Kala penyair legendaris Taufiq Ismail baca puisi di Sukabumi

- Redaksi

Minggu, 13 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah rumah bergaTaufiq Ismail membaca puisi di Kota Sukabumi - Fadli Zon

Sebuah rumah bergaTaufiq Ismail membaca puisi di Kota Sukabumi - Fadli Zon

sukabumiheadline.com – Sastrawan sekaligus penyair senior Taufiq Ismail tampil membacakan dua puisi di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Ia hadir di Kota Mochi dalam acara Peresmian Museum Rumah Pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir. Acara juga dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta sejumlah pejabat lokal, Sabtu (11/9/2026).

Seperti diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, rumah pengasingan dua tokoh nasionalis itu memiliki desain arsitektur bergaya kolonial dan Sunda, berdiri di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Karamat, Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi.

Taufiq Ismail tampil memukau para undangan kala membacakan dua puisi berjudul Sutan Sjahrir Pejuang Kemerdekaan dan Pejuang Demokrasi dan Rindu Pada Stelan Jas Putih dan Pantalon Putih Bung Hatta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untuk informasi, Taufiq Ismail adalah salah satu penyair legendaris Indonesia pelopor Angkatan ’66 yang dikenal dengan karya-karyanya yang sarat kritik sosial, kemanusiaan, dan semangat nasionalisme.

Di antara puisi ciptaannya, adalah Dengan Puisi, Aku, sebuah puisi yang berisi ekspresi bahwa puisi adalah sahabat setia penyair untuk bernyanyi, mencintai, menangis, dan berdoa.

Ia juga dikenal dengan puisinya berjudul Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia, sebuah puisi yang mengkritik tajam terhadap masalah moral, korupsi, dan krisis di Indonesia. Lalu, Tirani dan Benteng, sebuah kumpulan sajak perlawanan terhadap ketidakadilan pada masa transisi politik 1966.

Berita Terkait: Mengenal 6 bangunan tertua di Sukabumi, megah dan berkarakter

Rumah pengasingan Hatta-Sjahrir

Rumah pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir - Ist
Rumah pengasingan Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir – Ist

Bentuknya seperti rumah tua namun masih berdiri kokoh dengan warna nuansa kuning dan coklat. Di depan terdapat pohon besar menjulang tinggi yang menutupi bagian depan rumah.

Bangunan bergaya twin-house kolonial ini cukup unik. Terlihat seperti satu rumah namun ternyata di dalamnya terdapat dinding pemisah yang bisa ditempati oleh dua keluarga berbeda.

Rumah dibagi dua dengan penyekat permanen dari tembok, deretan dapur yang berada di belakang rumah menjadi penghubung dua bagian rumah itu.

Untuk diketahui, Proklamator RI, Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir pernah dibuang dan ditempatkan di rumah tersebut. Sebuah rumah yang menjadi saksi sejarah perjuangan kedua tokoh dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia melawan dua kekuatan besar kolonial yaitu Belanda dan Jepang. Baca lengkap: Dari Sukabumi Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir Prediksi Kehancuran Hindia Belanda

Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir
Mohammad Hatta dan Sutan Sjahrir – Des Alwi

Rumah tersebut adalah bekas rumah dinas seorang inspektur Belanda. Pada masanya, rumah tersebut berada di paling ujung kompleks karenanya jalan disebut bernama Jl. Kompleks.

Masing-masing bagian yang dipisahkan oleh sekat itu ditempati oleh Hatta dan Sjahrir. Sjahrir tinggal di rumah tahanan bersama ketiga anak angkatnya yaitu Lila, Mimi dan Ali dari Banda Neira.

Bung Hatta dan Sutan Sjahrir menempati rumah tahanan itu mulai dari 3 Februari 1942 hingga 22 Maret 1942. Meski singkat, banyak pergerakan yang lahir saat keduanya menempati rumah tahanan tersebut. Baca selengkapnya: Mengenang syarat Bung Hatta diasingkan ke Sukabumi dan pengorbanan untuk sahabat

Sebelum menjadi rumah tahanan Hatta dan Sjahrir, rumah itu merupakan rumah dinas inspektur Belanda. Pada masanya rumah tersebut berada di paling ujung kompleks. Jalan tersebut kemudian menjadi jalan utama yang disebut Dr. Vogelweg (saat ini Jalan Bhayangkara).

Menurut catatan, rumah yang hingga kini masih terawat tersebut, dibangun pada 1926, atau 19 tahun sebelum Indonesia memproklamirkan diri sebagai negara merdeka dari penjajahan Belanda dan Jepang.

Dalam perjalanannya, bangunan tersebut kemudian menjadi Rumah Tahanan (Rutan) pagi para tokoh pejuang yang gigih melawan penjajahan melalui diplomasi.

Ditetapkan Kadi Cagar Budaya 

Rutan Mohammad Hatta alias Bung Hatta dan Sutan Sjahrir di Kota Sukabumi akhirnya berstatus Cagar Budaya. Status itu ditetapkan dalam Sidang Penetapan Objek Diduga Cagar Budaya menjadi Cagar Budaya Kota Sukabumi pada hari ini, Selasa (5/12/2023).

Penetapan yang dihadiri oleh ahli sejarah, narasumber, Tim Ahli Cagar Budaya Daerah (TACBD) Provinsi Jawa Barat dan Kota Sukabumi, serta disaksikan langsung oleh Penjabat Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji dan Kadisdikbud Kota Sukabumi Punjul Saeful Hayat.

Penetapan cagar budaya ini merupakan bentuk penghargaan terhadap bukti sejarah di Kota Sukabumi. Termasuk penghargaan bagi orang-orang yang berperan dalam meningkatkan pembangunan di Kota Sukabumi. Baca selengkapnya: Mengenal Cagar Budaya Rumah Tahanan Bung Hatta-Sjahrir di Sukabumi

Berita Terkait

3 di Sukabumi, September ada puluhan event wisata dan budaya Jawa Barat
Dua mojang Sukabumi catatkan prestasi, daftar lengkap pemenang Moka Jawa Barat 2026
5 fakta Jipeng Sukabumi: Seni tradisional Jawa Barat diciptakan era pra kemerdekaan
Profil Zahran dan Salma, wakil Kota Sukabumi di Grand Final Pasanggiri Moka Jawa Barat 2026
Memahami batik dan Lokatmala Sukabumi dalam perspektif Gen Z
Mitos dan cerita menyedihkan di balik keindahan Situ Batu Karut Sukabumi
Memahami harmonisasi budaya di Chinatown Sukabumi
Kentring Manik Mayang Sunda: Mengenal ibu dari Raja-raja Pajajaran

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 21:42 WIB

Kala penyair legendaris Taufiq Ismail baca puisi di Sukabumi

Selasa, 1 September 2026 - 01:46 WIB

3 di Sukabumi, September ada puluhan event wisata dan budaya Jawa Barat

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Dua mojang Sukabumi catatkan prestasi, daftar lengkap pemenang Moka Jawa Barat 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:42 WIB

5 fakta Jipeng Sukabumi: Seni tradisional Jawa Barat diciptakan era pra kemerdekaan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Profil Zahran dan Salma, wakil Kota Sukabumi di Grand Final Pasanggiri Moka Jawa Barat 2026

Berita Terbaru

Sebuah rumah bergaTaufiq Ismail membaca puisi di Kota Sukabumi - Fadli Zon

Kultur

Kala penyair legendaris Taufiq Ismail baca puisi di Sukabumi

Minggu, 13 Sep 2026 - 21:42 WIB

Ilustrasi vape - sukabumiheadline.com

Regulasi

BNN minta semua jenis vape dilarang

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:21 WIB