SUKABUMIHEADLINE.com l Cicitan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief yang menyebut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sebagai pihak yang diduga berada di balik penambangan andesit di desa Wadas, dinilai Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani tak muncul dari ruang hampa.
“Pasti ada yang mendasari dan memiliki argumentasi yang kuat atas apa yang disampaikannya. Saya tahu betul Bang Andi Arief seorang yang senantiasa menyampaikan segala sesuatunya secara terukur dan memiliki justifikasi yang kuat,” kata Kamhar kepada diberitakan republika.co.id, Selasa (15/2/2022).
Terkait dugaan tersebut, ia juga mendapatkan informasi bahwa pertanyaan dari Komisi III DPR saat kunjungan kerja ke Desa Wadas tentang siapa yang akan menjadi kontraktor utama penambangan batu andesit ini juga terkesan ditutup-tutupi Pemprov Jateng. Karenanya, kata dia, Hasto harus menjelaskannya kepada publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jadi, saat ini bola ada di Hasto untuk menjelaskan terkait tambang andesit yang disampaikan,” ujarnya.
Soal tuduhan terhadap kader Partai Demokrat yang menjabat Bupati Purworejo atas insiden Wadas tersebut, menurutnya, gejolak di Desa Wadas ini bersumber dari penerbitan SK Nomor 590/20 Tahun 2021 oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
“SK pembaruan tersebut menjadi masalah karena Desa Wadas tetap dicantumkan sebagai lokasi penambangan quarry (batu andesit) untuk material pembangunan Bendungan Bener, padahal warga Desa Wadas sudah tegas menolak,” katanya.
Sebelumnya, Andi menyebut nama Hasto yang diduga ada di balik penambangan andesit di Wadas. “Setelah PD difitnah atas kasus Wadas, kini tak terbukti. Bolehkah kami bertanya apa benar Hasto Sekjen PDIP berada di balik penambang andesit?” kata Andi dalam cicitannya di akun Twitter resmi @andiarief__.