Adab dan doa memasuki bangunan tak berpenghuni menurut Islam

- Redaksi

Minggu, 5 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangunan terbengkalai bekas PT Baju Indah Indonesia Sukabumi - Ahmad Suhaeri

Bangunan terbengkalai bekas PT Baju Indah Indonesia Sukabumi - Ahmad Suhaeri

sukabumiheadline.com – Setiap hendak memasuki suatu tempat seperti rumah atau bangunan lainnya, baik itu kosong atau berpenghuni, muslim disunnahkan untuk mengucap salam. Namun bukan hanya salam, ada doa yang bisa muslim panjatkan, khususnya saat memasuki rumah kosong.

Dengan membaca doa masuk rumah kosong, dapat memberikan kita keselamatan dan perlindungan Allah SWT.

Menurut ajaran Islam, rumah yang kosong atau tidak dihuni dalam waktu lama bisa menjadi tempat tinggal jin atau makhluk halus. Oleh karena itu, Rasulullah Saw menganjurkan kita untuk mengingat Allah SWT ketika memasuki rumah agar mendapatkan perlindungan dari-Nya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, rumah yang biasa diisi dengan dzikir dan lantunan ayat-ayat Al-Quran akan terasa lebih tentram, aman, dan penuh berkah.

Membaca salam dan doa ketika memasuki sebuah rumah merupakan anjuran yang terdapat dalam Al-Quran Surat An-Nur ayat 61 yang berbunyi:

فَاِذَا دَخَلْتُمْ بُيُوْتًا فَسَلِّمُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِكُمْ تَحِيَّةً مِّنْ عِنْدِ اللّٰهِ مُبٰرَكَةًطَيِّبَةًۗ كَذٰلِكَ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ

Fa idzâ dakhaltum buyûtan fa sallimû ‘alâ anfusikum taḫiyyatam min ‘indillâhi mubârakatan thayyibah, kadzâlika yubayyinullâhu lakumul-âyâti la’allakum ta’qilûn

Artinya: “Apabila kamu memasuki rumah-rumah itu, hendaklah kamu memberi salam (kepada penghuninya, yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri dengan salam yang penuh berkah dan baik dari sisi Allah. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(-Nya) kepadamu agar kamu mengerti.”

Anjuran dalam ayat AlQuran di atas juga berlaku ketika memasuki rumah kosong. Akan tetapi salam dan doa yang dibacakan berbeda dengan doa saat memasuki rumah berpenghuni.

Adab dan amalan saat masuk bangunan tak berpenghuni atau rumah kosong

Mengucapkan salam

Mengucapkan salam disunnahkan bagi setiap yang akan memasuki rumah, bahkan jika tidak ada orang di dalam rumah tersebut. Salam mengingatkan diri kita akan kehadiran Allah dan pentingnya menjaga adab.Perihal ini disebutkan dalam hadis yang berbunyi:

“Dari Anas ra, ia berkata: Rasulullah berkata kepadaku: “Wahai anakku, jika Engkau masuk ke rumah keluargamu, maka ucapkanlah salam, karena ada berkah bagimu dan keluargamu.” (HR At-Tirmidzi)

Mendahulukan kaki kanan

Mengawali langkah dengan kaki kanan saat masuk rumah adalah sunnah Rasulullah, karena beliau selalu memulai segala sesuatu dengan menggunakan anggota tubuh bagian kanan, seperti halnya saat masuk ke dalam rumah.

Perbanyak dzikir dan doa

Membaca dzikir dan doa seperti ayat kursi saat masuk rumah dapat melindungi kita dari hal-hal buruk dan juga agar rumah yang kita maskui selalu berada dalam lindungan Allah SWT.

Doa masuk bangunan tak berpenghuni

Dilansir dari laman NU Online, berikut doa masuk rumah kosong seperti yang diajarkan Rasulullah SAW.

السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللهِ الصَّالِحِيْنَ

Assalâmu ‘alainâ wa ‘alâ ‘ibâdillahis shâlihîn

Artinya: “Semoga Allah melimpahkan sejahtera-Nya atas kami dan atas hamba-hamba-Nya yang saleh.”

Selain membaca doa di atas, ketika akan memasuki rumah atau tempat kosong kita dianjurkan untuk membaca dzikir dan salawat agar selalu dilindungi oleh Allah SWT.

Sementara itu, doa saat memasuki rumah berpenghuni adalah sebagai berikut.

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللَّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Artinya: “Semoga keselamatan, rahmat Allah, dan berkah-Nya tercurah kepada kalian.”

Setelah mengucapkan salam di atas, baca doa berikut ini ketika memasuki sebuah rumah.

اللّٰهُمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ خَيْرَ المَوْلِجِ وَ خَيْرَ المَخْرَجِ, بِاسْمِ اللّٰهِ وَ لَجْنَا، بِاسْمِ اللّٰهِ خَرَجْنَا، وَ عَلَى اللّٰهِ رَبِّنَا تَوَكَّلْنَا

Allahumma innii as-aluka khairal mauliji, wa khairal makhraji bismillahi wa lajnaa, wa bismillahi kharajnaa, wa ‘alallahi rabbanaa tawakkalnaa

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kebaikan tempat masuk dan kebaikan tempat keluar, dengan menyebut nama-Mu kami masuk, dengan menyebut nama-Mu kami keluar, dan hanya kepada Allah, Tuhan kami, kami bertawakal.”

Berita Terkait

Kapolri minta MUI haramkan vape
Haram, hukum menjual rambut dalam Islam
Hukum melamar perempuan yang sudah dilamar pria lain dalam Islam, boleh karena 4 alasan ini
Hukum gugat cerai suami yang dipenjara menurut Islam
Surah Yasin Arab & Latin: Lengkap arti dan fadilahnya, bisa download di HP
Memahami konsep hujan dalam Islam dan ayat-ayat rahasia di baliknya
Kampanye hemat air, AMDK Organic Spring Australia sertakan hadits Nabi SAW di tag
Ustadz Zaidul Akbar: Suami dungu yang serahkan semua gajinya ke istri

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 19:34 WIB

Kapolri minta MUI haramkan vape

Selasa, 29 September 2026 - 00:01 WIB

Haram, hukum menjual rambut dalam Islam

Sabtu, 26 September 2026 - 16:00 WIB

Hukum melamar perempuan yang sudah dilamar pria lain dalam Islam, boleh karena 4 alasan ini

Minggu, 20 September 2026 - 15:34 WIB

Hukum gugat cerai suami yang dipenjara menurut Islam

Jumat, 18 September 2026 - 18:24 WIB

Surah Yasin Arab & Latin: Lengkap arti dan fadilahnya, bisa download di HP

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB