23.4 C
Sukabumi
Minggu, Juli 14, 2024

Yamaha Zuma 125 meluncur, intip harga dan penampakan detail motor matic trail

sukabumiheadline.com - Yamaha resmi memperkenalkan Zuma 125...

Terobosan skuter matik murah tapi memikat Yamaha Jog 125, cek speknya

sukabumiheadline.com - Yamaha, produsen kendaraan roda dua...

Yakin Wanita Sukabumi Tak Minat Beli Yamaha QBIX 125? Intip Spesifikasi dan Harganya

sukabumiheadline.com l Yamaha QBIX 125 telah mengaspal...

H.L. Senduk, Pendeta Besar Indonesia yang Berjasa Bagi Perkembangan Kristen di Sukabumi

KhazanahH.L. Senduk, Pendeta Besar Indonesia yang Berjasa Bagi Perkembangan Kristen di Sukabumi

sukabumiheadline.com l Ada banyak Pendeta Kristen yang terkenal di Indonesia. Beberapa di antaranya dikenal sebagai sosok humanis dan selalu mengkampanyekan hidup damai dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Namun, siapa sangka di antara deretan nama Pendeta dan Pengkhotbah Kristen tersebut, salah satunya berjasa bagi perkembangan Kristen di Sukabumi, Jawa Barat.

Berikut jasa H.L. Senduk bagi perkembangan Kristen di Sukabumi, dikutip sukabumiheadline.com dari tulisan Gerry T.

Mengenal H.L. Senduk

Pemilik nama lengkap Pdt. Prof. Dr. Ho Lukas Senduk, lebih dikenal dengan Om Ho, terlahir dengan nama Ho Liong Seng. Ia lahir di Ternate, 4 Agustus 1917 dan meninggal dunia di Jakarta, 26 Februari 2008.

Mendirikan GBI di Sukabumi

H.L Senduk dikenal berkat jasanya sebagai pendiri Gereja Bethel Indonesia atau GBI, Pada 6 Oktober 1970, di Wisma Oikumene, Jl. Bhayangkara, Kota Sukabumi.

Untuk informasi, GBI adalah kelompok atau sinode gereja Kristen Protestan di Indonesia yang merupakan anggota Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).

Om Ho mendirikan GBI di Sukabumi bersama sejumlah temannya karena tidak dapat bekerja sama dengan rekan-rekan lainnya.

Gereja GBI pertama di Indonesia didirikan di Kota Sukabumi, Jawa Barat. l Istimewa

H.L. Senduk pun terpilih menjadi ketua pada Sidang Sinode II, di Jakarta, tahun 1972. Tugas ini, ia kerjakan sampai tahun 1994, Sidang Sinode X GBI, di Jakarta. Selanjutnya ia melayani sebagai Ketua BPR atau Badan Pembina Rohani GBI.

Pada masa kepemimpinannya, GBI menjadi anggota Dewan Pantekosta Indonesia (DPI) serta terlibat dalam pendirian Persekutuan Injili Indonesia (PII), dan masuk anggota Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI).

Wisma Oikumene, Kota Sukabumi. l Istimewa
Wisma Oikumene, Kota Sukabumi. l Istimewa

Membuka Program S1 dan S2 Teologi 

Kemudian, ia mendirikan Sekolah Theologia Extension (STE) pada 1972 yang mana buku-buku pelajaran ditulisnya sendiri.

Pada 1981, H.L. Senduk mulai menyelenggarakan program Strata Satu (S1) dan mengubah nama menjadi Institut Theologia dan Keguruan Indonesia (ITKI) pada 1983.

Adapun, Program Strata Dua (S2) dimulai pada 1991, setahun setelah ia mendapat gelar Profesor Emeritus dari Sekolah Teologi COG.

Pengabdiannya dilanjutkan pada 1998, ia membuka pelayanan pendidikan teologi jarak jauh melalui Sekolah Tinggi Teologi Terbuka Nusantara (STTTN).

Pdt H.L. Senduk berpulang pada 26 Februari 2008, setelah lebih dahulu ditinggal istrinya tercinta, dan meninggalkan visi 10.000 gereja GBI bagi generasi umat Kristen berikutnya.

Salah satu dari 10.000 gereja GBI tersebut berada di Kota Sukabumi,  tempat di mana GBI resmi didirikan, yakni di Jl. Ahmad Yani No. 20, Kota Sukabumi.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer