Gaya Hidup Hedonis Membunuh Kreativitas Wanita Sukabumi

- Redaksi

Selasa, 2 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Silvia Pauzia. l Istimewa

Silvia Pauzia. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Pengaruh modernisasi terus membuat kontruksi-kontruksi sosial sebagai bentuk pembaharuan baik dalam bentuk pemikiran, budaya, serta gaya hidup setiap individu di Sukabumi.

Akibatnya, kebutuhan hidup masyarakat semakin tidak bisa lepas dari digitalisasi, dan kontruksi sosial tersebut pada akhirnya membentuk masyarakat sebagai individu yang hedonisme dan menimbulkan konsumerisme yang berlebihan serta mendorong  urbanisasi.

Silvia Pauzia, salah seorang aktivis feminisme patriarki Sukabumi berpendapat, konstruksi sosial juga telah mengubah standardisasi cantik bagi perempuan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Hal ini pada akhirnya menjadikan perempuan sebagai target market produk-produk kecantikan, sehingga mendorong budaya konsumerisme yang berlebihan,” kata gadis berusia 21 tahun itu kepada sukabumiheadline.com, Selasa (30/10/21).

Menurutnya, kekejaman konstruksi gaya hidup ini membuat kualitas kemerdakaan seorang perempuan terjebak dalam feminis. Dominasi individualisme liberal atau tepatnya perspektif feminis yang dibuat oleh diri sendiri, seperti ‘feminisme gaya hidup’.

Feminisme model itu, kata Silvia cenderung mendorong gaya hidup hedonis di kalangan perempuan Sukabumi. Sedangkan gaya hidup hedonis, tambah dia, pada gilirannya hanya akan membunuh kreativitas perempuan dan generasi muda di Sukabumi.

“Sehingga akhirnya perempuan Sukabumi hanya akan menjadi konsumen, bukan produsen,” pungkas Silvia.

Berita Terkait

Resmi, mulai hari ini 18 Mei ditetapkan sebagai Hari Tatar Sunda
Daftar SMA negeri dengan Nilai TKA Tertinggi di Jawa Barat, tak satupun dari Sukabumi
Qiai Guest House Sukabumi tawarkan kenyamanan, cek tarif dan interiornya
Film Masha and the Bear versi panjang
5 SMA dari Sukabumi masuk Top 50 SMAS Terbaik di Jawa Barat 2026 menurut TKA
5 standar moral tinggi: Alasan kita gak berani ambil sepotong makanan sisa saat nongkrong
Kabupaten Sukabumi hasilkan 35.718 ton sampah per hari
Momen Wanita Sukabumi pamer kemesraan dengan Rafael Struick

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 07:00 WIB

Resmi, mulai hari ini 18 Mei ditetapkan sebagai Hari Tatar Sunda

Minggu, 17 Mei 2026 - 01:59 WIB

Qiai Guest House Sukabumi tawarkan kenyamanan, cek tarif dan interiornya

Sabtu, 16 Mei 2026 - 22:31 WIB

Film Masha and the Bear versi panjang

Jumat, 15 Mei 2026 - 20:34 WIB

5 SMA dari Sukabumi masuk Top 50 SMAS Terbaik di Jawa Barat 2026 menurut TKA

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:15 WIB

5 standar moral tinggi: Alasan kita gak berani ambil sepotong makanan sisa saat nongkrong

Berita Terbaru