Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa, Puluhan Kades di Sukabumi Dipanggil Inspektorat

- Redaksi

Rabu, 2 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Inspektorat Kabupaten Sukabumi. l Istimewa

Kantor Inspektorat Kabupaten Sukabumi. l Istimewa

sukabumiheadline.com l PALABUHANRATU – Puluhan kepala desa (kades) di Kabupaten Sukabumi dipanggil pihak Inspektorat terkait dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD). Anggaran tersebut diduga telah diberikan kepada pihak tertentu dengan dalih bantuan hukum, Selasa (1/8/2023).

Inspektur Inspektorat Kabupaten Sukabumi, Komarudin, mengatakan pihaknya telah memanggil 85 kades beserta bendaharanya. Hal itu didasari adanya dugaan para kades yang dimaksud adalah memberikan uang jutaan Rupiah tidak sesuai regulasi.

“Dua hari ini kami Inspektorat memanggil kepala Desa serta bendahara untuk memberikan keterangan terkait dugaan yang ramai di sosial media,” ujar Komarudin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, Komarudin belum bisa menjelaskan secara gamblang, lantaran masih proses pemenuhan keterangan dari seluruh kepala desa yang hadir.

“Secara regulasi adanya dugaan itu belum bisa kita jelaskan. Namun bila terbukti Inspektorat tugasnya memulihkan pengelolaan keuangan,” kata dia.

Sebelumnya, Laskar Pasundan Indonesia (LPI) mendesak Polres Sukabumi agar dapat mengusut tuntas dugaan penyalahgunaan DD. Pasalnya, LPI menilai DD itu dipergunakan untuk hal yang tidak sesuai aturan atau regulasi.

Ketua Laskar Pasundan Indonesia (LPI), Rohmat Hidayat mengatakan, dugaan penyalahgunaan anggaran DD oleh para kades yang dimaksud adalah memberikan uang jutaan rupiah kepada pihak lain dengan dalih untuk bantuan hukum.

LPI melakukan unjuk rasa pada Kamis (28/07/2023) lalu ke Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sukabumi. Aksi itu untuk meminta kepala Dinas untuk merekomendasikan terkait hasil pemeriksaan kepada Aparat Penegak Hukum (APH).

“Hasil pemeriksaan beberapa desa yang diduga sudah melakukan transfer ke rekening salah seorang penguruh LBH (Lembaga Bantuan Hukum),” ujarnya.

Hal itu diduga keras ada dugaan penyalahgunaan anggaran DD, karena uang transfer kepada LBH tidak sesuai peruntukkannya.

Untuk itu, pihaknya meminta beberapa desa itu untuk diperiksa, termasuk oknum LBH-nya sebagai penerima. Apalagi, menurut data yang dimilikinya ada puluhan kades yang mentransfer kepada oknum LBH.

“Kurang lebih 60 desa yang telah melakukan transfer dengan nominal Rp6 juta sampai Rp9 juta ke LBH,” katanya.

Menurut Rohmat, saat ini LPI tengah menunggu rekomendasi yang telah diterima dari DPMD dan diserahkan ke Inspektorat, kembali diserahkan ke APH.

“Rekomendasi dari DPMD sudah dilayangkan ke inspektorat dan DPRD, tinggal menunggu rekomendasi itu diserahkan ke APH. Tentu kita akan kawal rekomendasi itu sampai menjadi produk hukum, bukan lagi jadi produk kertas,” tegasnya.

Berita Terkait

Driver taksi online tewas dikeroyok di rumah perempuan Warudoyong Sukabumi
Polisi segel tempat hiburan malam di Sukabumi, 60 botol miras disita
DPRD Kabupaten Sukabumi dorong kolaborasi perluas akses layanan kesehatan
Kabar terbaru Bupati Sukabumi digugat ke PTUN, dugaan pemalsuan tanda tangan
Maling asal Sukabumi ini curi dua motor, pemilik lupa kunci masih nyantol
Pria asal Sukabumi berbuat kriminal di Bali terancam 5 tahun penjara
Angkutan Mitsubishi Colt Mini ludes terbakar di Pasar Parungkuda Sukabumi
Polisi grebek warung penjual miras di Sukabumi, pelaku diamankan

Berita Terkait

Sabtu, 7 November 2026 - 16:09 WIB

Driver taksi online tewas dikeroyok di rumah perempuan Warudoyong Sukabumi

Sabtu, 7 November 2026 - 02:08 WIB

Polisi segel tempat hiburan malam di Sukabumi, 60 botol miras disita

Jumat, 6 November 2026 - 20:30 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi dorong kolaborasi perluas akses layanan kesehatan

Jumat, 6 November 2026 - 16:22 WIB

Kabar terbaru Bupati Sukabumi digugat ke PTUN, dugaan pemalsuan tanda tangan

Kamis, 5 November 2026 - 17:04 WIB

Maling asal Sukabumi ini curi dua motor, pemilik lupa kunci masih nyantol

Berita Terbaru

Limbah ban bekas diubah jadi hiasan keren. l Istimewa

Lingkungan

Inspirasi ban bekas jadi mahakarya yang ramah lingkungan

Sabtu, 7 Nov 2026 - 23:05 WIB