sukabumiheadline.com – Semen adalah bubuk halus dari mineral yang dicampur air untuk merekatkan batu, bata, atau pasir menjadi beton yang kuat. Fungsi semen untuk mengikat pasir dan kerikil jadi beton, merekatkan bata dan batako, hingga menjaga bangunan tetap kokoh.
Ada tiga jenis semen yang dikenal di Indonesia, yakni Semen Portland (OPC), paling sering dipakai untuk rumah dan gedung. Kemudian semen putih yang dipakai untuk tampak luar atau hiasan dinding. Lalu ada juga semen mortar, yakni semen instan campur pasir untuk pasang bata.
Lantas di mana saja semen di produksi?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hampir semua wilayah provinsi di Indonesia mengandung bahan baku semen. Salah satunya, adalah Jawa Barat. Bahkan, provinsi ini menjadi daerah penghasil semen terbesar di Indonesia, yang diperkirakan mencapai 15 juta ton per tahun.
Berikut adalah perkiraan produksi semen berdasarkan kapasitas dan data produksi Industri, dikutip sukabumiheadline.com dari data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Asosiasi Semen Indonesia (ASI), Sabtu (21/8/2026).
- Jawa Barat: 15 juta ton/tahun
- Jawa Timur: 12 juta ton/tahun
- Sumatera Barat: 10 juta ton/tahun
- Sulawesi Selatan: 9 juta ton/tahun
- Jawa Tengah: 6 juta ton/tahun
- Banten: 5 juta ton/tahun
- Kalimantan Selatan: 4,9 juta ton/tahun
- Sumatera Selatan: 4,8 juta ton/tahun
- Aceh: 1,8 juta ton/tahun
- Sumatera Utara: 1,5 juta ton/tahun
Untuk informasi, perkiraan jumlah produksi semen menunjukkan
estimasí volume produksi semen dalam satu tahun, dalam satuan
ton/tahun. Angka merupakan estimasi berbasis kapasitas dan data
produksi perusahaan/industri, sehingga tidak selalu sama dengan
realisasi produksi aktual setiap
Angka merupakan perkiraan berdasarkan kapasitas dan data produksi industri, bukan peringkat resmi BPS.









