sukabumiheadline.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero menyiapkan perluasan layanan KRL ke Cikampek dan juga Sukabumi, sebagai bagian dari pengembangan kawasan aglomerasi Jakarta, sekaligus mendukung pembangunan wahana permainan kelas dunia, Disneyland.
Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT KAI (Persero) Bobby Rasyidin. Ia berharap, langkah tersebut dapat mempermudah mobilitas pekerja dari wilayah timur dan selatan Jabodetabek sekaligus mengurangi beban perjalanan komuter yang selama ini masih bergantung pada kereta lokal.
Menurutnya, selain memperpanjang layanan hingga Cikampek, KAI juga menyiapkan penguatan konektivitas di koridor selatan. Menurut Bobby, saat ini belum terdapat integrasi yang optimal antara jalur menuju Sukabumi dengan layanan KRL meski telah tersedia Stasiun Paledang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Artinya apa? Ini perlu juga kita integrasikan yang selatan,” katanya.
Ia menilai peningkatan akses transportasi KRL Bogor-Sukabumi akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan selatan Jawa Barat.
Lebih jauh, Bobby juga menyinggung rencana pembangunan destinasi wisata berskala besar yang pernah batal karena terbatasnya akses transportasi.
“Dulu pernah dengar yang namanya Disneyland itu mau dibangun di Lido. Kenapa nggak jadi? Accessibility nggak ada,” ujar Bobby.
Menurut dia, pengembangan jaringan KRL tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas angkutan penumpang, tetapi juga menjadi fondasi pengembangan kawasan aglomerasi dan pemerataan pertumbuhan ekonomi di sekitar Jakarta.
“Waktu itu, kalau KRL sampai sana aja. Itu Disneyland sudah sampai ke sini. Artinya apa? Artinya kan tumbuh ekonominya di daerah selatan. Itu kami perkuat juga,” tegas dia.
Dia juga mengatakan, perluasan layanan tersebut menjadi salah satu prioritas untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang bekerja di Jakarta namun tinggal di kawasan Cikampek.
“Makanya aglomerasi Jakarta ini kami mau panjangkan sampai ke Cikampek. Prioritas nomor satu. Kemudian di Selatan juga,” kata Bobby.
Bobby menjelaskan, rencana tersebut lahir dari pengamatannya terhadap pola perjalanan masyarakat di Cikampek. Dia mengaku bahwa dirinya sempat ‘riset’ dengan mendatangi Stasiun Cikampek pada tengah malam untuk melihat langsung kondisi penumpang.
“Saya sengaja jam 12 malam, jam 1 malam ke Stasiun Cikampek. Saya tanya kenapa mereka menginap. Jawabannya, ada yang pulang dari pabrik sudah tidak ada kereta lagi, ada juga yang menunggu kereta pagi-pagi,” ujarnya.
Menurut Bobby, kondisi tersebut menunjukkan perlunya perluasan jaringan KRL agar masyarakat memiliki akses transportasi massal yang lebih baik menuju Jakarta.









