BASB ancam tutupi Pendopo Sukabumi dengan kain kafan

- Redaksi

Minggu, 5 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Pendopo Sukabumi Palabuhanratu ditutupi kain putih - sukabumiheadline.com

Ilustrasi Pendopo Sukabumi Palabuhanratu ditutupi kain putih - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Benteng Aktivis Sukabumi Bersatu (BASB) mengancam bakal melakukan aksi simbolik dengan membentangkan kain berwarna putih sepanjang sekitar 40 meter untuk menyelimuti Pendopo Kabupaten Sukabumi di depan Alun-alun Palabuhanratu, Jawa Barat.

Ketua BASB Kabupaten Sukabumi, Firman Nirwana mengungkap aksi simbolik tersebut dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi.

Ia menilai kebijakan pembangunan di bawah kepemimpinan Bupati/Wakil Bupati Sukabumi Asep Japar dan Andreas sudah kehilangan arah, sehingga matinya harapan terhadap serta kehilangan identitas dan keberpihakan terhadap masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Firman beralasan, kain kafan sebagai simbol “mati suri” pemerintahan daerah yang dinilai belum mampu menjawab berbagai persoalan publik.

“Kain kafan itu simbol duka kami sebagai putra daerah, karena cinta kami kepada tanah leluhur. Duka karena malu kepada leluhur kami yang telah berjuang membangun Sukabumi,” ujar Firman kepada sukabumiheadline.com, Ahad (5/7/2026).

Adapun sejumlah persoalan dikritik BASB, dari mulai penataan ruang, wajah pusat kota, hingga pengelolaan kawasan publik yang dinilai masih belum menunjukkan perubahan yang signifikan.

Melihat kondisi tersebut, kata Firman, ia menuntut pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah pembangunan yang sedang dijalankan.

Firman juga meyakinkan simbol kain kafan tidak dimaknai sebagai ajakan untuk mengubur harapan masyarakat, namun menjadi pengingat bahwa pemerintah perlu melakukan koreksi terhadap berbagai kebijakan yang belum menyentuh persoalan mendasar.

Lebih jauh, ia juga mengeklaim kritik yang disampaikan tidak didasari kepentingan politik tertentu atau ambisi kekuasaan. Karenanya, Firman menuntut Pemkab Sukabumi tidak menutup mata terhadap berbagai aspirasi yang muncul.

“Kami tidak menuntut jabatan. Kami hanya menuntut keberanian untuk menata ulang arah pembangunan. Menata kota dengan hati, dengan budaya, untuk menghadirkan pusat kota yang memiliki jati diri,” yakin Firman.

Berita Terkait

Infrastruktur listrik dan internet di wilayah Pajampangan Sukabumi belum merata
Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi minta PT Prosweal Indomax Parungkuda patuhi 20 poin rekomendasi
Perhutani KPH Sukabumi dan TNGHS komitmen lindungi kawasan hutan
Rania, bayi stunting di Cikidang Sukabumi akhirnya ditangani polisi
Ratusan ASN Kota Sukabumi diperiksa terkait judol Rp1,8 miliar
Innalillahi, rumah Sekdes di Kasepuhan Sinarresmi Sukabumi ludes terbakar
KDM: Terkesan Jawa Barat hanya Sukabumi, urus atuh ku nu di handap!
DPRD Kabupaten Sukabumi dalami perubahan APBD 2026

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 20:00 WIB

Infrastruktur listrik dan internet di wilayah Pajampangan Sukabumi belum merata

Kamis, 10 September 2026 - 23:00 WIB

Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi minta PT Prosweal Indomax Parungkuda patuhi 20 poin rekomendasi

Kamis, 10 September 2026 - 20:01 WIB

Perhutani KPH Sukabumi dan TNGHS komitmen lindungi kawasan hutan

Rabu, 9 September 2026 - 17:10 WIB

Rania, bayi stunting di Cikidang Sukabumi akhirnya ditangani polisi

Selasa, 8 September 2026 - 21:27 WIB

Ratusan ASN Kota Sukabumi diperiksa terkait judol Rp1,8 miliar

Berita Terbaru

Ilustrasi vape - sukabumiheadline.com

Regulasi

BNN minta semua jenis vape dilarang

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:21 WIB

Striker Persib Bandung, Balsa Sekulic - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Venue

Persija vs Persib: Maung kalah 2-1

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:32 WIB

Ilustrasi air minum dalam kemasan (AMDK) - sukabumiheadline.com

Bisnis

Daftar AMDK paling digemari Gen Z, bukan AQUA juaranya

Sabtu, 12 Sep 2026 - 15:17 WIB

Menara kembar WTC meledak pada peristiwa New York 11 September - Ist

Internasional

Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat

Jumat, 11 Sep 2026 - 23:30 WIB