Momen Donald Trump marah sekutu Eropa ogah bantu AS amankan Selat Hormuz

- Redaksi

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, meluapkan kemarahannya kepada negara-negara sekutunya yang tergabung dalam NATO karena menolak permintaan bantuan untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Penolakan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan akibat perang antara AS – Israel dengan Iran.

Trump mengkritik tajam negara-negara anggota NATO yang enggan terlibat dalam operasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Ia menyebut bahwa sebagian besar sekutu tidak bersedia ikut dalam operasi melawan Iran.

Trump menyebut sikap NATO sebagai “kesalahan bodoh”. Ia kemudian menegaskan jika AS tidak membutuhkan bantuan pihak lain.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dilansir The Independent, Rabu (18/3/2026), dalam pernyataannya di Truth Social, ia mengatakan, “Amerika Serikat telah diberi tahu oleh sebagian besar ‘sekutu’ NATO kami bahwa mereka tidak ingin terlibat dalam operasi militer kami melawan rezim teroris Iran di Timur Tengah.”

Ia juga menambahkan bahwa penolakan tersebut terjadi meskipun banyak negara sebelumnya sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Trump pun menyindir hubungan dalam aliansi NATO yang menurutnya tidak seimbang.

“Saya selalu menganggap NATO, di mana kita menghabiskan ratusan miliar dolar setiap tahun untuk melindungi negara-negara ini, sebagai jalan satu arah. Kita melindungi mereka, tetapi mereka tidak melakukan apa pun untuk kita, terutama di saat dibutuhkan,” ujarnya.

“Kami tak butuh bantuan siapa pun” Di tengah kekecewaannya, Trump tetap menunjukkan sikap percaya diri terhadap kemampuan Amerika Serikat. Ia menegaskan bahwa negaranya tidak bergantung pada bantuan sekutu. Kami tidak membutuhkan bantuan siapa pun!” tegasnya.

Pernyataan ini muncul setelah NATO secara efektif menolak permintaan AS untuk mengerahkan kapal perang guna mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Sejak awal konflik, jalur tersebut sebagian besar ditutup setelah pasukan Garda Revolusi Iran mengeklaim telah mengambil “kendali penuh” atas kawasan tersebut.

Pejabat kunci mundur

Sementara itu, tekanan terhadap Trump juga meningkat seiring konflik internal dalam pemerintahannya, setelah Joe Kent mengundurkan diri dari jabatan Direktur Pusat Kontraterorisme Nasional AS.

Kent menyatakan tidak bisa lagi mendukung perang tersebut, “Saya tidak dapat, dengan hati nurani yang bersih, mendukung perang yang sedang berlangsung di Iran. Jelas bahwa kita memulai perang ini karena tekanan dari Israel dan lobi kuatnya di Amerika.”

Di tengah eskalasi konflik, Uni Eropa menyerukan penghentian perang untuk mencegah dampak lebih luas. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, mengatakan, pihaknya tengah mencari solusi diplomatik.

“Kami telah berkonsultasi dengan negara-negara regional seperti negara-negara Teluk, Yordania, dan Mesir, apakah kami bisa mengajukan proposal agar Iran, Israel, dan AS keluar dari situasi ini sehingga semua pihak bisa menjaga muka,” ujarnya.

Ia juga memperingatkan, “Masalah dengan perang adalah lebih mudah untuk memulainya daripada menghentikannya.”

Berita Terkait

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat
Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia
Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv
Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada
Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat
Ajakan boikot Adidas meluas, eks tentara Israel jadi bintang iklan kaki palsu
Ini Blueberry, sniper cantik Rusia pemburu tentara Ukraina
Presenter TV Sarah Khalifa dihukum mati atas tuduhan jadi gembong narkoba

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Sejarah bendera Arab Saudi dan Afghanistan cantumkan lafadz Syahadat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Penduduk Jerman menyusut, kekurangan tenaga kerja dan banyak dihuni lansia

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:00 WIB

Pilot Indonesia ditolak Israel, putar balik dilarang mendarat di Bandara Tel Aviv

Minggu, 11 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Bandara Riyadh diserang, Kemenlu minta WNI di Arab Saudi waspada

Jumat, 11 September 2026 - 23:30 WIB

Mengenang serangan menara WTC 9/11, dan trend mualaf yang meningkat

Berita Terbaru