Air Sungai Cikaso Sukabumi Meluap 7 Meter, Puluhan Rumah Warga Terendam

- Redaksi

Sabtu, 24 September 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUKABUMIHEADLINE.com l CIBITUNG – Diguyur hujan deras, puluhan rumah warga di Kampung Cinitih RT 08/01, Desa Cibitung, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Sukabumi terendam banjir akibat luapan sungai Cikaso.

Diungkapkan Kepala Desa Cibitung, H. Iji Pahrudin, peristiwa air Sungai Cikaso meluap terjadi Jumat (23/9/2022) malam sekira pukul 19.00 WIB.

Meksi tidak ada korban jiwa maupun luka, namun sejumlah fasilitas bangunan rumah dan perabotan warga terendam banjir dan rusak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sekarang air sudah normal cuma bekasnya saja. Lagi didata dulu sama kepala dusun, sementara ada 50 rumah yang rusak,” ujarnya kepada sukabumiheadline.com.

Adapun untuk warga yang terdampak, kata Iji Pahrudin sementara waktu diungsikan terlebih dahulu ke tempat aman atau ke rumah kerabat terdekatnya.

“Yang dibutuhkan saat makanan ringan, tindakan kesehatan, dari BPBD relawan komunitas lagi bersih bersih saat ini,” jelasnya.

Untuk kronologi peristiwa, lanjut Iji Pahrudin berawal saat hujan deras tiba tiba air sungai meluap dan merendam puluhan rumah dengan kedalaman air mencapai 6- 7 meter.

“Banjir naik sehabis Maghrib. Ketinggian kurang lebih 6-7 meter. Banyak yang terendam bahkan banyak yang hanyut, ada sekira delapan rumah dari tiga ke RT an,” jelasnya.

“Belum ada informasi untuk wilayah lain, namun peristiwa ada kedusunan lagi yang masuk Desa Cibitung,” terangnya.

Pantauan di lapangan sejumlah personel dari Tim Gabungan Damkar, BPBD, tim medis setempat melakukan pembersihan meterial lumpur yang memenuhi lantai rumah warga dan juga jalan.

Berita Terkait

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi
Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten
Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Dua anak di bawah umur asal Sukabumi kerja prostitusi online, 5 buku tamu disita polisi

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Selundupkan 32 ribu benih lobster ilegal, warga Sukabumi ditangkap di Banten

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB