Daftar titik rawan kecelakaan maut di Sukabumi dan pemicunya

- Redaksi

Minggu, 18 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas di jalan berliku - sukabumiheadline.com

Ilustrasi kecelakaan lalu lintas di jalan berliku - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Kecelakaan lalu lintas (lakalantas) merupakan serangkaian kejadian yang pada akhirnya sesaat sebelum terjadi kecelakaan didahului oleh gagalnya pemakai jalan dalam mengantisipasi keadaan sekelilingnya, termasuk dirinya sendiri dan kecelakaan lalu lintas mengakibatkan terjadinya korban jiwa (maut) atau kerugian harta benda.

Senada dengan definisi kecelakaan lalu lintas menurut Undang-undang Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yakni suatu peristiwa di jalan yang tidak diduga dan tidak disengaja melibatkan kendaraan dengan atau tanpa pengguna Jalan lain yang mengakibatkan korban manusia dan/atau kerugian harta benda.

Dari banyaknya kasus kecelakaan di jalanan, didominasi oleh human error, alias faktor kelalaian manusia dalam berkendara. Dari mulai kondisi kendaraan yang buruk, sopir mengantuk, hingga tidak atau belum menguasai medan jalan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun di Sukabumi, Jawa Barat, sejumlah lokasi dituding sebagai titik rawan kecelakaan. Hal itu dipicu kontur medan yang berkelok hingga curam seperti Tanjakan Dini di kawasan Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, hingga kualitas infrastruktur jalan yang buruk.

Meskipun demikian, kondisi kendaraan dan pengendara yang fit, tentunya akan meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas. Dengan demikian bakal menekan angka kerugian materi san korban jiwa.

Berikut daftar titik rawan lakalantas maut di Kabupaten dan Kota Sukabumi, dihimpun sukabumiheadline.com, Ahad (18/1/2026).

Jalur Kabupaten Sukabumi (Jalur Menuju Wisata & Luar Kota)

1. Jalur Cikidang (Tanjakan Cisarakan): Dikenal sebagai “jalur tengkorak” utama karena tikungan tajam dan turunan curam yang sering menyebabkan kendaraan rem blong.

2. Janjakan Baeud (Warungkiara): Titik krusial di jalur Sukabumi–Palabuhanratu yang sering mengalami kerusakan jalan serius dan pergerakan tanah, terutama saat musim hujan.

3. Kawasan Pamuruyan (Cibadak): Lokasi langganan kecelakaan beruntun yang melibatkan kendaraan besar (truk/bus) karena volume lalu lintas yang tinggi di jalan nasional Sukabumi–Bogor.

4. Jalan Cikembang–Bagbagan (Km 3.3 – 4.5): Ruas jalan nasional arteri yang tercatat memiliki angka fatalitas tinggi akibat kurangnya fasilitas keselamatan dan faktor perilaku pengendara.

5. Puncak Buluh: Area di Jalan Mataram ruas Lengkong – Jampang Kulon yang rawan karena kondisi jalan sempit dan medan yang menanjak dan menurun tajam.

Jalur Kota Sukabumi

1. Jalan RA Kosasih (Pertigaan Subangjaya): Titik rawan tabrakan antar kendaraan karena arus keluar-masuk kendaraan dari persimpangan yang padat.

2. Jalur Lingkar Selatan: Ruas ini sering dilaporkan terjadi kecelakaan maut akibat kecepatan tinggi kendaraan di trek lurus.

3. Jalan Ahmad Yani: Kawasan pusat kota yang rawan kecelakaan beruntun akibat kemacetan dan aktivitas kendaraan angkutan barang.

Faktor penyebab utama lakalantas

Geometrik Jalan: Tikungan tajam, tanjakan curam, dan minimnya penerangan di beberapa titik (seperti Cisarakan dan Baeud).

Kondisi Jalan: Permukaan jalan berlubang, retak, atau amblas yang sering memburuk saat cuaca ekstrem.

Kendaraan Berat: Banyaknya truk bertonase besar yang melintasi jalur utama menuju kawasan industri atau pelabuhan.

Bagi pengendara, disarankan untuk selalu memeriksa kondisi rem dan ekstra waspada saat melintasi jalur tersebut, terutama pada malam hari atau saat hujan deras.

Berita Terkait

Membanding timbulan sampah 47 kecamatan di Sukabumi: Warga mana paling banyak nyampah
Jumlah, karakteristik dan hal paling ditakutkan Gen Z Sukabumi 10 tahun ke depan
Angka ideal total fertility rate dan menghitung jumlah balita di Sukabumi
Elektrifikasi jalur KRL Sukabumi mulai 20 Mei 2026, begini spesifikasi teknisnya
Profil Mohammad Ali, Menteri Kesehatan RI ke-5 asal Sukabumi dan daftar Menkes era 1945-2026
Menghitung jumlah Gen Beta di Sukabumi, sang digital native sejati
Belajar dari kasus 2023, Sukabumi bakal tergusur dari 10 Kota Paling Toleran 2026
Miris, warga Sukabumi mulai makan tabungan

Berita Terkait

Rabu, 6 Mei 2026 - 23:14 WIB

Jumlah, karakteristik dan hal paling ditakutkan Gen Z Sukabumi 10 tahun ke depan

Selasa, 5 Mei 2026 - 04:02 WIB

Angka ideal total fertility rate dan menghitung jumlah balita di Sukabumi

Senin, 4 Mei 2026 - 03:29 WIB

Elektrifikasi jalur KRL Sukabumi mulai 20 Mei 2026, begini spesifikasi teknisnya

Minggu, 3 Mei 2026 - 19:55 WIB

Profil Mohammad Ali, Menteri Kesehatan RI ke-5 asal Sukabumi dan daftar Menkes era 1945-2026

Jumat, 1 Mei 2026 - 23:58 WIB

Menghitung jumlah Gen Beta di Sukabumi, sang digital native sejati

Berita Terbaru

Realme C100 dan Realme C100i - Realme

Gadget

Realme C100 dan C100i: Baterai 7000mAh dijual Rp sejutaan

Kamis, 7 Mei 2026 - 07:00 WIB