Jalan Kabupaten Sukabumi diperbaiki asal-asalan, warga: Bukan efisiensi, tapi pemborosan duit

- Redaksi

Sabtu, 8 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perbaikan Jalan Kabupaten rusak di Jampang Tengah asal-asalan - Saepudin Galih

Perbaikan Jalan Kabupaten rusak di Jampang Tengah asal-asalan - Saepudin Galih

sukabumiheadline.com – Setelah menunggu selama 20 tahun lebih, Jalan Kabupaten rusak di Desa Tanjungsari menghubungkan ke Desa Bojongtipar, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, akhirnya diperbaiki. Namun alih-alih disambut suka cita, warga justru menyayangkan perbaikan jalan dilakukan secara asal-asalan.

Salah seorang warga, Saepudin Galih mengeluhkan banyaknya infrastruktur jalan di Jampang Tengah yang rusak parah, hingga belum pernah atau puluhan tahun tak tersentuh pembangunan, baik Jalan Desa maupun Jalan Kabupaten.

Sementara itu, upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi memperbaiki jalan rusak yang berulangkali viral di media sosial (medsos) tersebut, disayangkan Galih, karena kualitas aspal yang jauh dari berkualitas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kondisi Jalan Kabupaten juga sama hancur. Di sini mah mau Jalan Desa, mau Jalan Kabupaten, hancur semua. Sekalinya diperbaiki, kok butut aspalnya,” kata Galih kepada sukabumiheadline.com, Sabtu (8/8/2026).

Tampak pada video yang dikirim, meskipun aspal hotmix tersebut terlihat rapih dan kokoh, namun ternyata bisa diremas dengan hanya menggunakan jari tangan hingga mengelupas.

“Masa aspal hotmix bisa diremas, dikelupas pakai tangan. Gimana kalau nanti dilewati kendaraan. Warga menunggu perbaikan jalan selama puluhan tahun, sekalinya diperbaiki malah asal-asalan. Materialnya kok mirip adonan kue, bisa diremas tangan,” sesal dia.

Bahkan ketika standar samping sepeda motor difungsikan, perlahan amblas ke dalam aspal yang ternyata gembur.

“Nahan setandar motor aja amblas, gimana nahan beban mobil yang melintas,” katanya jengkel.

Lebih jauh, ia menilai perbaikan jalan tersebut sebagai langkah membuang duit di tengah efisiensi anggaran yang tengah dilakukan pemerintah. Menurutnya, efisiensi seharusnya tidak hanya mengurangi porsi anggaran, namun juga menghindari membangun infrastruktur jalan dan bangunan yang tidak berkualitas.

“Ini katanya efisiensi anggaran, tapi malah membuat jalan yang gak berkualitas. Gak akan sampai sebulan saya yakin jalannya akan rusak lagi,” kata dia.

“Justru itu bukan efisiensi, tapi pemborosan anggaran,” pungkasnya.

Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, warga Kampung Cihaur RT 009/011 Desa Tanjungsari, Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat mengeluhkan kondisi jalan rusak bertahun-tahun.

Yusuf (28) mengatakan jalan tersebut merupakan penghubung Desa Lewiliang-Bojongtipar. “Kurang lebih sudah 20 tahun jalan ini rusak,” kata Yusuf.

Lanjut Yusuf, kerusakan dimulai dari Kampung Rawaseel hingga Desa Bojongtipar kurang lebih sepanjang sembilan kilometer. Kondisi jalan sudah berbatu dan bergelombang. Baca selengkapnya: 20 Tahun Jalan Leuwiliang-Bojongtipar Sukabumi Belum Tersentuh Perbaikan

Ruas jalan tersebut kerap viral di media sosial karena semua warga yang hendak berobat harus ditandu, karena ambulans tidak dapat menjangkau lokasi. Baca selengkapnya: Tubuh renta Sadi harus ditandu karena jalan rusak di Jampang Tengah Sukabumi

Seorang ibu muda bernama Fitri, warga Kampung Lampung, Dusun Cidahu, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, harus ditandu untuk berobat ke rumah sakit, Kamis (5/2/2026).

Menurut salah seorang warga, Saepudin Galih, ibu yang malang itu terpaksa ditandu sejauh sekira 1 kilometer, karena ambulans tidak bisa menjangkau tempat tinggalnya akibat infrastruktur jalan tidak layak dan hancur. Sehingga, Fitri harus ditandu ke titik penjemputan kendaraan pickup yang sudah menunggunya. Baca selengkapnya: Pasien melahirkan di Jampang Tengah Sukabumi harus ditandu, bayi keburu meninggal dunia

Berita Terkait

Kebakaran hutan dan lahan di Sukabumi, 4 hektare hangus
Memahami Perda Kabupaten Sukabumi tentang Jasa Konstruksi: Penggolongan hingga sanksi pidana
Korban bencana terlantar, pengamat: Bupati Sukabumi jangan tunggu gubernur turun tangan
Tabrakan maut Sukabumi: Imran Nasrullah tewas di tempat
Nestapa korban bencana Cidadap, Bupati Sukabumi kurang paham, KDM ke NTT
5 warga Palabuhanratu Sukabumi terlantar di Fiji
Polsek Kalapanunggal Sukabumi berbagi makan gratis
Ahmad Nadhi Fadilah asal Jakarta ditemukan tewas di Pantai Karangnaya Sukabumi

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:28 WIB

Kebakaran hutan dan lahan di Sukabumi, 4 hektare hangus

Rabu, 26 Agustus 2026 - 04:02 WIB

Memahami Perda Kabupaten Sukabumi tentang Jasa Konstruksi: Penggolongan hingga sanksi pidana

Rabu, 26 Agustus 2026 - 02:46 WIB

Korban bencana terlantar, pengamat: Bupati Sukabumi jangan tunggu gubernur turun tangan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Tabrakan maut Sukabumi: Imran Nasrullah tewas di tempat

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:30 WIB

Nestapa korban bencana Cidadap, Bupati Sukabumi kurang paham, KDM ke NTT

Berita Terbaru

Surili, fauna endemik Gunung Halimun Salak

Lingkungan

5 fakta Surili, hewan endemik Gunung Halimun Salak Sukabumi

Jumat, 28 Agu 2026 - 20:16 WIB

Ilustrasi aktivitas pemadam kebakaran hutan - sukabumiheadline.com

Sukabumi

Kebakaran hutan dan lahan di Sukabumi, 4 hektare hangus

Jumat, 28 Agu 2026 - 14:28 WIB