Ibu tiri resmi jadi tersangka kasus meninggalnya Nizam di Sukabumi

- Redaksi

Rabu, 25 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolres Sukabumi AKBP Saiman, tersangka TR (insert) - sukabumiheadline.com

Kapolres Sukabumi AKBP Saiman, tersangka TR (insert) - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Kasus tewasnya Nizam Syafei (NS), remaja asal Desa Bojongsari, Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, yang diduga dianiaya ibu tiri, memasuki babak baru. Satreskrim Polres Sukabumi resmi menetapkan ibu tiri NS yang berinisial TR sebagai tersangka. Berita selengkapnya: Anak 12 tahun di Sukabumi dianiaya ibu tiri hingga tewas

Penetapan tersangka terhadap perempuan berusia 47 tahun tersebut diungkapkan Kapolres Sukabumi AKBP Saiman, Rabu (25/2/2026). Dalam hal ini, TR ditetapkan sebagai tersangka kasus kekerasan fisik dan psikis terhadap NS.

“Ya, terkait dengan perkara meninggalnya anak akibat kekerasan yang terjadi di Polres Sukabumi, Satreskrim sudah menetapkan tersangka, yaitu saudari TR yang merupakan ibu tiri. Terhadap saudari TR sudah kita tetapkan jadi tersangka atas dugaan kekerasan, baik fisik maupun psikis,” kata Saiman di Mapolres Sukabumi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

NS, anak 12 tahun di Sukabumi dianiaya ibu tiri hingga tewas
Nizam Syafei, anak 12 tahun di Sukabumi dianiaya ibu tiri hingga tewas – Ist

Ditambahkan Saiman, kasus kekerasan TR terhadap NS sudah terjadi sejak beberapa tahun ke belakang. Diketahui, pada 2024, tersangka juga pernah dilaporkan atas dugaan yang sama, namun berakhir damai.

Baca Juga :  Ayah kandung Nizam tewas usai disiksa ibu tiri di Sukabumi dilaporkan mantan istri ke polisi

“Terkait penganiayaan yang diderita korban anak, NS, ini sudah terjadi beberapa tahun yang lalu. Seperti di tanggal 4 November 2024 itu pernah ada juga laporan, namun laporan itu sudah kita proses dan ada perdamaian,” jelas Kapolres Sukabumi.

“Dan itu tentunya akan kita dalami lagi, akan kita tindaklanjuti. Dan sebelumnya, hasil dari keterangan korban NS pada saat di LP yang 2024, 2023 juga mengalami kekerasan yang sama,” jelas dia.

Saiman merinci kekerasan dilakukan tersangka terhadap korban, dari mulai dijewer hingga ditampar dan dicakar. Hingga puncaknya, korban meninggal dunia pada Februari 2026.

“Ya kekerasan yang dialami, ya kekerasan fisik biasa, seperti dijewer, ditampar, dicakar, seperti itu, selama tinggal bersama dengan TR ini. Untuk motifnya sendiri masih kita dalami, karena ini sebagai orang tua ya, berdalih mendidik anaknya. Seperti itu,” katanya.

Baca Juga :  Pesan ayah bocah tewas dianiaya ibu tiri di Sukabumi untuk semua pasangan suami istri

Berita Terkait: Ayah bocah Sukabumi dianiaya ibu tiri ungkap fakta Nizam sebelum meninggal dunia

Namun, Saiman menyebut pihaknya masih menunggu hasil laboratorium.  “Dari hasil otopsi kita masih menunggu ya, karena memang untuk pengecekan laboratorium itu butuh waktu. Sehingga memang kita sama-sama menunggu, sabar ya.”

Terkait kemungkinan bakal ada tersangka lain, selain TR, menurut Saiman, pihaknya masih mendalami kasus tersebut serta menunggu uji patologi.

“Masih kita dalami adanya tersangka lain, namun kita sekarang masih fokus bagaimana mendalami daripada unsur-unsur berkenaan daripada pasal-pasal yang mungkin bisa kita perkuat. Kemudian kita juga sedang menunggu hasil uji patologi anatomi dan juga toksikologi,” papar Saiman.

Seperti diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, ayah kandung NS, Anwar Satibi (38), dilaporkan ke polisi oleh mantan istrinya sekaligus ibu kandung korban, Lisnawati. Baca selengkapnya: Ayah kandung Nizam tewas usai disiksa ibu tiri di Sukabumi dilaporkan mantan istri ke polisi

Berita Terkait

Pemerintah: Pasal Penghinaan Presiden bukan untuk bungkam kritik
Sempat dikira ke Sukabumi, wanita 56 tahun dibunuh suami siri yang diusir sebab nganggur
Cekik selingkuhan hingga tewas, buruh asal Cisolok Sukabumi terancam 20 tahun penjara
Permintaan AS, pemerintah sedang susun UU Ketenagakerjaan baru
Resbob, terdakwa hina suku Sunda dan VPC ngotot minta disidang di Surabaya
Ayah NS disebut anggota geng, Kapolres Sukabumi akan usut dan Komisi III DPR beri atensi
Merasa ditipu bank, Wanita Sukabumi Mengadu ke KDM
Modus dokumen editan, PT Hasan Berkah Wisata Bojonggenteng dilaporkan ke Polres Sukabumi

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:02 WIB

Pemerintah: Pasal Penghinaan Presiden bukan untuk bungkam kritik

Selasa, 10 Maret 2026 - 10:00 WIB

Sempat dikira ke Sukabumi, wanita 56 tahun dibunuh suami siri yang diusir sebab nganggur

Minggu, 8 Maret 2026 - 04:50 WIB

Cekik selingkuhan hingga tewas, buruh asal Cisolok Sukabumi terancam 20 tahun penjara

Kamis, 5 Maret 2026 - 12:00 WIB

Permintaan AS, pemerintah sedang susun UU Ketenagakerjaan baru

Kamis, 5 Maret 2026 - 01:59 WIB

Resbob, terdakwa hina suku Sunda dan VPC ngotot minta disidang di Surabaya

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131