sukabumiheadline.com – Benteng Aktivis Sukabumi Bersatu (BASB) mengancam bakal melakukan aksi simbolik dengan membentangkan kain berwarna putih sepanjang sekitar 40 meter untuk menyelimuti Pendopo Kabupaten Sukabumi di depan Alun-alun Palabuhanratu, Jawa Barat.
Ketua BASB Kabupaten Sukabumi, Firman Nirwana mengungkap aksi simbolik tersebut dilakukan sebagai bentuk kritik terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi.
Ia menilai kebijakan pembangunan di bawah kepemimpinan Bupati/Wakil Bupati Sukabumi Asep Japar dan Andreas sudah kehilangan arah, sehingga matinya harapan terhadap serta kehilangan identitas dan keberpihakan terhadap masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Firman beralasan, kain kafan sebagai simbol “mati suri” pemerintahan daerah yang dinilai belum mampu menjawab berbagai persoalan publik.
“Kain kafan itu simbol duka kami sebagai putra daerah, karena cinta kami kepada tanah leluhur. Duka karena malu kepada leluhur kami yang telah berjuang membangun Sukabumi,” ujar Firman kepada sukabumiheadline.com, Ahad (5/7/2026).
Adapun sejumlah persoalan dikritik BASB, dari mulai penataan ruang, wajah pusat kota, hingga pengelolaan kawasan publik yang dinilai masih belum menunjukkan perubahan yang signifikan.
Melihat kondisi tersebut, kata Firman, ia menuntut pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah pembangunan yang sedang dijalankan.
Firman juga meyakinkan simbol kain kafan tidak dimaknai sebagai ajakan untuk mengubur harapan masyarakat, namun menjadi pengingat bahwa pemerintah perlu melakukan koreksi terhadap berbagai kebijakan yang belum menyentuh persoalan mendasar.
Lebih jauh, ia juga mengeklaim kritik yang disampaikan tidak didasari kepentingan politik tertentu atau ambisi kekuasaan. Karenanya, Firman menuntut Pemkab Sukabumi tidak menutup mata terhadap berbagai aspirasi yang muncul.
“Kami tidak menuntut jabatan. Kami hanya menuntut keberanian untuk menata ulang arah pembangunan. Menata kota dengan hati, dengan budaya, untuk menghadirkan pusat kota yang memiliki jati diri,” yakin Firman.









