sukabumiheadline.com – Adidas menghadapi tekanan boikot internasional setelah menggunakan mantan tentara Israel Shalev Biton sebagai wajah kampanye layanan Single Shoe di tengah banyaknya warga sipil Gaza yang kehilangan anggota tubuh akibat serangan Israel.
Iklan tersebut telah memicu perdebatan mengenai citra merek dan masa depan bisnis perusahaan di sejumlah pasar utama.
Keputusan Adidas memilih Biton, yang telah pensiun dari militer Israel, sebagai wajah kampanye layanan “satu sepatu” telah meningkatkan kecaman dan seruan boikot terhadap perusahaan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Perkembangan itu juga kembali memunculkan perdebatan mengenai kebijakan merek global perusahaan asal Jerman tersebut serta besarnya pasar tempat Adidas menjalankan bisnis.
Dikutip dari Anadolu Agency, Adidas menyatakan kampanye tersebut dibuat oleh tim lokal di Israel dan bukan bagian dari strategi periklanan global perusahaan.
Dalam pernyataan yang disampaikan Adidas Arabia, perusahaan mengatakan menyadari kekhawatiran yang ditimbulkan kampanye tersebut di kawasan, menyampaikan permintaan maaf, dan menegaskan bahwa berbagai sensitivitas terkait masalah itu ditanggapi secara serius.
Seruan boikot di tingkat internasional terus meningkat karena seorang mantan tentara Israel digunakan untuk mempromosikan produk bagi penyandang amputasi pada saat banyak warga sipil di Gaza kehilangan anggota tubuh mereka.









