sukabumiheadline.com – Pekerja migran Indonesia (PMI), adalah sebutan bagi setiap warga negara Indonesia yang akan, sedang, atau telah melakukan pekerjaan dengan menerima upah di luar wilayah Republik Indonesia.
Istilah ini menggantikan istilah tenaga kerja Indonesia (TKI). Sedangkan TKL dalam tulisan ini singkatan dari Tenaga Kerja Laki-laki. Kemudian, tenaga kerja wanita (TKW), yang saat ini sering dikonotasikan dengan pekerja kasar dan pekerja rumah tangga.
Baca Juga:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Bukan dari Keluarga Kaya, TKW asal Sukabumi Cerita Nasibnya Usai Dinikahi Bule Jerman
- Jadi TKW ilegal di Abu Dhabi pulang hamil, wanita Jampang Tengah Sukabumi buang bayinya di kebun
- TKW Disetrika Majikan Disebut Berasal dari Sagaranten Sukabumi
Mengadu nasib di luar negeri masih menjadi pilihan yang menggiurkan bagi sebagian warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Gaji yang besar masih menjadi alasan banyak orang memilih menjadi TKI di luar negeri.
Di sisi lain, meski dapat menerima gaji yang besar dari hasil kerja, namun tidak jarang pekerja migran Indonesia yang terlibat dalam kasus kejahatan, baik sebagai korban maupun pelaku, entah karena pemotongan gaji, perlakuan yang kejam, atau pelecehan dan pemerkosaan dari majikannya.
PMI kerap kali tidak tahan akan perlakuan yang diterimanya, bahkan terkadang ada yang berusaha kabur, atau membunuh majikannya
Baca Juga:
- Ini Alasan Utama Pria Arab Lebih Suka Menikahi TKW Indonesia
- Kecanduan Judi Online, TKW Indonesia Curi Uang dan Bunuh Majikan di Australia
- Risma, TKW Cantik Tak Lulus SD Usaha Kuliner di Arab Saudi Raup Rp3,7 Miliar per Bulan
TKI/TKW asal Sukabumi meningkat dalam 5 tahun terakhir
Mengutip data dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Sukabumi Dalam Angka 2024, jumlah TKI/TKW asal Sukabumi meningkat signifikan sejak 2020 lalu.
Adapun, negara Arab Saudi, Taiwan dan Malaysia masih menjadi pilihan favorit para TKI/TKW asal Sukabumi. Berikut rinciannya berdasarkan negara tujuan tahun 2023:
Rekomendasi Redaksi: Kisah Kasim, buruh migran asal Sukabumi mengadu nasib di Benua Amerika awal abad ke-19
- Rumania 9 TKL, 1 TKW, total 10 orang
- Brunei Darussalam 53 TKL, 14 TKW, total 67 orang
- Hong Kong 1 TKL, 68 TKW, total 69 orang
- Malaysia 71 TKL, 156 TKW, total 227 orang
- Qatar 1 TKW, total 1 orang
- Saudi Arabia 82 TKL, 173 TKW, total 255 orang
- Singapura 2 TKL, 97 TKW, total 99 orang
- Taiwan 31 TKL, 213 TKW, total 244 orang
- United Emirates Arab 6 TKL, 96 TKW, total 102 orang
- Korea Selatan 3 TKL, total 3 orang
- Kuwait 10 TKL, 13 TKW, total 23 orang
- Hungaria 5 TKL, total 5 orang
- Slovakia 4 TKL, total 4 orang
- Lainnya1 21 TKL, 37 TKW, total 58 orang
Baca Juga:
- Bukan Sukabumi, Ini 5 Daerah Pencetak Janda di Jabar dengan Tingkat Perceraian Tertinggi
- Berita Duka Wanita asal Sukabumi Tewas Mengenaskan di Dubai
- Duh, Ribuan Suami di Indramayu Gugat Cerai Istri, Bagaimana di Sukabumi?
Semakin banyak warga Kabupaten Sukabumi jadi TKW
Berdasarkan data di atas, TKL/TKW asal Kabupaten Sukabumi pada 2023 berjumlah 298 TKL dan 869 TKW, sehingga total berjumlah 1.167 orang.
Jumlah TKW tersebut naik signifikan dibandingkan 2022 yang berjumlah 489 orang. Sedangkan TKL, turun dibanding 2022 yang berjumlah 495 orang, dari total 978 orang TKI.
Baca Juga:
- 4 Tahun Jadi Tukang Pijat di Arab Saudi, Pria Sukabumi Ini Bisa Wujudkan Impian
- Bak Jatuh Tertimpa Tangga, Nasib Wanita Cicurug Sukabumi di Arab Saudi
- Kabar Terkini Wanita Cicurug Hamil Ektopik di Arab Saudi
Namun, jumlah TKI pada 2022 naik signifikan dibandingkan 2021 dan 2020, di mana terdapat 57 TKL, 104 TKW, total 161 orang pada 2021. Sedangkan pada 2020, ada 41 TKL, 203 TKW, total 244 orang.
Baca Juga:
- Oknum Pegawai Disdukcapil Kabupaten Sukabumi Terlibat Perdagangan Dua ABG Perempuan
- Niat Mulia Wanita asal Cikakak Sukabumi, Rela Terdampar di Luar Negeri
Melihat data 2019, jumlah TKI asal Kabupaten Sukabumi pada 2020 dan 2021 mengalami penurunan secara signifikan. Pada 2019, ada 301 TKL, 844 TKW, dan total 1.145 orang.
Dengan demikian, jumlah TKI asal Kabupaten Sukabumi mengalami penurunan pada 2020, dibandingkan 2019. Namun sejak 2020 hingga 2023, trennya kembali meningkat.
Baca Juga:
- Mau Merantau ke Luar Negeri? Selain Malaysia, Ini 5 Negara Banyak Ditinggali WNI
- Anak Majikan Ganteng Menangis dan Memeluk TKW di Bandara yang akan Pulang ke Jawa Barat
- TKW Indonesia Dapat Warisan Rp1 Miliar dari Aktor Taiwan Chen Sung Young
Untuk informasi, sejak 9 Maret 2007, kegiatan operasional di bidang Penempatan dan Perlindungan PMI di luar negeri dialihkan menjadi tanggung jawab Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BPPMI; sebelumnya disebut Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia).
Sebelumnya, seluruh kegiatan operasional di bidang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di luar negeri dilaksanakan oleh Ditjen Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) Depnakertrans.