan senjata sepenuhnya terhadap semua kelompok bersenjata di luar kendali negara, dan penarikan Israel dari seluruh wilayah Lebanon.

Kedua negara juga menegaskan kembali dukungan bagi Angkatan Bersenjata Lebanon dan badan-badan keamanan.

Selain itu, Arab Saudi dan Prancis menekankan perlunya solusi melalui perundingan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut antara Amerika Serikat – Israel dan Iran, dan menegaskan kembali dukungan terhadap diplomasi guna memastikan sifat damai dari program nuklir Teheran.

Mereka juga meminta Iran untuk kembali bekerja sama sepenuhnya dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

Pernyataan tersebut juga mengecam serangan terhadap kapal-kapal dan ancaman terhadap pelayaran di Selat Hormuz, serta menyerukan agar kondisi pelayaran kembali normal seperti sebelum AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, termasuk kebebasan navigasi dan pelayaran tanpa biaya atau pembatasan baik secara langsung maupun tidak langsung.

Terkait Suriah, kedua negara menegaskan kembali komitmen mereka terhadap persatuan, stabilitas, dan pemulihan ekonomi negara tersebut, serta menekankan pentingnya institusi yang kuat dan peningkatan investasi.

Mengenai Yaman, Riyadh dan Paris kembali menyatakan dukungan terhadap Dewan Kepemimpinan Presiden serta upaya PBB untuk mencapai penyelesaian yang komprehensif.

Mereka mengecam serangan Houthi terhadap infrastruktur sipil dan fasilitas vital di Arab Saudi serta serangan terhadap pelayaran komersial, sembari menegaskan kembali komitmen mereka terhadap kebebasan navigasi.

Berita Terkait

Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat
Ajakan boikot Adidas meluas, eks tentara Israel jadi bintang iklan kaki palsu
Ini Blueberry, sniper cantik Rusia pemburu tentara Ukraina
Presenter TV Sarah Khalifa dihukum mati atas tuduhan jadi gembong narkoba
Dewan Pengawas Danantara minta istilah Palestina dihapus dari buku pelajaran sekolah
Daftar 8 WNI jadi tentara Rusia karena bergaji tinggi
Dua negara ASEAN, kecewa kabut asap kebakaran hutan Kalimantan
5 fakta Timor-Leste: Negara mini punya MBG, sekolah-buku gratis, pajak rendah, bebas parkir/ormas

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 23:30 WIB

Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat

Kamis, 10 September 2026 - 05:45 WIB

Ajakan boikot Adidas meluas, eks tentara Israel jadi bintang iklan kaki palsu

Selasa, 8 September 2026 - 23:30 WIB

Ini Blueberry, sniper cantik Rusia pemburu tentara Ukraina

Senin, 7 September 2026 - 05:23 WIB

Presenter TV Sarah Khalifa dihukum mati atas tuduhan jadi gembong narkoba

Sabtu, 5 September 2026 - 18:14 WIB

Dewan Pengawas Danantara minta istilah Palestina dihapus dari buku pelajaran sekolah

Berita Terbaru